Cara Budidaya Tanaman Brokoli Bagi Pemula yang Baik

Cara Budidaya Tanaman Brokoli Bagi Pemula yang Baik

Posted on

Cara Budidaya Tanaman Brokoli Bagi Pemula yang Baik – Pada kesempatan ini Kebun.co.id akan membahas tentang Budidaya Brokoli. Yang mana dalam pembahasan kali ini menjelaskan caram budidaya tanaman brokoli bagi pemula dengan baik dan benar. Untuk lebih jelas dan dapat mudah unutk dipahami dapat Anda lihat artikel berikut ini.

Cara Budidaya Tanaman Brokoli Bagi Pemula yang Baik

Tanaman brokoli atau Brassica oleracea adalah tanaman sejenis sayuran yang tergolong kedalam Brassicaceae atau kubis-kubisan. Adapun bagian yang dapat dimakan dari tanaman ini yaitu kepala bunga yang tersusun rapat seperti cabang pohon dengan batang tebal, berwarna hijau serta dikelilingi dedaunan.

Kebanyakan bagi orang yang senang dengan brokoli akan memakannya dengan secara langsung atau mentah bisa juga dengan direbus karena rasanya yang nikmat. Bukan hanya dari rasanya yang lezat tentu dengan mengkonsumsi brokoli akan banyak manfaat yang terkandung didalamnya. Dimana sangat baik bagi kesehatan tubuh, mata, mencegah penyakit jantung, dan lain sebagainya.

Berikut ini adalah cara menanam atau budidaya tanaman brokoli bagi para pemula yang baik, antara lain yaitu:

Syarat Tumbuh

Persyaratan lokasi untuk menanam brokoli sangat penting karena tidak semua lahan yang baik digunakan sebagai media untuk menanam brokoli. Oleh karena itu, pilihlah tempat yang baik untuk menanam brokoli dan tempat yang baik untuk menanam brokoli.

Brokoli dapat ditanam di tempat yang tinggi karena suhunya yang baik untuk media tanam brokoli. Namun jika ditanam di dataran rendah masih bagus tapi menghasilkan buah yang kecil.

Persiapan Benih Brokoli

Tentunya saat menanam tanaman, langkah pertama yang harus dilakukan adalah memilih bibit yang akan ditanam. Anda bisa memilih bibit dari kebun terdekat dengan kualitas terjamin. Setelah memilih benih yang akan disemai, rendam dalam air hangat atau larutan fungisida selama 15 menit untuk menyebarkannya. Untuk benih yang terapung di atas air, yang terbaik adalah membuangnya, lalu rendam benih yang mengendap selama 12 jam agar berkecambah.

Baca Juga:  Panduan Cara Menanam Kembang Kol Dengan Mudah Bagi Pemula

Persemaian Benih Brokoli

Dalam hal ini, Anda bisa menggunakan kantong plastik untuk membuat bibit brokoli atau membuat kantong sederhana.

Anda bisa membuat bedengan dengan ukuran 100 cm hingga 120 cm sesuai kebutuhan, dengan cara melonggarkan terlebih dahulu dan mencampurkannya dengan pupuk atau kompos. Setelah itu, buka lubang untuk menanam benih dan tutupi dengan tanah atau kompos yang sudah dikeluarkan secara merata dari dalam tanah. Setelah tanam, tutupi dengan daun pisang, biarkan air meratakan tunas sampai tunas tumbuh, dan buang daun pisang tersebut.

Jika menggunakan polybag, siapkan terlebih dahulu media penyemaian dengan campuran kompos dan tanah. Bila sudah siap, Anda bisa memasukkan bibit ke dalam kantong plastik seperti bedengan.

Tentu saja, Anda harus menggunakan kantong plastik atau bedengan untuk menanam bibit agar tanah tetap lembap, dan menyiraminya secara rutin dua kali sehari sesuai kebutuhan.

Persiapan Lahan Tanam Brokoli

Setelah penyemaian selesai, Anda bisa menyiapkan area tanam brokoli dengan cara menghilangkan gulma atau mengganggu lahan. Kemudian longgarkan lahan dengan membajak atau bercocok tanam. Selanjutnya buat bedengan dengan lebar 1 meter, tinggi 30 cm, dan panjang yang bisa disesuaikan dengan kondisi tanah.Jarak kedua bedengan 40 cm.

Setelah bedengan dibuat, kompos atau pupuk dapat didistribusikan secara merata dengan dosis tertentu sesuai dengan kondisi areal tanam. Jika pH tanah kurang dari 5, Anda bisa menambahkan kapur dolomit.

Penanaman Brokoli

Setelah menyiapkan area tanam untuk brokoli, lalu keluarkan bibit brokoli di persemaian. Buat lubang pada bedengan lahan tanam brokoli untuk dimasukkan bibit brokoli. Taruh dengan perlahan dan hati-hati agar tidak rusak saat proses penanaman bibit brokoli.

Perawatan Tanaman Brokoli

Berikut beberapa cara merawat tanaman brokoli yang harus diperhatikan:

  • Penyiraman

Hal ini penting untuk diperhatikan saat menanam, dan Anda harus mengetahui kondisi tanah yang mudah terserap atau tidak terserap air. Karena akan mempengaruhi proses penyiraman, penyiraman yang berlebihan akan menyebabkan tanaman brokoli mudah busuk. Oleh karena itu penyiraman harus disesuaikan dengan kondisi dan tekstur media tanah.

  • Penyulaman

Setelah penyemaian harus memperhatikan kondisi benih setelah disemai.Jika ada cacat atau pertumbuhan tidak sempurna, segera gunakan benih yang ada untuk penyulaman. Hal ini dilakukan 2 minggu sebelum tanaman brokoli masuk agar tidak tertinggal selama proses pertumbuhan.

  • Penyiangan

Selain itu, Anda bisa merawat diri sendiri dengan cara mengatasi beberapa tanaman jahat dan gulma yang mengelilingi tanaman brokoli. Hal ini dapat dilakukan dalam 1 minggu penanaman pada tahap pertama, 3 minggu pada tahap kedua dan 5 minggu pada tahap ketiga. Setelah masa pembungaan, penyiangan berhenti.

  • Perempelan dan Pengikatan

Perempelan pada cabang tanaman brokoli dapat dilakukan sedini mungkin supaya kualitas dan ukuran bunga dapat tumbuh atau berkembang secara optimal dan baik. Bila sudah berbunga ikat daun yang berapa pada sekitaran bunga yang menutupi bunga agar bungan terlindug dari sinar matahari langsung.

  • Pemupukan Susulan

Anda bisa memupuk Susan blue dengan menggunakan 45 kg urea, 45 kg KCL, dan 90 kg TSP per hektar. Pemupukan dapat dilakukan pada saat kembang kol memasuki umur 1 minggu, 3 minggu dan 5 minggu, kembang kol ini dapat disebar pada tanaman pada jarak 10 sampai 15 cm dari batang.

Baca Juga:  Budidaya Seledri Hidroponik

Cara Budidaya Tanaman Brokoli Bagi Pemula yang Baik

Pemanenan Brokoli

Anda bisa memanen brokoli selama 55 hingga 100 hari, tergantung jenis benih yang Anda tanam.

Demikian penjelasan tentang Cara Budidaya Tanaman Brokoli Bagi Pemula yang Baik, semoga dapat bermanfaat dan menambah wawasan Anda. Selamat Mencoba.