Budidaya Porang : Manfaat, Nilai ekspor, Budidaya, Pemupukan dan Tahap Panen

3 min read

budidaya porang

Budidaya Porang – Pada kesempatan ini Kebun.co.id akan membahas tentang Budidaya Porang. Yang mana dalam pembahasan kali ini menjelaskan Budidaya Porang bagi pemula dengan secara singkat dan jelas. Untuk lebih jelasnya simak artikel tentang Budidaya Porang berikut ini.


Budidaya Porang : Manfaat, Nilai ekspor, Budidaya, Pemupukan, Pemeliharaan, Pengendalian Hama Dan Tahap Panen


Budidaya porang lagi banyak dibicarakan disebabkan mempunyai nilai ekonomi yang menjanjikan. Sebab umbi tumbuhan porang memiliki zat Glucomanan yang mempunyai banyak manfaat di bidang industri serta pula kesehatan.

Porang (Amorphopallus muelleri) ialah tumbuhan herbal yang bisa berkembang sampai mencapai ketinggian nyaris 1,5m, tumbuhan ini ialah tumbuhan penghasil umbi yang banyak hidup di hutan tropis.

Secara fisik, tumbuhan porang berkembang dengan tangkai tunggal ataupun batang bercorak belang – belang hijau – putih. Tumbuhan porang cuma dapat berkembang di dasar pepohonan penyangga semacam tumbuhan jati.

Tidak hanya itu, porang pula digunakan buat pembuatan lem serta jelly yang beberapa tahun terakhir diekspor ke Jepang. Apabila sahabat tertarik buat mengawali budidaya tumbuhan porang, berikut kami sediakan data mengenai cara budidaya porang dari awal sampai panen.


Manfaat tumbuhan porang

Tumbuhan porang ataupun nama yang lain Iles – iles memiliki nama latin Amorphophallus muelleri ialah tumbuhan penghasil umbi yang bisa dimakan, anggota marga Amorphophallus.

Manfaat iles – iles paling utama buat bidang industri serta kesehatan, sebab isi glukomannan pada tepung umbinya. Porang sanggup menciptakan karbohidrat serta tingkatan panen yang besar.

Pimpinan Asosiasi Petani Porang Pati (Asperati) Luqman Saiful Hidayat berkata buat dikenal, porang (amorphophallus muelleri) ialah tumbuhan umbi – umbian yang disebut – sebut mempunyai nilai harga besar. Tumbuhan ini masih sekerabat dengan suweg, karenanya mempunyai penampilan seragam.

Bukan itu saja, tumbuhan porang pula ialah komoditas ekspor bernilai ekonomi besar. Di luar negar1, porang banyak dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan aneka santapan. Di antara lain mie shirataki, beras analog (beras nonpadi), agar – agar konyaku, serta tahu.

Baca Juga:  Budidaya Edamame : Metode, Persiapan, Penanaman, Pengendalian, Panen Dan Pasca

“Apalagi, porang pula bermanfaat di industri dirgantara, ialah sebagai bahan baku lem perekat buat pesawat. Setelah itu, serat dari batangnya buat membuat pakaian. Ada lagi, glukomanan yang tercatat dalam porang ialah bahan baku pembuatan kapsul”.

Tepung iles – iles pula berguna menekan kenaikan kandungan glukosa darah sekalian kurangi kandungan kolesterol serum darah ialah santapan yang mempunyai indeks glikemik rendah serta mempunyai watak fungsional hipoglikemik serta hipokolesterolemik.

Iles – iles sebagai serat pangan dalam jumlah besar bisa tingkatkan energi tahan tubuh terhadap bermacam penyakit seperti kanker usus besar, divertikular, kardiovaskular, obesitas, kolesterol besar dalam darah, serta berkemih manis.


Nilai ekspor yang besar

Tumbuhan porang disebut memiliki kemampuan ekonomi yang besar dengan modal sekira Rp 60 juta, tiap satu hektare lahan dapat ditanami sekira 40 ribu bibit.

Waktu siap panen, kira – kira 1,5 tahun setelah penanaman, masing – masing akan mencapai berat paling tidak 2kg. Maksudnya, tiap hektare hendak menciptakan 80ton. Dengan harga jual per kilo Rp10ribu, maka tiap hektare lahan porang dapat menciptakan Rp800juta.

Saat menjelang masa panen umbi porang, katak dapat dipanen 2 kali. Petani porang di Jawa Timur, lanjutnya, menjual katak porang dengan harga menggapai Rp230ribu per kilogram.

budidaya porang


Cara budidaya tumbuhan porang

Porang bisa berkembang di jenis tanah apa saja. Walaupun begitu tumbuhan ini berkembang dengan baik di tanah yang mempunyai naungan misal di dasar tumbuhan jati, mahoni serta sengon. Metode Perkembangbiakan porang dapat dengan memakai biji. Porang hendak berbunga pada periode 4 tahun. Bunga tersebut hendak berganti jadi buah serta setelah itu menciptakan biji yang baik dikembangbiakan pada masa hujan.

Tidak hanya itu budidaya tumbuhan porang pula dapat dicoba dengan metode bercak yang terdapat di antara batang serta cabang porang. Bintil yang dipanen nyatanya dapat ditaruh serta ditanam kembali sebagai bibit porang. Metode lain ialah dengan memakai umbi. Umbi porang yang dipanen, bisa ditanam kembali.

Porang cukup ditanam pada lahan di dekat tumbuhan jati yang rindang. Porang nyatanya cukup ditanam sekali, kemudian tinggal melakukan pemeliharaan serta memanen. Umbi hendak berkembang lagi setelah panen dengan meninggalkannya dilubang semula.


Cara Pemupukan Tumbuhan Porang

Budidaya porang pula wajib teliti pemberian pupuknya. Menanam porang wajib dicoba pemupukan dasar. Berikutnya, pemupukan dapat dicoba setahun sekali saat masuk masa hujan. Pakai pupuk urea 10gr serta 5gr SP 36 pada satu lubang tumbuhan porang. Pemberian pupuk sendiri dicoba dengan cara ditanam pada dekat batang porang.

Baca Juga:  √ Panduan Cara Pengendalian Hama dan Penyakit Pada Strawberry

Pemeliharaan Porang

Supaya perkembangan porang dapat optimal kamu wajib melakukan perawatan intensif salah satunya mensterilkan gulma. Gulma dapat jadi penyaing porang dalam perihal penyerapan air serta faktor tanah.

Mensterilkan gulma serta tumbuhan yang lain dapat dicoba sebulan sekali. Gulma yang telah kita bilas jangan terbakar ataupun dibuang, tetapi masukan ke dalam lubang buat pupuk organik.


Pengendalian Hama serta Penyakit Pada Tumbuhan Porang

Yang tidak kalah berarti dari budidaya porang ialah pengendalian hama. Umumnya tumbuhan porang dihinggapi hama semacam ulat makasar orketti, belalang, ulat umbi araechenes serta nematoda.

Umumnya penyakit yang melanda porang antara lain busuk batang semu, serta hadapi layu daun yang disebabkan oleh jamur Rhyzoctonia sp, Cercospora sp, Sclerotium sp. Buat menghindari supaya porang tidak terserang penyakit tersebut, kamu dapat memakai pestisida natural yang biasa dijual di toko pupuk.


Tahap Panen Porang

Tahapan akhir dari budidaya porang ialah masa panen. Porang dapat dipanen sehabis 2 tahun ditanam. Berat umbi porang yang dipanen rata – rata 1kg per umbi. Buat umbi porang yang masih berukuran kecil dapat ditinggalkan saja, buat dipanen tahun selanjutnya.

Sehabis masa panen awal, kamu dapat memanen satu tahun selanjutnya tanpa wajib menanamnya kembali. Kamu wajib tahu, karakteristik porang yang telah siap di panen ialah daunnya telah kering serta jatuh ke tanah. Umumnya, dalam satu tumbuhan porang, dapat menciptakan umbi porang seberat 2kg.

Dalam satu hektare lahan, umumnya dapat ditanami dekat 40 ribu tumbuhan porang. Maksudnya kamu telah dapat memanen 80ton umbi porang, cuma saja pada periode panen tahun kedua. Langkah selanjutnya, sehabis umbi dipanen kamu wajib mensterilkan dari pangkal serta tanah.

Umbi setelah itu dipotong ataupun diiris kemudian dijemur. Setelah itu, kamu dapat menjualnya ke agen yang telah biasa menerima porang dalam jumlah yang banyak.

Demikian penjelasan kami tentang Budidaya Porang dari kebun.co.id, semoga dapat bermanfaat dan menambah wawasan Anda.

Cara Menanam Bambu

Farming
2 min read

Bonsai Pucuk Merah

Farming
4 min read

Manfaat Labu Putih

Farming
3 min read