budidaya porang
Budidaya Porang

Budidaya Porang : Manfaat, Nilai ekspor, Budidaya, Pemupukan dan Tahap Panen

Posted on

Budidaya Porang – Pada kesempatan ini Kebun.co.id akan membahas tentang Budidaya Porang. Yang mana dalam pembahasan kali ini menjelaskan Budidaya Porang bagi pemula dengan secara singkat dan jelas. Untuk lebih jelasnya simak artikel tentang Budidaya Porang berikut ini.

Budidaya Porang : Manfaat, Nilai ekspor, Budidaya, Pemupukan, Pemeliharaan, Pengendalian Hama Dan Tahap Panen

Budidaya porang sedang banyak dibicarakan karena memiliki nilai ekonomi yang menjanjikan. Karena umbi tanaman porang memiliki zat glukomanan yang memiliki banyak manfaat dalam industri dan kesehatan.

Porang (Amorphopallus muelleri) merupakan tanaman herbal yang dapat tumbuh hingga ketinggian hampir 1,5 m, tanaman ini merupakan tanaman penghasil umbi-umbian yang sebagian besar hidup di hutan tropis.

Secara fisik, tanaman porang berkembang dengan bertangkai tunggal atau berbatang bergaris hijau putih. Tanaman porang hanya bisa tumbuh di pangkal pohon penyangga seperti tanaman jati.

Selain itu, porang juga digunakan untuk membuat lem dan agar-agar yang beberapa tahun terakhir telah diekspor ke Jepang. Jika anda tertarik untuk memulai budidaya porang, berikut kami berikan data cara budidaya porang dari awal hingga panen.

Manfaat tumbuhan porang

Tanaman porang atau nama lain iles – iles memiliki nama latin Amorphophallus muelleri merupakan tanaman penghasil umbi yang dapat dimakan, anggota genus Amorphophallus.

Manfaat iles – iles sangat penting bagi industri dan kesehatan, karena kandungan glukomanan pada tepung umbinya. Porang dapat menghasilkan karbohidrat dan hasil dalam jumlah besar.

Ketua Umum Asosiasi Petani Porang Pati (Asperati) Luqman Saiful Hidayat mengatakan untuk diketahui, porang (Amorphophallus muelleri) merupakan tanaman umbi-umbian yang konon bernilai besar. Tanaman ini masih berkerabat dengan suweg, sehingga memiliki tampilan yang seragam.

Tidak hanya itu, tanaman porang juga merupakan komoditas ekspor yang bernilai ekonomi tinggi. Di luar negeri, porang banyak digunakan sebagai bahan baku pembuatan berbagai masakan. Ini termasuk mie shirataki, nasi analog (nasi non-padi), agar-agar konyaku, dan tahu.

“Selain itu, porang juga berguna dalam industri kedirgantaraan, yaitu sebagai bahan baku lem perekat pesawat terbang. Setelah itu, serat dari batangnya digunakan untuk membuat pakaian. Apalagi glukomanan yang tercatat dalam porang adalah bahan baku pembuatan porang. membuat kapsul”.

Tepung iles – iles juga bermanfaat dalam menekan peningkatan kadar glukosa darah sekaligus menurunkan kadar kolesterol serum darah. Merupakan makanan yang memiliki indeks glikemik rendah dan memiliki sifat fungsional hipoglikemik dan hipokolesterolemia.

Iles – iles sebagai serat pangan dalam jumlah banyak dapat meningkatkan daya tahan tubuh terhadap berbagai penyakit seperti kanker usus besar, divertikular, kardiovaskular, obesitas, kolesterol tinggi dalam darah, dan kencing manis.

Nilai ekspor yang besar

Pabrik porang dikatakan memiliki kapasitas ekonomi yang besar dengan modal kurang lebih Rp. 60 juta, setiap satu hektar lahan bisa ditanami kurang lebih 40 ribu bibit.

Waktu untuk siap panen, yaitu kira – kira 1,5 tahun pada saaat sudah proses penanaman, masing – masing disini akan mencapai berat setidaknya 2kg. Maksudnya yaitu, tiap hektare yang akan dipanen dapat mencapai 80ton. Porang sendiri memiliki harga jual per kilo Rp10ribu, maka disini tiap hektare lahan porang bisa menciptakan paling tidak mencapai Rp800juta.

ketika sedang  menjelang masa panen umbi porang, bahkan bisa dipanen sebanyak 2 kali. Darip etani porang di Jawa Timur, lalu menjual katak porang yang mana dengan harga mencapai Rp230ribu per kilogram.

Cara budidaya tumbuhan porang

Porang dapat tumbuh di segala jenis tanah. Namun, tanaman ini tumbuh baik di tanah yang memiliki naungan, misalnya di pangkal tanaman jati, mahoni dan sengon. Cara perbanyakan porang dapat dilakukan dengan menggunakan biji. Porang akan berbunga dalam jangka waktu 4 tahun. Bunganya akan berubah menjadi buah dan kemudian menghasilkan benih yang baik untuk ditanam saat musim hujan.

Tidak hanya itu, budidaya tanaman porang juga bisa dicoba dengan metode bercak antara batang dan cabang porang. Benih yang dipanen sebenarnya dapat ditempatkan dan ditanam kembali sebagai bibit porang. Cara lain adalah dengan menggunakan umbi-umbian. Umbi porang yang sudah dipanen dapat ditanam kembali.

Porang cukup ditanam di lahan dekat tanaman jati yang rindang. Porang sebenarnya cukup ditanam sekali, tinggal merawat dan memanennya. Umbi akan tumbuh kembali setelah panen dengan meninggalkannya di lubang aslinya.

Cara Pemupukan Tumbuhan Porang

Budidaya porang pula wajib teliti pemberian pupuknya. Menanam porang wajib dicoba pemupukan dasar. Berikutnya, pemupukan dapat dicoba setahun sekali saat masuk masa hujan. Pakai pupuk urea 10gr serta 5gr SP 36 pada satu lubang tumbuhan porang. Pemberian pupuk sendiri dicoba dengan cara ditanam pada dekat batang porang.

Pemeliharaan Porang

Agar perkembangan dari umbi porang ini bisa optimal anda wajib melakukan perawatan secara intensif yang mana salah satunya mensterilkan gulma. Gulma sendiri bisa menjadi sendiri bisa menjadi saingan dari porang pada perihal penyerapan air serta faktor tanah.

Mensterilkan gulma serta pada tanaman yang lain bisa anda lakukan sebulan sekali. Gulma yang sudah bersihkan jangan anda bakar ataupun dibuang, namun bisa masukan ke dalam lubang untuk dijadikan sebagai pupuk organik.

Pengendalian Hama serta Penyakit Pada Tumbuhan Porang

Yang tidak mau kalah dari budidaya porang yaitu pada pengendalian hama. Biasanya tumbuhan porang ini dapat dihinggapi hama semacam ulat makasar orketti, belalang, ulat umbi araechenes dan juga nematoda.

Biasanya penyakit yang melanda pada tanaman porang diantaranya yaitu busuk batang semu, dan juga layu daun yang mana hal ini dikarenakan oleh jamur Rhyzoctonia sp, Cercospora sp, Sclerotium sp. Untuk menghindari agar  porang ini tidak terserang penyakit ini, disini anda bisa menggunkan pestisida natural yang biasa dijual pada toko pupuk.

budidaya porang

Tahap Panen Porang

Tahap akhir budidaya porang adalah masa panen. Porang dapat dipanen setelah 2 tahun tanam. Berat umbi porang yang dipanen rata-rata 1 kg per umbi. Untuk umbi porang yang masih kecil bisa dibiarkan saja, untuk dipanen tahun berikutnya.

Setelah masa panen awal, Anda bisa memanen tahun berikutnya tanpa harus menanamnya lagi. Perlu Anda ketahui, ciri-ciri porang yang sudah siap dipanen adalah daunnya yang sudah mengering dan jatuh ke tanah. Umumnya dalam satu tanaman porang dapat menghasilkan 2 kg umbi porang.

Dalam satu hektare lahan, umumnya hampir 40 ribu tanaman porang bisa ditanam. Artinya, Anda baru bisa memanen 80 ton umbi porang pada tahun kedua panen. Langkah selanjutnya, setelah umbi dipanen Anda harus mensterilkan dari pangkal dan tanahnya.

Umbi tersebut kemudian dipotong atau diiris kemudian dijemur. Setelah itu, Anda bisa menjualnya ke agen yang sudah terbiasa menerima porang dalam jumlah banyak.

Demikian penjelasan kami tentang Budidaya Porang dari kebun.co.id, semoga dapat bermanfaat dan menambah wawasan Anda.