Peluang Usaha Budidaya Paprika Berikut Analisa Usahanya

√ Peluang Usaha Budidaya Paprika Berikut Analisa Usahanya

Diposting pada

Peluang Usaha Budidaya Paprika Berikut Analisa Usahanya – Pada kesempatan ini Kebun.co.id akan membahas tentang Budidaya Paprika. Yang mana dalam pembahasn kali ini menjelaskan cara budidaya paprika serta analisa usaha budidaya paprika dengan secara singkat dan jelas. Untuk lebih jelasnya silahkan simak keterangan berikut ini.

Peluang Usaha Budidaya Paprika Berikut Analisa Usahanya

Paprika adalah sayuran yang berbentuk bulat dengan warna, hijau, merah dan kuning. Penanaman paprika sangatlah mudah karena Anda bisa menanamnya dengan menggunakan pot.

Selain itu dapat digunakan sebagai bahan untuk memasak. Paprika juga dapat digunakan sebagai tanaman hias dengan tampilan yang sangat menarik. Paprika sendiri sebenarnya masih merupakan salah satu famili dengan cabe merah besar hanya saja jenis varietasnya yang berbeda.

Dalam penanaman paprika sebenarnya hampir sama dengan cabe merah besar. Ada solusi yang tepat,  jika Anda tidak memiliki lahan yang luas untuk proses penanaman paprika maka Anda bisa menggunakan pot. Namun bagi Anda yang memiliki lahan luas sebaiknya membudidayakan paprika untuk menambah penghasilan setiap harinya.

Cara Budidaya Paprika

Budidaya paprika sangat mudah dan bisa dilakukan oleh siapa saja. Paprika merupakan satu jenis sayuran yang dapat ditanam di daerah dengan dataran tinggi dengan hawa yang sejuk. Pengaruh cuaca di dataran tinggi akan membuat produksi paprika lebih maksimal.

Kebutuhan paprika semakin terus meningkat karena sering digunakan sebagai salah satu bahan tambahan untuk memasak. Banyaknya kebutuhan paprika membuat potensi dari budidaya paprika sangat menguntungkan untuk dijalani.

Bagi Anda yang ingin menjalankan budidaya paprika di bawah ini ada beberapa hal penting yang perlu Anda perhatikan.

Pemilihan Benih

Pemilihan Benih paprika

Sebelum melakukan proses penanaman Anda harus memilih bibit atau benih paprika dengan kualitas yang bermutu tinggi. Masa kadaluarsa perlu diperhatikan supaya Anda mendapatkan benih paprika yang tepat. Benih yang digunakan juga harus memiliki vigor atau daya kecambah tinggi. Penaman bibit parprika menggunakan media tanah yang lembut. Selain itu Anda juga bisa menggunakan serbuk sabut kelapa.

Berikut adalah tahapan pembuatan benih, antara lain :

  • Benih direndam terlebih dahulu dengan air kuku hangat selama ± 30 menit, sambil menunggu kami menyiapkan media pembibitan yang akan digunakan.
  • Basahi media dengan air bersih dan pastikan media basah secara merata dan biarkan selagi air berlebih menetes.
  • Buat lubang kecil di rockwool-Grodan (saat menggunakan Rockwool) atau garitan kecil yang bersilangan di
  • Sekam (saat menggunakan sekam bahan bakar) sehingga membentuk persegi dengan jarak ± 2 cm.
  • Tempatkan benih satu per satu di setiap lubang dengan posisi calon lembaga (titik pertumbuhan menghadap ke bawah ± 0,5 cm menggunakan pinset, setelah semua benih ditabur kemudian tutup dengan mulsa plastik.
  • Benih ditempatkan di ruang perkecambahan, selama suhu kabinet pembibitan optimal pada 20-25ºC dengan RH 70% -90%. Temperatur dan RH dapat disesuaikan dengan memasang lampu jika suhunya rendah dan jika kelembaban rendah semprotkan air ke dalam lemari pembibitan menggunakan sprayer tangan.
  • Benih akan berkecambah dalam waktu ± 7 hari, mulsa plastik dibuka kemudian benih dipindahkan ke tempat di mana ada cahaya sambil mempertahankan suhu dan kelembaban.
  • Biji dengan coteledon tumbuh sempurna, dipindahkan ke polybag 15 x 15 cm yang telah dibasahi dengan larutan nutrisi (JORO A & B Mix) dengan EC. 1,5 mS / Cm dan pH. 5.5.
  • Pembibitan / pembibitan meliputi penyiraman 1-2 kali sehari (tergantung pada cuaca, fase pertumbuhan bibit, dan media yang digunakan), mengendalikan hama dan penyakit selama pembibitan seperti perjalanan, tungau, penambang daun, kecambah, dll.) dan sama pentingnya untuk mengatur ulang jarak antar tanaman sehingga daun tanaman tidak saling menutupi.
  • Benih siap ditanam di rumah kaca produksi setelah ± 21 hari dalam polybag atau ± 5 helai.

Pemeliharaan

Setelah benih di tanam proses selanjutnya adalah perawatan dan pemeliharaan dari tanaman paprika itu sendiri. Pemeliharaan bisa dilakukan dengan pemberian pupuk. Pemberian pupuk akan membuat tanaman paprika dapat tumbuh lebih subur sehingga akan menghasilkan paprika dalam jumlah banyak. Selain pemberian pupuk Anda juga harus rutin untuk melakukan proses penyeperotan obat hama.

Persiapan Tanam

  • Sebelum media ditempatkan, media terlebih dahulu dimasukkan ke dalam polybag atau lempengan atau pot plastik.
  • Saat menggunakan lempengan plastik, ukuran biasanya 100 x 25 cm dan jika menggunakan polybag, ukurannya 35 x 40 cm
  • Media yang biasa digunakan adalah sekam bakar, rockwool-grodan atau cocopeat.
  • Mulsa plastik dipasang di permukaan bedengan atau diangkut dengan piring / polybag sehingga tanaman tidak mencemari / masuk ke tanah.
  • Kemudian media disusun dalam rumah kaca sesuai dengan jarak yang diinginkan (di Lembang standar antara bedengan ± 140 cm dan antar tanaman ± 50 cm).
  • Buat lubang tanam dengan diameter ± 15 cm di permukaan pelat (jika menggunakan sistem pelat). Saat menggunakan polybag, buat lubang tanam sesuai dengan ukuran polybag yang digunakan untuk perawatan di kamar bayi.
  • Media dibasahi dengan larutan nutrisi / pupuk dengan EC 1.5 dan pH 5.5 sampai benar-benar jenuh.
  • Di lubang tanam yang telah disiapkan, taburkan Furadan 3G sebanyak ± 2 gram / lubang tanam untuk pencegahan serangan Nematode.
Baca Juga:  √ Teknik Cara Budidaya Unggas Ayam Petelur (100% Hasil)

Tahap selanjutnya adalah benih siap dipindahkan ke rumah kaca atau media tanam. Sebelum benih diletakkan di bagian bawah polybag, mereka dipotong dengan hati-hati agar akar benih tidak pecah atau rusak. Kemudian benih diletakkan di lubang tanam yang telah disiapkan.

Untuk menghindari kelebihan air dan tumpukan garam di media, satu hari setelah transplantasi lubang drainase dibuat di bagian bawah slab / polybag.

Penyiraman Dan Pemupukan (Fertigasi)

Pemupukan dan penyiraman (fertigasi) dalam budidaya sistem hidroponik biasanya dilakukan secara bersamaan. Teknik pemupukan dapat dilakukan dengan menggunakan sistem irigasi manual atau tetesan air, namun yang terbaik untuk pemupukan adalah sistem irigasi tetes berkualitas baik sehingga pemupukan dapat didistribusikan secara merata, tenaga kerja tidak terlalu banyak, menghemat waktu.

Ada beberapa hal yang perlu Anda diperhatikan:

  • Kualitas air (sumber air / sumur / mata air), harus bersih dan bebas dari penyakit / bahan kimia
  • Kualitas pupuk / nutrisi (komposisi hara harus sesuai dengan kebutuhan tanaman, pupuk yang digunakan memiliki kelarutan 100%)
  • Waktu, volume dan frekuensi fertigasi
  • Jenis tanaman yang ditanam
  • Jenis media yang digunakan

Khusus tentang nutrisi untuk sistem hidroponik, nutrisi yang tersedia siap digunakan di toko pertanian seperti A & B MIX yang ada untuk berbagai komoditas (selain Paprika ada juga A & B MIX untuk Tomat, Melon, Ketimun, Ketimun, Ketimun, Mawar, Anggrek Mawar dll) yang sangat mudah dalam aplikasi lengkap nutrisi makro dan mikro yang dibutuhkan oleh tanaman.

Pengendalian Hama Dan Penyakit

Memantau serangan hama dan penyakit penting karena akan diketahui:

  • Serangan apa yang terjadi
  • Seberapa berat serangannya
  • Tindakan apa yang akan diambil
  • Kapan kontrol akan dilakukan

Pengalaman petani baru-baru ini memiliki beberapa hama dan penyakit yang sering menyerang.  Seperti : Thrips, tungau, kutu daun, penambang daun, ulat, virus, layu fusarium, layu bakteri, bubuk leleh, bintik-bintik daun, penyakit fisiologis (kurang nutrisi) dan sebagainya.

Pencegahan dan Pengendalian

  • Jaga kebersihan, buang sisa tanaman / gulma jauh dari lokasi rumah kaca / taruh di tempat sampah dan bakar.
  • Sterilisasi rumah kaca (gunakan lysol, formalin, dan pestisida) harus dilakukan pada awal setiap musim tanam / sebelum penanaman dimulai.
  • Pasang bak mandi yang rusak dengan kaki untuk mencegah masuknya telur / larva hama dan patogen yang dibawa oleh penyakit alas kaki.
  • Menggunakan varietas tahan
  • Tumbuhan yang sakit (virus, bakteri) dimasukkan ke dalam kantong / karung plastik dan dibuang dari lokasi rumah kaca / dibakar.
  • Secara biologis, dengan memanfaatkan musuh alami (predator), tetapi metode ini di Indonesia masih jarang dilakukan.
  • Gunakan susu skim (kandungan protein minimal 35%) dengan konsentrasi 100 gram / 1 liter air untuk menghindari penularan virus selama miwil (prunning)
  • Kimia (pestisida), ini akan baik jika penggunaannya tepat dalam memilih jenis, konsentrasi dan volume semprotan. Selain itu bisa berdampak buruk jika penggunaannya salah. Untuk menghindari kesalahan, diperlukan pengetahuan teknis dan nozel yang berkualitas tinggi.
  • Kendalikan dengan taman di sekitarnya (kebun tetangga) sehingga pengendalian hama dan penyakit mungkin lebih efektif

Satu hal yang perlu diperhatikan adalah efek pestisida terhadap kesehatan petani, konsumen dan lingkungan. Untuk menghindari hal ini, Anda harus menggunakan peralatan keamanan seperti pakaian / pakaian semprot, sarung tangan, masker, kacamata dan keamanan lainnya.

Pemanenan

Buah paprika dapat dipanen setelah 2 minggu bakal buah muncul. Buah paprika yang dapat dipanen biasanya memiliki warna merah, kuning, hdan hijau. Setiap jenis varietas paprika biasanya menghasilkan buah paprika dengan warna yang berbeda-beda.

Kandungan Paprika

Paprika mengandung banyak antioksidan dan vitamin C (150-250 mg / 100 g). Kandungan karoten (seperti likopen) dalam paprika merah sembilan kali lebih banyak. Paprika merah juga mengandung vitamin C dua kali lipat dari paprika hijau.

Daerah Penanaman

Budidaya Paprika Hidroponik di Indonesia banyak dibudidayakan di daerah tertentu, antara lain :

Baca Juga:  √ Panduan Cara Menanam Kembang Kol Dengan Mudah Bagi Pemula

Jawa Barat :

  • Kabupaten Bandung Barat, sekitar Kec. Cisarua dan Kec. Parongpong (24 ha), Desa Cikidang (400m2)
  • Kabupaten Cianjur, sekitar perkebunan Gedeh dan Cipanas (2,5 ha)
  • Kabupaten Bogor, sekitar Megamendung (1 ha)
  • Kabupaten Garut, sekitar daerah Cikajang (1 ha)

Jawa Tengah : Wonosobo (1 ha)

Jawa Timur : Kota Batu (3 ha)

Bali : sekitar Bedugul (1 ha)

Nusa Tenggara Barat : daerah Sembalun, kaki Gunung Rinjani (14 ha) Sulawesi Selatan: Kabupaten Bantaeng, Loka, Sekitar perkebunan Stroberi.

Analisa Usaha Budidaya Paprika

Beberapa hal penting yang perlu diperhatikan dalam menjalankan peluang bisnis budidaya paprika dapat Anda perhatikan di atas. Bagi Anda yang ingin budidaya paprika sebenarnya tidak hanya memperhatikan persiapan apa saja yang perlu diperhatikan.

Namun Anda juga perlu mengetahui persiapan modal dalam menjalankan bisnis budidaya paprika. Persiapan modal dalam menjalankan bisnis budidaya paprika dapat anda lihat dari hitungan analis usaha budidaya paprika di bawah ini.

Peralatan dalam budidaya paprika

  • Masa penggunaan sewa lahan selama kurun waktu 1 tahun.
  • Masa penggunaan pompa air selama kurun waktu 1 tahun.
  • Masa penggunaan mesin hand sprayer selama kurun waktu 5 tahun.
  • Masa penggunaan gembor air selama kurun waktu 1.5 tahun.
  • Masa penggunaan sabit selama kurun waktu 2 tahun.
  • Masa penggunaan pisau selama kurun waktu 2 tahun.
  • Masa penggunaan gunting selama kurun waktu 2 tahun.
  • Masa penggunaan golok selama kurun waktu 1.5 tahun.
  • Masa penggunaan cangkul selama kurun waktu 3 tahun.
  • Masa penggunaan gerobak dorong selama kurun waktu 2.5 tahun.
  • Masa penggunaan timba selama kurun waktu 2 tahun.
  • Masa penggunaan wadah untuk bibit selama kurun waktu 6 tahun.
  • Masa penggunaan peralatan tambahan selama kurun waktu 2 tahun.

Investasi budidaya paprika

Peralatan

Harga

Sewa lahan

Rp.       4.500.000

Pompa Air

Rp.      1.500.000

Mesin hand spryer

Rp.          600.000

Gembor air

Rp.          120.000

Sabit

Rp.            80.000

Pisau

Rp.            50.000

Gunting

Rp.            40.000

Golok

Rp.            75.000

Cangkul

Rp.          120.000

Gerobak dorong

Rp.          450.000

Timba

Rp.            50.000

Wadah untuk bibit

Rp.          100.000

Peralatan tambahan

Rp.          150.000

Jumlah Investasi

Rp.      7.835.000

Biaya Operasional per Bulan

Penyusutan

Biaya

Pengeluaran

Penyusutan sewa lahan 1/30 x

Rp. 4.500.000

Rp.      150.000

Penyusutan pompa air 1/30 x

Rp. 1.500.000

Rp.        50.000

Penyusutan mesin hand spryer 1/30 x

Rp.    600.000

Rp.        20.000

Penyusutan gembor air 1/30 x

Rp.    120.000

Rp.          4.000

Penyusutan sabit 1/30 x

Rp.      80.000

Rp.          2.667

Penyusutan pisau 1/30 x

Rp.      50.000

Rp.          1.667

Penyusutan gunting 1/30 x

Rp.      40.000

Rp.          1.333

Penyusutan golok 1/30 x

Rp.      75.000

Rp.          2.500

Penyusutan cangkul 1/30 x

Rp.    120.000

Rp.          4.000

Penyusutan gerobak dorong 1/30 x

Rp.    450.000

Rp.        15.000

Penyusutan timba1/30 x

Rp.      50.000

Rp.          1.667

Penyusutan wadah untuk bibit 1/30 x

Rp.    100.000

Rp.          3.333

Penyusutan alat tambahan 1/30 x

Rp.    150.000

Rp.          5.000

Total Biaya Tetap

Rp.      261.167

Biaya Variabel

Barang

HargaJumlah

Total

Bibit paprika

Rp.         60.000

30

Rp.      1.800.000

Pupuk alami

Rp.         30.000

30

Rp.          900.000

Pupuk buatan

Rp.         32.000

30

Rp.          960.000

Karung

Rp.         14.000

30

Rp.          420.000

Pestisida hama

Rp.         34.000

30

Rp.      1.020.000

Pestisida rumput

Rp.         32.000

30

Rp.         960.000

Pekerja

Rp.      250.000

30

Rp.      7.500.000

Bambu

Rp.         50.000

30

Rp.      1.500.000

Tali

Rp.          7.000

30

Rp.          210.000

Plastik bedengan

Rp.         60.000

30

Rp.      1.800.000

Biaya Variabel

Rp.     11.760.000

Total Biaya Operasional

Biaya tetap + biaya variabel

Rp.      12.021.167

Pendapatan per Bulan

Hasil per Kg

Kalkulasi per hariHarga

Total

    70    kg

  1 hariRp.        10.000Rp.           700.000
2100    kg30 hariRp.      700.000

Rp.      21.000.000

Keuntungan per Bulan

Laba = Total Pendapatan – Total Biaya Operasional

Rp. 21.000.000 – Rp. 12.021.167 = Rp. 8.978.833

Lama Balik Modal

Total Investasi atau Keuntungan = Rp. 7.835.000 : Rp. 8.978.833 =  30 Hari

Jadi, dari hitungan analisa usaha yang disediakan di atas Anda dapat mengetahui rincian biaya apa saja yang diperlukan dalam menjalankan budidaya paprika. Agar budidaya paprika menghasilkan buah dengan kualitas yang unggul sebaiknya Anda rutin melakukan penyemprotan obat hama.

Demikian tadi mengenai Peluang Usaha Budidaya Paprika Berikut Analisa Usahanya. Semoga hasil panen yang diperoleh semakin banyak. Selamat Mencoba