Panduan Cara Budidaya Genjer Klasifikasi dan Manfaatnya

Panduan Cara Budidaya Genjer, Klasifikasi dan Manfaatnya

Posted on

Panduan Cara Budidaya Genjer, Klasifikasi dan Manfaatnya – Pada kesempatan ini Kebun.co.id akan membahas tentang Budidaya Genjer. Yang mana dalam pembahasan kali ini menjelaskan cara budidaya genjer, klasifikasi serta manfaatnya dengan secara singkat dan jelas. Unutk lebih jelasnya simak artikel berikut ini.

Panduan Cara Budidaya Genjer, Klasifikasi dan Manfaatnya

Genjer atau Paku Rawan (Limnocharis flava) merupakan sejenis tumbuhan sayur yang banyak ditemukan di perairan dangkal seperti sawah atau rawa.

Tumuhan genjer dapat tumbuh hingga mencapai ketinggian sekitar 1 ½ meter, dengan tangkainya panjang dan berongga, serta mahkota bunganya memiliki warna kuning. Perbanyakan Tanaman genjer dapat dilakukan melalui vegetatif dan juga dapt menanam menggunakan bijinya.

Klasifikasi ilmiah Genjer

  • Kerajaan: Plantae
  • Divisi: Magnoliophyta
  • Kelas: Liliopsida
  • Ordo: Alismatales
  • Famili: Limnocharitaceae (APG II), Alismataceae (APG III)
  • Genus: Limnocharis
  • Spesies: L. flava

Kandungan Gizi Genjer

Terdapat beberapa kandungan gizi dalam genjer per 100 gr, yaitu antara lain:

  • Energi 39 kkal
  • Protein 1.7 g
  • Karbohidrat 7.7 g
  • Kalsium 62 mg
  • Fosfor 33 mg
  • Zat besi 2.1 mg
  • Kardenolin
  • Flavonoida
  • Polifenol
  • Protein 1,7 g
  • Karbohidrat 7,7 g
  • Kalsium 62 mg

Manfaat Genjer

  • Dapat menjaga kadar gula darah yang membantu dalam pencegahan kolesterol.
  • Dapat membantu menambah energi dan sel-sel otot janin bagi ibu hamil.
  • Dapat menambah selera makan.
  • Dapat mencegah osteoporosis.
  • Dapat membantu mengikat lemak dan membuangnya melalui feses.
  • Dapat menjaga pertumbuhan dan kepadatan tulang serta gigi.
  • Dapat membantu melancarkan sirkulasi darah dan pembentukan sel darah merah yang rusak.
  • Dapat mencegah kanker kolon.
  • Dapat menghentikan pendarahan dan mempercepat penyembuhan luka.
  • Dapat meremajakan dan meregenerasi sel-sel kulit yang mati atau rusak.
  • Dapat menambah energi atau tenaga.
  • Dapat mencegah sel kanker dan mengurangi resiko penyakit jantung.

Cara Budidaya Genjer

Berikut panduan cara membudidayakan Genjer :

Memilih Bibit

Untuk mendapatkan bibit yang baik dan berkualitas. Maka harus mencabut bibit dari perairan lain atau mencabut tanaman muda pada bagian akar dari tanaman genjer yang sudah tua. Pemilihan tersebut harus teliti tanaman tidak boleh ada daun yang rusak. Serta terhindar dari cacat atau penyakit agar hasil yang di dapatkan maksimal.

Baca Juga:  Panduan Cara Budidaya Terong Ungu Agar Cepat Berbuah

Lahan Tanam

Jika penanaman genjer akan di lakukan di tanah gambut. Maka pengolahannya hampir sama dengan di sawah. Sebelum ditanami, lahan di bajak untuk menggemburkan tanah dengan memastikan ketinggian air minimal 10 – 15 cm.

Pemupukan dilakukan sehari sebelum penanaman apabila genjer di tanam di sawah agar bunga cepat tumbuh. Untuk menghasilkan helaian daun yang seragam. Apabila di tanam di rawa atau lahan gambut tidak perlu pemupukan karena dalam tanah sudah terdapat pupuk tersendiri.

Pembibitan

Anda tidak perlu repot membeli bibit genjer, karena bisa mencarinya sendiri yaitu anakan genjer yang tumbuh liar di alam dengan cara mencabut anakan ganjar dan akarnya serta titik genjer sendiri yang sebenarnya bisa dibudidayakan melalui benih, tapi cara pertama jauh. lebih cepat diaplikasikan mengingat kelenjar yang sudah tumbuh. Anda juga tidak perlu mengumpulkan anakan Genjer yang berukuran sama karena nantinya Genjer akan tumbuh dan bisa menghasilkan banyak anakan disekitarnya seperti tanaman padi titik pancang Genjer yang dikumpulkan dalam wadah berisi sedikit air agar bisa jaga kondisi tetap segar.

Penanaman

Bibit yang sudah siap tanam di tanam di lahan tanam dengan cara menekan akar kedalam tanah menggunakan jempol tangan dengan jarak tanam antar genjer sekitar 10 hingga 15 cm. Penanaman yang baik dilakukan pada sore hari ketika matahari telah redup sehingga mengurangi penguapan dan genjer tidak layu.

Pengairan

Yang dimaksud dengan irigasi disini adalah mengatur kebasahan sawah anda. Genjer masih bisa tumbuh asalkan lumpur di persawahan masih Luna dan tidak kering keras. Biasanya pada musim kemarau air surut dan lumpur mulai mengeras karena suhu panas dan juga penguapan air pada lumpur. pada kondisi ini anda hanya perlu mengairi secepatnya agar sludge bisa kembali melunak.

Sebaliknya saat musim hujan air akan sangat melimpah dan juga bisa menggenangi persawahan. Dalam hal ini Anda harus mengatur aliran irigasi agar air dapat sepenuhnya dan tidak menenggelamkan Genjer Anda. Selain air yang membanjiri sawah juga bisa menghanyutkan banyak unsur hara di lumpur akibat terbawa arus air.

Baca Juga:  Cara Menanam Daun Bawang : Langkah, Penyiraman, Pemupukan Dan Masa Panen

Cara Menanggulangi Hama

Salah satu hama utama pemakan genjer adalah keong sawah. Jika tidak terdapat tanaman padi atau rerumputan di sekitar lahan, maka keong otomatis akan memakan daun genjer dan juga akan bertelur pada batang atau genjer yang sifatnya kedap air. Oleh karena itu, hama keong sawah perlu diberantas. Anda tidak perlu khawatir karena cara menghilangkannya adalah dengan memetik langsung keongnya dan telurnya kemudian digunakan sebagai pakan ikan atau bebek. Sedangkan cara selanjutnya adalah menggunakan moluskisida tabur di sela-sela area tanaman, sehingga keong sawah akan mati dengan sendirinya.

Hama berikutnya yang dapat mengganggu tanaman Genjer Anda adalah ulat. Ulat ini sering menyerang jika Anda jarang menyiangi lahan pada tanaman Genjer Anda sehingga tanaman Genjer Anda dipenuhi oleh ulat, oleh karena itu untuk mengatasinya cukup dengan melakukan penyiangan atau dengan menggunakan insektisida alami seperti daun sirsak dan ampasnya.

Pemupukan

Meskipun secara alami genjer dapat tumbuh dengan baik tanpa adanya proses pembuahan, namun dalam pembudidayaannya tentunya kita mengharapkan hasil yang lebih baik atau lebih optimal. Untuk itu, Anda harus bisa melakukan pemupukan tambahan pada tanaman Genjer Anda. Pupuk yang digunakan bisa berupa tabur NPK atau tabur organik kemudian zpt auksin untuk merangsang pertumbuhan Genjer setelah panen.

Panduan Cara Budidaya Genjer Klasifikasi dan Manfaatnya

Perawatan Tanaman

Perawatan tanaman genjer sangatlah mudah hanya memberi pupuk kandang atau pupuk kompos setelah genjer berusia sekitar 20 hari dengan cara di tebar menyeluruh. Pengaturan irigasi haruslah benar karena tanaman genjer menyukai tempat yang memiliki ketersediaan air yang cukup. Lalu hal yang perlu dilakukan adalah penyiangan agar tanaman tidak terganggu dalam penyerapan zat hara oleh gulma.

Panen dan Pasca Panen

Panen dilakukan pada saat tanaman sudah mencapai umur sekitar 2 hingga 3 bulan dengan cara memetik bagian tangkai bunga dan bunganya atau mengambil bagian batang herba serta daunnya. Pemanenan dapat dilakukan 3-4 hari setelah pemanenan sebelumnya.

Demikian penjelasan tentang Panduan Cara Budidaya Genjer, Klasifikasi dan Manfaatnya. Semoaga dapat bermanfaat dan menambah wawasan Anda. Terima kasih.