Cara Menanam Bawang Putih : Isi Bawang Putih, Manfaat, Pemeliharaan Dan Panen

4 min read

Cara Menanam Bawang Putih

Cara Menanam Bawang Putih : Isi Bawang Putih, Manfaat, Pemeliharaan Dan Panen – Pada kesempatan ini Kebun.co.id akan membahas tentang Cara Menanam Bawang Putih. Yang mana dalam pembahasan kali ini menjelaskan Cara Menanam Bawang Putih bagi pemula dengan secara singkat dan jelas. Untuk lebih jelasnya simak artikel tentang Cara Menanam Bawang Putih berikut ini.


Cara Menanam Bawang Putih : Isi Bawang Putih, Manfaat, Pemeliharaan Dan Panen


Ada salah satu rempah yang “hampir” terdapat disetiap masakan membuat permintaan pasokan bawang putih tidak pernah putus. Terlebih berbagai manfaat bawang putih yang ditawarkan sangat bermanfaat untuk kesehatan badan serta berguna untuk kecantikan kulit.

Pembudidayaannya juga dilakukan secara besar – besaran. Buat pembudidayaannya sangat gampang serta pastinya murah meriah. Cuma membutuhkan lahan serta bawang putihnya saja.

Tetapi untuk pendatang baru yang mau berupaya menanamnya serta tidak mempunyai lahan tanah yang luas, coba tanam memakai wadah semacam pot ataupun polybag saja. Kualitas bawang putih yang di hasilkan sama dengan yang di tanam pada lahan luas.


Isi Bawang Putih

Tidak cuma jadi faktor penting buat cita rasa masakan, bawang putih pula mempunyai segudang khasiat buat kesehatan. Bawang yang masih bersaudara dengan bawang merah ini pula ialah asli budidaya Asia Tengah.

Sehingga budidaya bawang putih sudah tidak asing lagi di Indonesia. Tetapi, mereka pula dapat berkembang produktif di Italia serta wilayah selatan Perancis.

Dalam satu bonggol ataupun bulatan bawang putih, ada kira – kira 1 – 10 siung. Dimana tiap siungnya memiliki berat sampai 6 – 8 gr. Hingga, per 100 gr bawang putih, kira – kira memiliki :

  • 4 kalori
  • 1 gr karbohidrat
  • 0, 2 gr protein
  • 0, 1 gr serat
  • 0, 1 mg mangan (setara dengan 3% kebutuhan setiap hari badan)
  • 0, 9 mg vit C (setara dengan 2% kebutuhan setiap hari badan)
  • 5, 4 mg kalsium (setara dengan 1% kebutuhan setiap hari badan)
  • 0, 4 mikrogram selenium (setara 1 % kebutuhan setiap hari badan)
  • Sederet antioksidan semacam flavonoid, oligosakarida, serta asam amino.

Tidak cuma itu, bawang putih pula mempunyai isi senyawa sulfur aktif semacam alliin, allyl propyl disulfide, dialil disulfida, serta dialil trisulfida.

Manfaat Bawang Putih Untuk Kesehatan

  • Merendahkan Kolestrol
  • Mengatur Tekanan Darah
  • Menyehatkan Jantung
  • Merendahkan Resiko Kanker
  • Melindungi Kesehatan Otak
  • Menanggulangi Jerawat
  • Menguatkan Tulang
  • Melawan Radang, Pilek, serta Bantuk
  • Menanggulangi Rambut Rontok

Cara Menanam Bawang Putih


Cara Menanam Bawang Putih Sangat Efektif

Tentukan Posisi Penanaman Bawang Putih yang Tepat

Kamu tentu mau memperoleh hasil yang optimal kala nanti bawang putih di panen, supaya mendapatkan hasil yang optimal, maka sebaiknya bawang putih diusahakan untuk berkembang di area yang cocok dengan ketentuan tumbuhnya.

Beberapa faktor sangat memastikan gimana tumbuhan bawang putih bisa berkembang dengan optimal seperti faktor tanah serta faktor udara. Berikut syarat – syarat yang wajib dipadati pada posisi yang akan ditanam oleh bawang putih, antara lain:

  • Tumbuhan bawang putih sangat sesuai buat ditanam di posisi tanah yang produktif, gembur serta memiliki banyak bahan – bahan organik, semacam alluvial, regosol serta latosol
  • Upayakan posisi tempat penanaman bawang putih dari tanah yang berlempung ataupun yang mempunyai pasir yang ringan, sebab hasilnya nanti hendak lebih bagus serta optimal dibanding saat bawang putih ditanam di keadaan tanah yang liat, bawang putih pula membutuhkan tanah yang mempunyai sistem drainase ataupun pengairan yang baik, jangan sampai tumbuhan bawang putih tergenang oleh air.
  • Tanah pada posisi wajib mempunyai pH tanah berkisar antara 5,5 sampai 7,5. Angka pH yang cocok buat bawang putih umumnya terletak di pH netral antara 6,5 hingga 7
  • Bawang putih bisa di tanam di posisi yang mempunyai udara kering dengan mempunyai temperatur 15 hingga 20 derajat celcius dengan curah hujan sebesar 110 sampai 200 milimeter perbulannya ataupun 800 hingga 2.000 pertahun. Untuk itu bawang putih hendaknya ditanam di dataran tinggi dengan mempunyai ketinggian di kisaran 700 sampai 1000 mdpl
Baca Juga:  √ Panduan Cara Budidaya Timun Suri Agar Berbuah Lebat

Pengolahan Lahan Tanam pada Bawang Putih

Berikutnya saat kamu telah melakukan penentuan posisi tanam, selanjutnya kamu olah tanah yang ada pada lahan tersebut.

Pertama – tama kamu siapkan cangkul, cangkul ini berperan buat menggemburkan tanah supaya tanah jadi produktif, sehabis proses penggemburan tanah, berikutnya pada awal penanaman, kamu lakukan pemupukan dengan memakai jenis pupuk kandang.

Setelah tanah digemburkan dengan cangkul tadi, maka berikutnya kamu lakukan pengecekan pH tanah, apabila saat kamu mengecek tanah serta jumlah pH tanahnya terletak dibawah angka 5, maka ada baiknya kamu melakukan pengapuran terlebih dulu buat meningkatkan keasaman pH tanah.

Proses pengapuran serta pengolahan tanah dengan cangkul bisa dicoba secara bersamaan. Untuk proses pengolahan tanah bisa dicoba pembuatan gundukan tanah dengan panjang cocok dengan jumlah tumbuhan bawang yang hendak ditanam serta mempunyai luas sebesar 125 centimeter.

Jika semuanya sudah siap, maka kamu lubangi gundukan tanah tadi yang hendak diisi oleh bibit bawang putih.


Cara Memilih Jenis Bawang buat Ditanam

Terdapat 2 jenis tumbuhan bawang putih yang bisa dibudidayakan sendiri di rumah. Jenis bawang putih tersebut ialah :

  • Softneck
  • Hardneck.
  • Bawang dengan jenis softneck mempunyai wujud daun yang menjuntai ke dasar.
  • Sedangkan itu hardneck mempunyai batang tegak serta keras kemudian di tengahnya ada umbi bawang.
  • Bawang softneck dinilai lebih gampang buat ditanam serta dibesarkan di wilayah dengan cuaca cenderung panas.
  • Hasil yang bisa dipanen umumnya kecil – kecil serta mempunyai rasa yang kuat.
  • Di sisi lain, hardneck sesuai ditanam di wilayah dingin cenderung bersalju.

Penanaman

Untuk bibit, umbi tersebut ditaruh dulu selama 3 bulan, setelah itu, kulit pembalut umbi bawang putih dikupas, kemudian siungnya dipotong, bila terlihat titik bercorak hijau maka bibit siap tanam.

Siung besar memerlukan jarak tanam renggang dekat 15 x 10 centimeter. Tiap lubang ditanam satu bibit serta diusahakan supaya 2/3 bagian yang terbenam ke dalam tanah dengan posisi tegak lurus.

Posisi siung jangan hingga terbalik, karena walaupun masih bisa rubuh, namun pertumbuhannya tidak sempurna.

Baca Juga:  √ Panduan Cara Menanam Pamelo Merah Agar Cepat Berbuah

Pemupukan

Pemupukan dapat memakai pupuk organik serta pupuk non organik. Buat pupuk organik dapat menggunakan pupuk kandang dengan dosis 10 – 20 ton/ha sebaliknya dosis buat pupuk non organik dapat dengan 200 kilogram N, 60 kilogram K20, 180 kilogram P2O5 serta 142 kilogram S buat luasan perhektar.

Pemberian dicoba secara bertahap, ialah pada disaat tanam, pembuatan tunas serta pembuatan umbi ialah dikala tumbuhan berusia 15,30 serta 40 hari.

Penyiangan

Pada penanaman bawang putih, penyiangan serta penggemburan bisa dicoba 2 kali ataupun lebih. Penyiangan serta penggemburan yang awal dicoba pada dikala tumbuhan berusia 2 – 3 minggu sehabis tanam.

Ada pula penyiangan selanjutnya dilaksanakan pada usia 4 – 5 minggu sehabis tanam. Apabila gulma masih bebas berkembang, butuh disiang lagi. Pada disaat umbi mulai tercipta, penyiangan serta penggemburan wajib dicoba dengan hati – hati supaya tidak mengganggu pangkal serta umbi baru.

Pembubunan

Dalam penanaman bawang putih perlu dicoba pembubunan. Pembubunan paling utama dicoba pada tepi bedengan yang seringkali longsor saat diairi.

Pembubunan hendaknya mengambil tanah dari selokan/parit di sekitar bedengan, supaya bedengan jadi lebih besar serta parit jadi lebih dalam sehingga drainase jadi wajar kembali.

Pembubunan pula berperan membetulkan struktur tanah serta pangkal yang keluar di permukaan tanah tertutup kembali sehingga tumbuhan berdiri kokoh serta dimensi umbi yang dihasilkan bisa lebih besar – besar.

Pemeliharaan OPT

OPT yang melanda tumbuhan bawang putih sangatlah bervariatif, di antara lain merupakan Fusarium sp, Alternaria porii, Thrips tabaci, Spodoptera exigua (ulat bawang), Onion Yellow Dwarf Virus (OYDV) dsb.

Buat mengatur OPT tersebut dapat dicoba dengan pemakaian benih yang sehat, musuh natural, sanitasi yang baik serta pemakaian pestisida cocok ambang pengendalian.


Panen

Bawang putih yang hendak dipanen wajib mencapai cukup usia. Bergantung pada varietas serta wilayah, usia panen yang biasa dijadikan pedoman merupakan antara 90 – 120 hari.

Karakteristik bawang putih yang siap panen merupakan sampai 50 persen daun sudah menguning/kering serta tangkai batang keras.

Cara panen bisa dicoba dengan pencabutan langsung paling utama pada tanah yang ringan serta pencukilan dicoba pada tanah – tanah bertekstur agak berat. Hasil tumbuhan diikat sebanyak 30 tangkai masing – masing ikat serta dijemur sepanjang 1 – 2 minggu.

Setelah pemanenan, lahan bisa ditanami kembali sehabis dibiarkan selama beberapa minggu serta diolah terlebih dulu ataupun bisa pula ditanami tumbuhan yang lain buat melaksanakan rotasi tumbuhan.

Pasca Panen

Setelah dipanen coba pengumpulan dengan cara mengikat batang semu bawang putih jadi ikatan – ikatan kecil serta dikeringkan buat melindungi dari kehancuran serta mutunya selalu baik.

Dalam jumlah kecil, bawang putih umumnya ditaruh dengan cara digantung ikatan – ikatannya di atas para – para. Dalam jumlah besar, triknya ialah ditaruh di dalam gudang. Gudang yang hendak digunakan wajib memiliki ventilasi supaya dapat terjadi peredaran udara yang baik.

Temperatur ruangan yang dibutuhkan antara 25 – 30oC. Bila temperatur ruangan sangat besar, hendak terjadi proses pertunasan yang cepat. Demikian penjelasan kami tentang Cara Menanam Bawang Putih dari kebun.co.id, semoga dapat bermanfaat dan menambah wawasan Anda.