Memaksimalkan Anakan Padi

2 min read

Memaksimalkan Anakan Padi

Memaksimalkan Anakan Padi – Pada kesempatan ini Kebun.co.id akan membahas tentang Memaksimalkan Anakan Padi.

Yang mana dalam pembahasan kali ini menjelaskan Memaksimalkan Anakan Padi bagi pemula dengan secara singkat dan jelas. Untuk lebih jelasnya simak artikel tentang Memaksimalkan Anakan Padi berikut ini.


Memaksimalkan Anakan Padi


Taukah Kamu kalau terdapat panduan serta metode perbanyak anakan padi? Tentu saja, upaya mengoptimalkan anakan padi ini jadi perihal berarti buat dapat memperoleh hasil panen dalam jumlah yang lebih banyak.

Terus menjadi banyak anakan produktif pada tumbuhan padi, maka hendak terus menjadi banyak bulir malai yang tercipta. Sehingga dikala panen, hendak diperoleh produksi yang sangat besar.

Oleh karena itu, terus menjadi banyak anakan padi, maka terus menjadi banyak pula hasil panen yang dapat dihasilkan.

Kemudian, gimana sih metode perbanyak anakan padi yang dapat Kamu terapkan?


Beberapa Cara Memaksimalkan Tanaman Padi

Membuat Media Yang Disukai Tumbuhan Padi

Pada lahan sawah tempat penanaman padi, buatlah lahan tersebut jadi media yang sangat disukai tumbuhan padi muda (bibit padi).

Dengan tujuan dikala pindah tanam, bibit padi tersebut tidak stress serta dapat langsung tumbuh.

Tumbuhan padi muda menggemari media yang tekstur tanahnya gembur serta bahan organiknya besar dan pada tanah tersebut bebas dari koloni jamur serta kuman pathogen.

Baca Juga:  Tanaman Hortikultura : Pengertian, Jenis dan Manfaatnya

Untuk itu semprotkan pupuk organik cair spesialis tumbuhan pangan sayur GDM pada tanah saat sebelum tanam.

Supaya tekstur tanah jadi gembur sebab kuman Micrococcus roseus berfungsi aktif menjadikan tanah keras jadi gembur serta produktif.

Dan 3 kuman kalangan Bacillus (ialah: Bacillus brevis, Bacillus mycoides serta Bacillus pumilus) dalam GDM sanggup menghasilkan enzim serta antibiotic buat melenyapkan koloni jamur serta kuman pathogen dalam tanah.

Penanaman bibit padi

Pada dikala penanaman bibit padi, jangan tanam bibit yang telah tua. Memilih bibit padi yang masih berumur muda, ialah antara 10-15 HSS (Hari Sehabis Semai).

Karena, bibit padi muda bisa kurangi stagnasi (menyudahi berkembang sedangkan) dan kemampuan buat memproduksi anakan hendak lebih banyak.

Berikan faktor hara dengan isi phosphor (p)

Berikan faktor hara yang memiliki isi phosphor (P) secepat mungkin (2 hari saat sebelum tanam). Faktor hara phospat bisa diperoleh dengan memakai pupuk anorganik.

Sesungguhnya, pada tanah mempunyai isi phospat yang besar, tetapi faktor phospat yang termasuk di pupuk anorganik maupun tanah tidak bisa terserap langsung oleh tumbuhan sebab terikat oleh tanah.

Memaksimalkan Anakan Padi


Memberikan faktor nitrogen pada fase vegetatif

Pemberian faktor nitrogen (N) pada fase vegetatif sangat berarti untuk perkembangan tumbuhan. Faktor N pula berfungsi dalam menolong pembuatan anakan padi.

Oleh sebab itu, dikala proses awal terbentuknya pembuatan anakan padi, faktor N ini wajib ada serta tidak boleh terlambat.

Faktor N bisa diperoleh dari bahan sintetis semacam Urea/ZA ataupun sesungguhnya diudara telah termasuk faktor N yang besar, ialah berkisar 78%.

Terapkan system intermitten buat pengairan tumbuhan padi

Pengairan yang wajib dicoba merupakan dengan mempraktikkan system intermitten (pengairan berselang membutuhkan pengaturan kapan lahan digenangi serta dikeringkan).

Baca Juga:  Ternak Murai : Petunjuk, Pemilihan, Kebersihan, Pakan, Pembibitan Dan Panen

Jaga pemberian air pada tumbuhan padi secara periodik, diairi kemudian dibiarkan hingga kering (tanahnya rusak rambut) kemudian diairi lagi, demikian seterusnya.

Jaga jarak tanam padi

Jarak tanam jangan sangat rapat, terlebih bila tanahnya produktif. Meski anakan hendak tercipta banyak.

Bila jaraknya sangat rapat umumnya anakan tersebut jadi kurang produktif. Jadi, sebisa mungkin pakai sistem tanam jajar legowo.

Berikan pupuk organik cair dikala padi berusia 10 hst

Berikan pupuk organik cair (POC) pada dikala tumbuhan padi berusia 10 HST serta diulangi tiap 10 hari sekali.

Sebab kuman yang termasuk dalam POC bisa menciptakan hormon tumbuhan/phytohormone (ZPT), paling utama yang memiliki sitokinin serta giberelin.

Demikian penjelasan kami tentang Memaksimalkan Anakan Padi dari kebun.co.id, semoga dapat bermanfaat dan menambah wawasan Anda.

Cara Menanam Blimbing Wuluh

Farming
2 min read

Cara Menanam Daun Bidara

Farming
3 min read

Cara Menanam Bambu

Farming
2 min read