Panduan Cara Budidaya Kedelai Serta Perawatannya

√ Panduan Cara Budidaya Kedelai Serta Perawatannya

Diposting pada

Panduan Cara Budidaya Kedelai Serta Perawatannya – Pada kesempatan ini Kebun.co.id akan membahas tentang Budidaya Kedelai. Yang mana dalam pembahasan kali ini menjelaskan panduan cara budidaya kedelai serta cara perawatannya dengan secara singkat dan jelas. Untuk lebih jelasnya simak asrtikel tentang budidaya kedelai dibawah ini.

Panduan Cara Budidaya Kedelai Serta Perawatannya

Kedelai merupakan salah satu jenis tanaman yang tergolong kedalam tanaman pangan. Kedelai tergolong kedalam famili Leguminosa atau kacang-kacangan yang biasa digunakan sebagai bahan baku dalam produksi tahu, tempe, susu kedelai dan lainnya. Melihat dari prosepek bisnis kedelai sangat bagus mengingat akan tinggi nilai ekonomi serta meningkatnya jumlah permintaan domestik.

Kebutuhan akan kedelai di Indonesia cukup signifikan sampai membutuhkan impor dari luar negri untuk memenuhi kebutuhan. Hal inilah yang menjadi peluang agar Indonesia tidak bergantung pada negara lain. Sebab kita mempunyai kondisi lahan yang subur dan luar serta iklim yang sangat cocok untuk menanam kedelai.

Budidaya Kedelai

Ada berbagai macam nama kedelai antara lain kacang bulu, kacang kedelai, kacang kuning, Demokam, kacang Jepang, Gedela dan lainnya. Tanaman ini bisa tumbuh pada berbagai jenis tanah dengan kualitas tanah dan drainase yang memadai.

Berikut ini adalah cara Budidaya Kedelai antara lain yaitu:

Syarat Tumbuh

  • Syarat tumbuh tanaman cocok pada lahan terbuka dengan daerah berhawa panas yang dapat hidup pada ketinggian sampai 1.200 mdpl.
  • Curah hujan kisaran 150-200 mm/ bulan dengan kelembapan rata-rata 65 %.
  • Dalam budidaya kedelai pH yang dibutuhkan kisaran 6-8.
Baca Juga:  √ Cara Mudah Budidaya Rayap Untuk Pakan Ternak Bagi Pemula

Pemilihan Benih Kedelai

Dalam memilih benih kedelai perlu dilakukan penyortiran dan penyimpanan benih. Benih dapat dipakai apabila kondisi bagus, utuh dan mempunyai potensi pertumbuhan yang tinggi dengan syarat sebagai berikut:

  • Sehat, tidak menularkan penyakit dan tidak terinfeksi jamur yang menyebabkan busuk
  • Varietas murni dan diketahui jenisnya
  • Memiliki potensi yang baik: tumbuh cepat dan serempak, kecambah yang sehat
  • Daya perkecambahan tinggi, yaitu 80% atau lebih.
  • Bernas, tidak kusut, utuh, dan kering
  • Bersih, tidak dicampur dengan benih rumput, kotoran dan biji tanaman lainnya.
  • Kebutuhan benih per hektar adalah antara 30 dan 50 kg, yang bergantung pada jarak yang digunakan, Ukuran biji (berat 100 biji) dan Daya tumbuh benih.

Pengolahan Lahan

Terdapat beberapa hal yang perlu dilakukan dalam pengelolahan lahan, antara lain yaitu:

  • Bila tekstur tanah berlumpur maka buatlah saluran drainase dengan jarak bedengan 3-4 meter dan panjang menyesuaikan kondisi lahan, lebar 50 cm dengan kedalam 30 cm.
  • Agar dapat tumbuh optimal dunakan mulsa (penutup tanah) agar dapat menekan gulma dan mempertahankan kelembapan.

Proses Penanaman Benih

Pada penanaman benih atau biji bisa langsug ditanam pada lahan dengan cara membuat lubang pada lahan dengan kedalaman 3 cm dan jarak menyesuaikan kondisi tanah. Pada setiap lubang dapat dimasukkan 2 benih kedelai yang ditutup dengan tanah tipis.

Panduan Cara Budidaya Kedelai Serta Perawatannya

Perawatan dan Pemeliharaan

Berikut ini adalah beberapa perawtan dan pemeliharaan yang dilakukan, diantaranya:

  • Penyulaman

Penyulaman bibit dilakuakn pada saat 1 minggu setelah tanam agar menggantikan benih kedelai yang mati atau tumbuh kurang optimal. Lakukan penyulaman segera mungkin agar tidak terjadi pertumbuhan yang sangat berbeda.

  • Penyiraman

Penyiraman dapat dilakukan pada pagi dan sore hari. Pada umur 0-5 hari tanaman kedelai membutuhkan air untul perkecambahannya, tahap awal generatif yaitu 15-20 hari, tahap pembungaan dan pembentukan benih pada umur 35-65 hari. Penyiraman dilakukan agar menghindari tanah kering atau berlumpur.

  • Penyiangan dan Penggemburan Tanah
Baca Juga:  √ Panduan Cara Membuat media persemaian hortikultura

Penyiangan gulma dapat dilakukan pada saat tanaman sudah memasuki usia 20 hari setelah tanam. Penyiangan pertama dapat dilakukan pada saat pemberian pupuk tambahan pada tanaman. Untuk penyiangan kedua dapat dilakukan pada saat tanaman selesai berbunga. Disamping itu lakukan penggemburan tanah secara perlahan agar tidak merusak akar tanaman.

  • Pemupukan Susulan

Pemupukan susulan dapat dilakukan pada umur 20 hari setelah tanam dengan dosis 50 kg/ Ha urea. Serta untuk meningkatkan prosuksi kedelai dapat diberikan Zat Pengatur Pertumbuhan (ZPT) dan Pupuk Pelengkap Cairan (PPC) sesuai dosis yang dianjurkan.

  • Hama dan Penyakit

Hama yang umumnya menyerang tanaman kedelai berupa ulat polong, ulat jengkal, ulat gulir, ulat mutiara, lalat kacang, polong kumbang, kumbang tanah merah, lalat terbang,  hama gudang, dan kumbang kuning. Sedangkan untuk penyakit umumnya mempengaruhi tanaman kedelai yaitu katai, busuk rhizoctonia, karat daun dan penyakit sapu.

Proses Panen Kedelai

Pada proses panen kedelai dapat dilakukan dengan beberapa faktor yakni varietas dan tinggi area tanam.pada dataran tinggi kedelai dapat dipanen sekitar 10 -20 hari dibandingkan pada dataran rendah. Adapun karakteristik dari tanaman kedelai pada umumnya dapat dipanen yaitu:

  • Tangkainya kering
  • Banyak daun mengering dan jatuh
  • Buahnya berwarna kuning kecoklatan

Demikian penjelasan tentang Panduan Cara Budidaya Kedelai Serta Perawatannya, semoga dapat bermanfaat dan menambah wawasan Anda.