Budidaya Mentimun Praktis, Mudah dan Menguntungkan

3 min read

Cara Budidaya Mentimun Praktis Mudah dan Menguntungkan

Budidaya Mentimun Praktis, Mudah dan Menguntungkan – Pada kesempatana ini Kebun.co.id akan membahas tentang Budidaya Mentimun. Yang mana dalam pembahasan kali ini menjelaskan cara budidaya mentimun mulai dari pemilihan bibit sampai panen dengan secara singkat dan jelas. Untuk lebih detainya silahkan simak penjelasan berikut ini.

Budidaya Mentimun Praktis, Mudah dan Menguntungkan

Sebelum membahas cara budidaya mentimun, terlebih dulu Anda mengenal mentimun. Mentimun dalam bahas latinnya Cucumis sativus adalah tanaman yang bisa beradaptasi pada berbagai jenis iklim.

Namun, budidaya mentimun lebih maksimal pada kondisi iklim kering dengan penyinaran penuh pada suhu kisaran 21 – 27 C. Sedangkan untuk ketinggian ideal budidaya mentimun adalah 1000 – 1200 meter dpl. Meskipun begitu mentimun masih bisa ditanam di daerah dataran rendah.

Cara Budidaya Mentimun

Untuk jenis budidaya mentimun organik sangat membutuhkan perawatan ekstra, karena tanaman ini rentan terhadap hama dan cuaca. Mentimun akan lebih bagus ditanam pada tanah yang mengandung hara organik cukup banyak. Tekstur tanah yang baik bagi tumbuh kembang tanaman ini berkadar liat rendah dengan pH 6 – 7.

Penyiapan benih mentimun

Budidaya mentimun biasanya dengan memperbanyak tanaman melalui biji. Cara mendapatkan benih yang baik yaitu dengan menyeleksi mentimun yang pangkalnya kecil namun buahnya panjang dan besar.

Biarkan buah mentimun tersebut masak atau matang dipohon. Kemudian setelah terlihat akan membusuk petik buah tersebut dan diamkan selama satu malam. Keesokannya buah dibelah dan dikerok bijinya. Lalu masukkan ke dalam wadah yang bersih dan biarkan kembali selama satu malam.

Selanjutnya, ayak biji mentimun di air mengalir sampai selaput yang menyelubunginya hilang. Untuk memudahkan pengelupasan selaput, campurkan halus abu pada benih tersebut. Pada waktu pengayakan lakukan sortasi biji tau pemilihan.

Pilih biji yang tenggelam, tidak hanyut terbawa aliran air. Kemudian jemur biji mentimun selama 2 hari. Setelah dijemur sebaiknya biji dikemas dalam botol kaca yang bersih. Simpan biji tersebut selama 1-2 bulan sebelum digunakan untuk menghilangkan masa dormannya. Benih yang disimpan dengan baik bisa bertahan hingga satu tahun.

Sehari sebelum budidaya mentimun dilakukan, siapkan benih dengan cara direndam dalam air hangat selama 3-5 jam kemudian letakkan di kain basah dan lembab. Setelah 15 – 24 jam biasanya akan tumbuh tunas dari biji-biji tersebut dan benih mentimun siap untuk ditanam.

Baca Juga:  √ Cara Budidaya Labu Siam Agar Cepat Berbuah Bagi Pemula

Pengolahan lahan

Langkah awal dalam proses pengolahan lahan yaitu membajak atau balik tanah sedalam 20-30 cm. Untuk kondisi tanah dengan pH kurang dari 6 berikan kapur dolomit sebanyak 1-2 ton per hektar, tergantung keasaman tanah. Campurkan dengan tanah dan diamkan sekitar 1- 2 minggu.

Buat bedengan dengan lebar 1 meter tinggi 20-30 cm dan panjang disesuaikan kebutuhan. Buat jarak antar bedengan 30 cm, tutup bedengan dengan mulsa plastik. Kegunaan mulsa plastik untuk mempertahankan kelembaban tanah, karena mentimun lebih baik ditanam di musim kemarau yang penyinarannya penuh. Namun, zona perakaran untuk mentimun harus tetap dijaga kelembabannya.

Buatlah lubang tanam pada permukaan mulsa dengan diameter 10 cm, setiap bedengan dua baris lubang tanam. Jarak antar lubang tanam dalam satu baris 40 cm dan jarak antar baris 50-60 cm.

Berikan pupuk kandang, lebih optimal campuran antara kotoran ayam dengan kotoran kambing atau sapi 1:1. Cara pemberian pupuk bisa ditebar dalam bedengan kemudian diaduk dengan tanah, atau diletakan pada lubang tanam. Letakan pupuk sebanyak 0,5-1 kg pada setiap lubang tanam. Total kebutuhan pupuk untuk satu hektar 20-30 ton. Setelah diberi pupuk biarkan lahan selama 1-2 minggu.

Penanaman benih mentimun

Tanamlah biji yang telah bertunas, yang telah disiapkan dengan cara yang sudah diuraikan di atas. Masukkan masing-masing satu biji kedalam lubang tanam kemudian tutup dengan tanah. Siram setiap pagi dan sore hari. Setelah 2 hari biasanya benih yang ditanam sudah mulai tumbuh dan bertunas agak lebih tinggi.

Cara Budidaya Mentimun Praktis Mudah dan Menguntungkan

Perawatan budidaya mentimun

Pada umur 3-4 hari setelah tanam lakukan pengontrolan tanaman. Kemudian segera sulam apabila ada tanaman yang mati atau gagal tumbuh dengan benih baru dan bersihkan gulma di sekitar area tanam. Pada umur 2 minggu setelah tanam, biasanya daun sudah mulai muncul. Berikan pupuk tambahan berupa pupuk cair.

Pupuk cair dibuat dari kotoran kambing yang telah matang dicampur dengan air. Komposisi campuran 1 kg kotoran kambing dengan 1 liter air. Campuran tersebut harus didiamkan terlebih dahulu selama satu minggu. Berikan pupuk cair dengan cara menyiramkannya pada setiap lubang tanam. Kebutuhan pupuk cair adalah 1 liter per meter persegi.

Baca Juga:  Marigold : Kandungan, Manfaat dan Cara Menanamnya

Untuk mendapatkan buah yang baik, sebaiknya pasang lenjer atau turus yang terbuat dari bambu. Pasang satu lenjer bambu untuk setiap lubang tanam lalu ikatkan setiap empat lenjer bambu pada ujung atasnya. Bantu tanaman untuk melilit atau memanjat pada bambu tersebut.

Pengendalian hama dan penyakit

Beberapa penyakit dan hama yang menyerang mentimun diantaranya yaitu cacantal atau oteng-oteng. Hama ini menyerang daun dan bisa menyebabkan kematian pada tanaman.

Selain itu, hama yang kerap menyerang mentimun lain adalah ulat tanah. Hama ini biasanya menyerang batang yang menjadi pangkal keluarnya daun atau buah. Kedua hama ini bisa dikendalikan dengan menggunakan biopestisida yang terbuat dari ekstrak kipait dan gadung yang dicampur dengan air kencing kelinci.

Adapun penyakit yang menyerang budidaya mentimun yaitu busuk daun, tepung putih, antraknosa, bercak daun dan busuk buah. Penyakit ini bisa dikendalikan secara kultur teknis berupa rotasi tanaman dan pembuangan bagian tanaman yang terkena penyakit.

Panen budidaya mentimun

Mentimun mulai berbunga pada umur 20 hari setelah tanam dan berbuah setelah umur 40 hari. Panen pertama budidaya mentimun biasanya dilakukan setelah umur 75 hari. Pemanenan dilakukan secara bertahap yaitu selama 1 – 1,5 bulan. Panen bisa dilakukan setiap hari, umumnya bisa dipetik 1 – 2 buah per tanaman.

Untuk produksi buah mentimun yang baik bisa mencapai 30 ton per hektar. Mentimun hasil panen harus diletakkan di tempat sejuk karena buah mentimun akan cepat kehilangan kandungan air. Setelah dipanen, biasanya mentimun di pack dalam tempat yang mempunyai sirkulasi udara atau dimasukkan karung untuk dijual langsung ke pasar.

Manfaat Mentimun

Manfaat Mentimun Mentimun memiliki sifat diuretik, efek pendingin, dan pembersih yang bermanfaat bagi kulit. Kandungan air yang tinggi pada mentimun yaitu, vitamin A, B, dan C. Serta mineral seperti magnesium, kalium, mangan, dan silika yang membuat mentimun menjadi bagian penting dalam perawatan kulit.

Masker wajah yang mengandung sari mentimun digunakan untuk mengencangkan kulit. Asam askorbat dan asam caffeic yang hadir dalam mentimun dapat menurunkan tingkat retensi air, yang pada gilirannya mengurangi pembengkakan di sekitar mata.

Demikian penjelasan tentang Budidaya Mentimun Praktis, Mudah dan Menguntungkan. Semoga dapat bermanfaat dan menambah ilmu pengetahuan Anda. Selamat mencoba.