√ Budidaya Jamur Tiram Untuk Pemula Mudah

4 min read

Cara Budidaya Jamur Tiram Untuk Pemula Mudah

Budidaya Jamur Tiram Untuk Pemula Mudah – Oke sahabat kebun, disini kita akan membahas tentang jamur tiram. Sekarang sudah tidak bisa dipungkiri lagi bahwa jamur tiram adalah sebuah usaha yang sangat menjanjikan. Banyak orang yang menjadikannya sebuah usaha untuk kegiatannya sehari-hari. Jika anda ingin menjadi salah satu petani jamur tiram, ada baiknya anda mempelajari hal tentang jamur tiram dengan seksama.

Jamur tiram atau Pleurotus Ostreatus mempunyai beberapa jenis antara lain tiram putih, tiram cokelat, tiram emas dan tiram abu-abu. Banyaknya peminat konsumsi jamur tiram di masyarakat ini membuat petani jamur tiram pun ikut menjamur. Disini kita akan membahas bagaimana cara budidaya jamur tiram yang baik agar bisa panen dengan sempurna dan sesuai harapan.

Budidaya Jamur Tiram Untuk Pemula Mudah

Mari kita bahas dengan lengkap dan bertahap cara budidaya jamur tiram yang benar. Cara ini berdasarkan dari petani jamur tiram yang sudah sukses melakukan pembudidayaannya.

Persiapan Kumbung

Hal ini mutlak dilakukan bagi anda yang ingin membudidayakan jamur tiram. Kumbung merupakan rumah atau tempat kita akan memelihara jamur tiram. Kumbung ini biasanya berupa sebuah bangunan yang terbuat dari kayu, bisa bambu atau papan dan berukuran relatif tergantung dari jumlah baglog yang akan anda buat.

Untuk atapnya disarankan memakai alang-alang atau genteng dan tidak diperbolehkan memakai asbes apalagi seng. Hal ini dilakukan agar kumbung tidak terlalu panas pada siang hari. Untuk lantainya sendiri disarankan dibiarkan saja tanah agar ketika kita melakukan penyiraman, air nya bisa langsung meresap ketanah.

Didalam kumbung nanti kita harus membuat rak bertingkat untuk menyusun baglog. Rak ini umumnya dibuat menggunakan bambu atau kayu agar lebih natural. Buatlah beberapa rak sesuai dengan ukuran kumbung yang anda buat, letakkan rak berjajar dan beri lorong antar rak untuk melakukan perawatan.

Ukuran rak biasanya dibuat dengan ketinggian ruang antar rak setidaknya tidak kurang dari 40cm dibuat 2-4 tingkat. Lebarnya 40cm dan panjang dari setiap ruas rak adalah 1 meter. Dengan ukuran tersebut 1 ruas rak bisa menampung 70 sampai 80 baglog.

Berikut gambar contoh Kumbung.

Menyiapkan Baglog

Jika kumbung sudah selesai, langkah selanjutnya adalah mempersiapkan baglog. Baglog merupakan sebuah media tempat tumbuh jamur tiram itu sendiri. Jadi pada baglog inilah kita membudidayakan jamur tiram. Baglog ini terbuat dari serbuk gergaji yang dibungkus plastik berbentuk silinder yang ujungnya diberi lubang  sedikit untuk tumbuhnya jamur keluar.

Berikut gambar contoh Baglog yang siap pakai.

Bagi anda yang bingung bagaimana cara mendapatkan baglog, tentu saja dengan membuatnya. Namun bagi pemula, membuat baglog sendiri tidak disarankan. Silahkan anda membeli baglog yang sudah siap pakai,  jadi anda tidak perlu repot-repot untuk membuatnya.

Baca Juga:  √ Pengertian Budidaya, Manfaat Beserta Contoh Budidaya

Sekarang banyak penjual baglog yang sudah jadi, harganya berkisar Rp 1.800 – Rp 2.500 / baglog. Anda dapat menghemat waktu dan pekerjaan tanpa harus membuat baglog sendiri, dengan demikian anda bisa fokus dalam budidaya dan perawatan saja.

Apabila anda sudah mendapatkan baglog yang sudah siap pakai, anda tidak bisa langsung menggunakannya, anda harus melakukan strelisisasi terlebih dahulu sebelum digunakan. Hal ini dilakukan agar bakteri dan jamur liar yang ada pada baglog mati. Caranya sangat mudah, anda cukup memanaskan baglog pada suhu yang tinggi antara 90°C sampai 120°C menggunakan drum besar selama kurang lebih 6 – 7 jam.

Perlu diketahui, dalam melakukan proses sterilisasi pada baglog diatas tidak bisa sembarangan. Air yang digunakan untuk proses tersebut tidak usah terlalu banyak, secukupnya saja. Kemudian tutuplah rapat-rapat menggunakan plastik dan pastikan tidak ada uap yang keluar agar tekanan yang dihasilkan maksimal. Untuk pengapian lebih efektif menggunakan kayu bakar atau ban bekas agar pencapaian suhu yang tinggi lebih cepat, namun jika tidak memungkinkan kita bisa menggunakan LPG.

Jika proses sterilisasi sudah selesai, matikan api dan biarkanlah baglog beberapa jam sampai suhunya kembali normal dan siap untuk disusun kedalam kumbung. Setelah proses ini selesai kita sudah bisa menyusunnya kedalam Kumbung.

Menyusun Baglog

Disini kita sudah masuk kedalam tahap penyusunan. Ada 2 tipe penyusunan baglog, yang pertama disusun secara vertikal dan yang kedua disusun secara horizontal. Dari 2 cara tersebut kebanyakan orang menyusunnya dengan cara horizontal yaitu dengan lubang berada disamping. Hal ini dilakukan agar perawatan menjadi lebih mudah ketika melakukan penyemprotan.

Setelah baglog disusun, harus didiamkan dulu sekitar 5 hari. Apabila sudah melewati 5 hari maka bukalah penutup baglog tersebut, biasanya berupa cincin atau kertas. Jika sudah dibuka penutupnya maka diamkan lagi sekitar 3 hari sebelum melakukan penyiraman atau penyemprotan. Sangat disarankan agar menyiram baglog dengan sistem kabut bukan tetesan air, jadi silahkan gunakan spray agar pertumbuhan jamur menjadi sempurna.

Anda bisa melakukan penyemprotan 2 -3 hari sekali, itu bertujuan agar suhu dan kelembaban kumbung terjaga. Kumbung tidak boleh panas, suhu yang harus dijaga didalam kumbung berkisar antara 16°C sampai 24°C. Usahakanlah agar suhu selalu berkisar pada angka tersebut.

Perawatan Jamur Tiram

Jika semua hal diatas sudah dilakukan, maka tugas kita selanjutnya adlah melakukan perawatan. Perawatan disini meliputi penyemprotan dan menjaga agar kumbung selalu sehat. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan agar Kumbung sehat, terutama dari Hama. Kita tidak bisa menyangkal bahwa pada proses ini hama bisa saja menjadi pengganggu yang menyebabkan gagal panen. Berikut cara mencegahnya.

  • Lingkungan
    Lingkungan merupakan faktor paling besar yang dapat menyebabkan tumbuhnya berbagai hama & penyakit. Untuk melakukan pencegahan kita dapat menyemprotkan formalin pada sekitar kumbung dengan teratur. Rawatlah daerah kumbung agar selalu bersih.
  • Ulat
    Hal selanjutnya yang harus diperhatikan adalah ulat, ulat memang selalu menjadi musuh semua tanaman. Jamur tiram juga bisa diserang oleh ulat, hama ini biasanya muncul dikarena kan kondisi kumbung yang sangat lembab, kotor serta kurang terawat. Untuk kita memang dituntut untuk selalu membersihkan kumbung bagian luar maupun dalam.
Baca Juga:  Budidaya Kopi : Panduan Lengkap Hasil Melimpah

Bersihkanlah rak dari bekas-bekas bonggol jamur atau jamur yang rusak dan tidak bisa dipanen agar jamur yang lain tidak ikut rusak. Ulat biasanya datang pada musim hujan, jika musim hujan datang maka hentikanlah penyemprotan dan berilah sirkulasi udara yang bagus didalam kumbung. Sirkulasi udara yang bagus dapat membantu menjaga kelembaban dan suhu kumbung pada musim hujan.

Panen Budidaya Jamur Tiram

Setelah melewati masa-masa diatas tibalah saat yang ditunggu-tunggu yakni pemanenan. Jamur tiram biasanya panen sekitar 2 minggu setelah disusun pada rak baglog. Jika baglog sudah ditumbuhi oleh miselium dengan sempurna bisa dipastikan 2 minggu setelahnya sudah bisa dipanen. Baglog jamur tiram berpotensi 5 sampai 8 kali panan asal dengan perawatan yang intensif. Umumnya 1 kg baglog dapat menghasilkan hingga 0,8 kg jamur tiram.

Jamur yang siap dipanen adalah jamur yang bentuknya sudah mekar sempurna serta ukurannya terlihat besar. Ujungnya seperti mahkota berwarna putih dan terlihat bersih. Lakukanlah pemanenan segera sebelum tudungnya pecah, karena apabila tudungnya pecah akan berubah warna kecoklatan dan akan mudah layu. Lakukanlah pemanenan kurang lebih 2 minggu sejak panen pertama.

Tips Budidaya Jamur Tiram

Disini ada beberapa tips agar budidaya jamur tiram ini menjadi sukses. Silahkan simak baik-baik.

  1. Carilah petani jamur tiram yang sudah profesional dan belajarlah darinya. Sering-seringlah bergaul dengan petani atau spesialis jamur tiram. Pelajari semua yang dibutuhkan, bergurulah dengan ahlinya.
  2. Persiapkan segala sesuatunya dengan baik mulai dari modal, tempat, waktu dan beberapa pengetahuan yang cukup.
  3. Carilah bibit yang baik untuk hasil yang lebih baik.
  4. Jangan pantang menyerah, selalu semangat dengan apa yang sudah dimulai. Jika menemukan kegagalan carilah solusinya dan jangan mudah putus asa, karena kegagalan adalah langkah awal dari kesuksesan.
  5. Disiplin dan banyak berdoa.

Membudidayakan jamur tiram sebenarnya tidaklah sulit, jika ada kemauan dan tekad yang kuat, maka akan berjalan dengan lancar. Semua hanya masalah waktu, jika kita tekun dan tidak mudah menyerah maka kita akan sukses untuk membudidayakannya. Mungkin sekian dari kami tentang Budidaya Jamur Tiram Untuk Pemula Mudah. Semoga informasi diatas dapat membantu anda yang ingin menjadi petani jamur tiram. Salam kebun.