Budidaya Tanaman Kentang

2 min read

Budidaya Tanaman Kentang

Budidaya Tanaman Kentang – Pada kesempatan ini Kebun.co.id akan membahas tentang Budidaya Tanaman Kentang. Yang mana dalam pembahasan kali ini menjelaskan Budidaya Tanaman Kentang bagi pemula dengan secara singkat dan jelas. Untuk lebih jelasnya simak artikel tentang Budidaya Tanaman Kentang berikut ini.


Budidaya Tanaman Kentang


Kentang (Solanum tuberosum L.) merupakan tumbuhan sayur-mayur perdu semusim serta berumbi.

Tumbuhan kentang berkembang biak lewat umbi. Tumbuhan kentang hendak berkembang produktif di dataran tinggi yang beriklim dingin.

Sebaliknya pada dataran rendah dengan temperatur iklim tinggi, tumbuhan kentang hendak kesusahan membentuk umbi.

Wilayah yang sempurna buat budi daya kentang merupakan dataran tinggi yang mempunyai ketinggian antara 1000-2000 mdpl.

Temperatur udara yang dingin antara 14-22 Derajat Celcius. Curah hujan yang diperlukan selama masa perkembangan tumbuhan antara 1000-1500 milimeter pertahun.

Keadaan tanah yang baik merupakan tanah gembur yang banyak memiliki faktor hara. Tanah yang keras serta padat hendak membatasi pembuatan serta pertumbuhan umbi.

Semacam halnya berbudi daya tipe tumbuhan pangan yang lain, terdapat beberapa tahapan metode budi daya kentang yang wajib dicermati.


Beberapa Cara Budidaya Kentang

Pengolahan tanah

Pertama-tama perihal yang wajib diperhatikan dalam budidaya kentang merupakan kondisi tanah yang hendak dipakai, apakah kondisi tanah gembur ataupun padat.

Buat tanah yang padat dibutuhkan pembajakan ataupun pencangkulan dengan kedalaman kurang lebih 30 centimeter.

Sehabis berakhir dibajak tanah didiamkan sepanjang 2-3 hari, setelah itu digaru sedalam 5 centimeter, kemudian diamkan sepanjang satu minggu.

Buat keadaan tanah yang gembur, pengolahan cukup dengan digaru saja, kemudian perkenankan sepanjang satu minggu. Waktu pembiaran sampai satu minggu bertujuan buat membetulkan aerasi tanah.

Baca Juga:  √ Mengatasi dan Mengendalikan Penyakit dan Hama Kembang Kol

Perlu pula dicermati keadaan kelembaban tanah. Kentang ialah tumbuhan yang sensitif, kondisi tanah tidak dapat sangat basah ataupun sangat kering.

Banyak usaha budidaya kentang yang gagal sebab tidak mencermati kelembaban tanah. Apabila keadaan tanah basah, siapkan sistem irigasi berbentuk garitan yang agak ditinggikan.

Apabila keadaan tanah kering jalani penyiraman. Sehabis melalui satu minggu tanah diratakan serta terbuat garitan. Lebar garitan biasanya 80 centimeter dengan ketinggian 5 centimeter.

Pemupukan Lahan tumbuhan kentang

Pada permukaan garitan tebarkan pupuk kandang, ataupun bisa pula dibuat lubang-lubang buat menempatkan pupuk secara terpusat buat menjauhi tergerusnya pupuk.

Pemberian pupuk kandang yang sempurna buat budidaya kentang merupakan 20-50 ton per hektar, bergantung pada tingkatan kesuburan tanah.

Tidak hanya pupuk kandang, tambahkan NPK sebanyak 350 kilogram per hektar. Metode pemberian NPK dapat disebar ataupun secara terpusat dengan membuat lubang-lubang dekat umbi yang ditanam pada garitan.

Sistem Penanaman

Sistem penanaman kentang merupakan sistem baris ganda (double row). Sistem tersebut ditanam pada bedengan (single row).

Lebar bedengan pertanaman ialah 1 meter dengan tinggi bedengan 30-40 centimeter serta jarak antar bedengan 40-50 centimeter.

Penanaman bibit kentang dicoba pada barisan tumbuhan dengan jarak 80 centimeter antar barisan serta 30 centimeter jarak dalam barisan.

Budidaya Tanaman Kentang


Pemupukan

Pupuk yang digunakan dalam budidaya tumbuhan kentang ialah pupuk kandang 30 t/ha pada bedengan tumbuhan, pupuk organik ialah 300 kilogram SP-36/ha pada saat tanam.

Tidak hanya itu pupuk yang digunakan antara lain 120 kilogram ZA/ha, 54 kilogram Urea/ha, serta 80 kilogram KCl/ha yang diberikan pada dikala tanam ataupun 15 hari sehabis tanam.

Tahap Pemeliharaan

Pemeliharaan ialah tahapan dalam budidaya tumbuhan kentang yang pula sangat mempengaruhi terhadap mutu serta kuantitas hasil.

Baca Juga:  √ Panduan Cara Pengendalian Hama dan Penyakit Pada Strawberry

Pemeliharaan yang wajib dicoba antara lain penyiraman sesuai kebutuhan, penyiangan sebanyak 2-3 kali sepanjang satu masa tanam.

Setelah itu pada saat penyiangan dicoba, penumpukan bedengan pula dicoba pada dikala yang bersamaan.

Perihal tersebut bertujuan supaya umbi kentang tidak terserang cahaya matahari langsung.

Perihal yang sangat penting pula pastinya terkait hama serta penyakit yang wajib dicegah ataupun dikendalikan.

Pengendalian bisa dicoba dengan Solarisasi ialah menutup tanah yang sudah diolah dengan plastik putih transparan selama 6 minggu sampai temperatur mencapai 50℃.

Tidak hanya itu penanaman Tagetes sp. ataupun yang biasa diucap dengan bunga Marigold antar barisan tumbuhan kentang dengan jarak 60 centimeter dalam barisan pula bisa menolong pengendalian terbentuknya kendala hama serta penyakit.

Sebaliknya buat pemakaian pestisida diharapkan bila memanglah dibutuhkan saja.

Pemanenan

Umbi kentang bisa dipanen sehabis 2 hingga 3 minggu sejak bunga layu. Dikala itu Kamu bisa melaksanakan pemanenan dengan memakai cangkul serta menggali gundukan tanah 20 hingga 30 centimeter.

Kamu bisa memilih kentang dengan dimensi yang lebih besar buat dipanen, sebaliknya kentang yang masih berdimensi kecil bisa dibiarkan buat berkembang lebih besar serta bisa dipanen di lain waktu.

Potong ujung umbi kentang yang siap dipanen dengan memakai pisau ataupun perlengkapan pemotong.

Dikala melaksanakan pemanenan jangan lupa menata kembali tanah biar tidak mengusik perkembangan kentang yang belum siap panen.

Demikian penjelasan kami tentang Budidaya Tanaman Kentang dari kebun.co.id, semoga dapat bermanfaat dan menambah wawasan Anda.

Manfaat Labu Putih

Farming
3 min read

Kandungan Bayam

Farming
4 min read