Cara Membuat Bonsai Sancang dan Perawatannya Bagi Pemula

Bonsai Sancang : Cara Membuat dan Perawatannya Bagi Pemula

Posted on

Bonsai Sancang : Cara Membuat dan Perawatannya Bagi Pemula – Pada kesempatan ini Kebun.co.id akan membahas tentang Bonsai Sancang. Yang mana dalam pembahasan kali ini menjelaskan cara menanam bonsai sancang berikut cara perawatannya dengan secara singkat dan jelas. Untuk lebih jelasnya silahkan simak penjelasan berikut ini.

Bonsai Sancang : Cara Membuat dan Perawatannya Bagi Pemula

Sancang adalah salah satu tanaman liar yang mempuyai nama latin Premna Microphylla. Ciri-ciri dari tanaman sancang diantaranya yaitu daun tebal dan mempunyai warna hijau mengkilat serta mempunyai lebar daunnya mampi mencapai 7-10 cm. Tanaman bonsai yang satu ini sedang tren, dan banyak orang yang mencoba untuk membuat bonsai sancang.

Pohon sancang termasuk dalam salah satu jenis tanaman bonsai yang sangat populer. Yang unik dari tanaman sancang yaitu mempunyai daun yang bisa mengecil dan menjadi sangat kecil apabila dibandingkan dengan ukuran daunnya yang dilos. Pohon sancang ini dapat sangat mudah tumbuh melalui stek batang.

Pohon sancang juga bisa tumbuh ditempat yang lembab dengan penyinaran matahari secara penuh. Tanaman sancang ini berasal dari China juga Jepang namun tranaman sancang ini sudah banyak dikembangkan di Indonesia.

Persiapan Alat dan Bahan

Berikut ini adalah beberapa alat dan bahan yang dibutuhkan dalam membuat bonsai sancang, diantaranya yaitu:

  • Golok
  • Pot
  • Plastik
  • Tali Kawat
  • Paku

Proses Membuat Bonsai Sancang

Adapun langkah-langkah dalam membuat bonsai sancang, antara lain:

  1. Langkah awal yang perlu Anda lakukan yaitu menyiapkan calon tanaman atau istilah kerennya bakalan sancang yang akan diproses untuk menjadi bonsai.
    Agar mendapatkan calon tanaman yang bagus anda bisa mencangkok ataupun dengan cara men-stek dari pohon indukan yang baik dan juga sehat.
  2. langkah berikutnya yaitu menyiapkan media tanam berupa pot dengan diameter 35-40 cm yang kemudian kita isi dengan campuran tanah yang mengandung humus, pupuk kandang dan pasir, bisa juga menambahkan serbuk gergaji.
    Untuk media tanam ini setidaknya sudah Anda siapkan minimal 1 – 2 minggu sebelum Anda menanam, sehingga kandungan pada pupuk atau humus yang terkandung dalam tanah tersebut telah tercampur secara merata.
    Di dalam pot tersebut alangkah baiknya sudah disiapkan kawat sebagai penopang tanaman guna mempermudah kita dalam mendesain bonsai nantinya.
  3. Apabila media tanam ini sudah siap maka langkah selanjutnya adalah menamkan bakalan sancang hasil dari stek ataupun cangkokan anda sebelumnya.
  4. Di awal proses penanaman ini alangkah baiknya jauhkan bakalan sancang dari sinar matahari langsung dengan intensitas yang terlalu sering.
  5. Setelah bakalan mengeluarkan tunas serta daun yang cukup, maka selanjutnya langkah yang dituju telah tiba yaitu mendesain bonsai sancang sesuai dengan yang kita kehendaki.
    Hal yang perlu Anda perhatikan pada saat proses desain ini yaitu pada saat melilitkan kawat pada batang ataupun ranting tanaman.
    Ketika melilit jangan sampai Anda melilitkan kawat sampai melukai batang atau cabang tanaman, sebab tanaman bisa saja rusak atau bahkan mati.
    Tanaman sancang ini sensitive terhadap luka, Anda juga perlu perhatikan juga pada saat proses pemangkasan jangan sampai merusak tanaman.
  6. Tak hanya itu, kita juga perlu memperhatikan bagian akar, sebab akar tanaman sancang harus sering-sering dipotong agar tidak terjadi pembusukan.
  7. Proses pemotongan akar ini juga dapat membantu untuk merangsang pertumbuhan tanaman bonsai sancang, oleh sebab itu untuk anda disarankan agar akar sancang hendaknya dipotong kira-kira 6 bulan sekali.
  8. Langkah selanjutnya yaitu proses pemupukan, perlu Anda ketahui bahwa tanaman bonsai adalah tanaman yang rakus akan nutrisi makanan, apabila nutrisi makanannya tidak terpenuhi maka hal ini akan menghambat pertumbuhan tanaman sancang.
  9. Bahkan apabila kita tidak memperhatikan asupan gizi pada tanaman ini, selain hasilnya jadi tidak akan maksimal kemungkinan lainnya juga tanaman sancang ini akan mengalami kematian.
    Meski demikian, kadar pupuk yang diberikan juga harus sesuai dengan aturan, karena apabila pupuk terlalu banyak atau terlalu sering maka dikhawatirkan terjadi pembusukan pada akar bonsai sancang.
    Dengan pertimbangan tersebut alangkah baiknya pemupukan bonsai sancang bisa Anda lakukan paling banyak 1 – 2 minggu sekali.
  10. langkah terakhir yang takkalah penting yaitu pencegahan tanaman bonsai sancang dari serangan hama. Biasanya terdapat sejenis hama daun yang dapat menyerang dan dapat merusak tanaman bonsai sancang.
    Untuk mengatasi masalah tersebut kita harus melakukan penyemprotan hama Anda bisa melakukannya dengan menggunakan insektisida dengan intensitas yang kira-kira diperlukan.
Baca Juga:  Cara Menanam Buah Semangka

Cara Membuat Bonsai Sancang dan Perawatannya Bagi Pemula

Perawatan Tanaman Sancang

Anda bisa melakukan perawatan tanaman sancang dengan cara menyirami serta memberikan pupuk kandang supaya tanaman dapat/bisa tumbuh dengan baik. Biarkan tanaman sancang hidup dengan normal terlebih dahulu, saat nanti tanaman mulai memunculkan tunas baru maka proses pembonsaian bisa segera dikerjakan lagi.

Jika tunas baru sudah muncul Anda dapat melilitkan batang dengan menggunakan kawat dan di tarik kearah bawah agar diperoleh tanaman tumbuh dengan tidak normal. Lakukan prunning atau pemangkasan pada tanaman jika tanaman bonsai bancang tumbuh besar.

Demikian penjelasan tentang Bonsai Sancang : Cara Membuat dan Perawatannya Bagi Pemula. Semoga dapat bermanfaat dan menambah wawasan Anda. Selamat mencoba.