Cara Mudah Budidaya Jagung Manis Bagi Pemula

Cara Menanam Jagung Manis Bagi Pemula

Diposting pada

Cara Menanam Jagung Manis Bagi Pemula – Pada kesempatan ini Kebun.co.id akan membahas tentang Menanam Jagung Manis. Yang mana dalam pembahasan ini menjelaskan cara mudah menanam jagung manis bagi pemula agar berbuah besar dengan secara singkat dan jelas. Untuk lebih jelasnya simak Artikel berikut ini.

Cara Menanam Jagung Manis Bagi Pemula

Budidaya jagung manis dapat dilakukan di banyak daerah, karena sifat dari tanaman jagung yang sangat mudah beradaptasi dengan lahan baru.

Di Indonesia budidaya jagung manis dilakukan di daerah datara rendah sampai dataran tinggi dengan ketinggian mencapai 1.500 meter di atas permukaan laut. Bahkan di luar negeri ada yang menanam jagung di daerah dengan ketinggian mencapai 3.000 di atas permukaan laut.

Jenis jagung manis yang banyak dibudidayakan di Indonesia adalah jenis dent dan flint. Jenis tanaman ini memiliki rasa yang cukup manis, penyebabnya karena terjadinya proses mutasi gen resesif yang menghambat perubahan gula menjadi pati.

Kadar gula pada jagung manis akan mulai meningkat ketika memasuki hari ke 5 sampai hari ke 15. Suhu lingkungan yang baik untuk menanam jagung ini berkisar di antara 21 sampai 27 derajat celsius. Sedangkan kadar ke asaman tanah yang baik untuk budidaya tanaman ini sekitar 5-8 pH.

Agar mendapatkan hasil yang maksimal dari tanaman ini pastikan kebutuhan unsur hara pada tanaman tercukupi. Selain itu tumbuhan ini juga memerlukan zat nitrogen dalam jumlah yang besar. Agar tanaman bisa tumbuh dengan subur, pemberian pupuk sebaiknya perhatikan keseimbangan antara nitrogen, kalium (K) dan pospat (P).

Jenis Jagung

Ada banyak jenis jagung yang dapat ditanam, seperti:

  • Jagung gigi kuda (Zea Mays Indentata).
  • Jagung mutiara (Zea Mays Indurata).
  • Jagung manis (Zea Mays Saccharata).
  • Jagung berondong (Zea Mays Everta).
  • Jagung tepung (Zea Mays Amylaceae).
  • Jagung polong (Zea Mays Tunicata).
  • Jagung ketan (Zea Mays ceratina).

Cara Menanam Jagung Manis

Perlu diperhatikan beberapa cara menanam jagung manis, agar mendapatkan hasil panen yang sesuai, antara lain sebagai berikut:

Suhu

Temperatur tanaman jagung yang diinginkan berkisar antara 21ºC – 30ºC. Namun, untuk pertumbuhan jagung yang baik, terutama jagung hibrida, suhu optimal adalah 23ºC – 27ºC. Temperatur sekitar 25ºC akan menghasilkan kecambahan biji jagung lebih cepat dan suhu tinggi lebih dari 40ºC akan mengakibatkan kerusakan embrio sehingga tanaman tidak berkecambah.

Kondisi pH

Kondisi pH yang baik untuk pertumbuhan jagung hibrida berkisar 5,5 hingga 7,0 dan pH optimal 6,8, terutama saat pembungaan dan pengisian benih. Curah hujan normal untuk pertumbuhan ideal tanaman jagung adalah sekitar 250 mm/tahun – 2000 mm/tahun. Jagung hibrida akan tumbuh dengan baik di daerah dengan ketinggian lebih dari 5.000 m dpl.

Tanaman jagung sangat bermanfaat untuk kehidupan manusia atau hewan, jagung merupakan makanan pokok kedua setelah beras, produksi jagung kini dapat dikonsumsi oleh manusia dalam bentuk presentasi, jagung merupakan salah satu makanan yang mengandung arang hidrat, yang dapat digunakan untuk menggantikan (pengganti) beras.

Jagung termasuk tanaman akar serat yang terdiri dari jenis akar, yaitu akar dan semen, akar adventif dan akar udara, seminal tumbuh dari akar dan embrio. Akar adventif juga disebut dukungan root. Akar ini dari buku paling bawah. Sekitar 4 cm di bawah permukaan tanah. Akar udara adalah akar yang keluar dari dua atau lebih dari buku terendah di dekat permukaan tanah.

Baca Juga:  √ Panduan Cara Merawat Tanaman Putri Salju (Dusty Miller)

Batang jagung silindris bercabang. Di bagian buku, kuncup akan muncul yang berkembang menjadi tongkol. Ketinggian jagung tergantung pada varietas, umumnya sekitar 100 – 300 cm. Daun jagung meregang dan keluar dari buku batang. Jumlah daun terdiri dari 8-48 helai tergantung pada varietas. Di antara kelopak dan helai ada lidah daun yang disebut Ligula, fungsi Ligula adalah untuk mencegah air memasuki kelopak daun dan batang.

Pada proses pertumbuhan tanaman jagung dibedakan dalam dua stadia, yaitu:

Stadia vegetatif

Pada tahap vegetatif melalui fase tunas, di ikuti pada fase pertumbuhan vegetatif akar daun batang cepat pada akhirnya pertumbuhan vegetatif menjadi lambat yang disebut tahap generatif.

Stadia generatif

Pada Tahap ini dinamai setelah pembentukan primordia. Selama proses pembungaan yang meliputi penyerbukan dan pemupukan. Penyerbukan yang terjadi pada tanaman jagung biasanya dibantu oleh angin, yaitu dengan menyebarkan serbuk sari dan kemudian dijatuhkan di tangkainya. Lokasi bunga jantan dan betina tidak pada satu tempat. Bunga jantan berada di ujung tangkai bunga, sedangkan bunga betina berada di tengah batang atau tongkolnya.

Ini diperlukan untuk menjaga kemurnian benih dari varietas yang dibudidayakan dan juga terjadinya penyerbukan silang pada tanaman jagung. Penyerbukan, serbuk sari tidak harus menempel pada stigma. Karena putik dapat menyebabkan proses penyerbukan berlanjut. Putik dalam bentuk rambut jagung ketika ditekan dengan serbuk sari.

Perkembangan dan pertumbuhan serbuk sari terus berlanjut. Selama proses pertumbuhan merupakan kelanjutan dari peristiwa penyerbukan yang dapat terjadi selama serbuk sari melekat pada putik. Kemudian saluran putik bertemu dengan telur.

Syarat Tumbuh

Curah hujan yang terjadi selama bulan tanam cukup tinggi yaitu 309 mm dan 501 mm (rata-rata 427 mm/bulan), nilai curah hujannya cukup tinggi jika dibandingkan dengan distribusi hujan yang sangat ideal untuk pertumbuhan jagung yaitu 200 mm/bulan (Sutoro et al, 1988) dan berpotensi menyebabkan pencucian nutrisi yang ditemukan di tanah.

Pada langkah budidaya ada beberapa hal yang perlu diperhatikan termasuk kondisi tumbuh, seperti untuk kondisi pertumbuhan tanaman jagung, yaitu ketinggian 5-1.200 m di atas permukaan laut, kelembaban 80%, pH 2,3 dan suhu 15-20 derajat Celsius.

Cara Mudah Budidaya Jagung Manis Bagi Pemula

Persiapan Benih

Biji juga adalah benih tanaman jagung yang tumbuh menjadi tanaman muda. Tanaman muda ini menjadi tanaman matang yang dapat menghasilkan bunga dan buah. Kualitas benih memainkan peran penting dan meningkatkan produksi, kualitas benih termasuk kualitas fisik, benih genetik fisiologis.

Persiapan Lahan

Dengan perawatan tanah bertujuan untuk memperbaiki kondisi tanah menjadi gembur, sehingga pertumbuhan akar tanaman maksimal. Dalam proses lahan juga akan meningkatkan tekstur tanah. Tahapan pengolahan tanaman jagung manis, yaitu:

  • Membuat bedengan dengan lebar 1 m, bedengan 30 m dan panjang sesuai tanah.
  • Campur tanah dengan kedalaman 30-40 cm

Pemupukan Jagung Manis (Organik & Non Organik)

Dalam pemberian pupuk kandang diberikan sebelum mulsa dipasang dan diratakan di tanah. Pemberian SP 36, ZA, Kcl Pupuk organik dengan rasio 1: 1: ½ bertujuan untuk mendukung tanaman vegetatif. Metode pemupukan dengan meratakan di tempat tidur dengan jarak 1 m diberi 100 g.

Pemasangan Mulsa

Mulsa merupakan plastik untuk tempat tidur, ada 2 warna perak di atas, sedangkan hitam di bawah. Fungsi mulsa yaitu:

  • Untuk menekan pertumbuhan gulma
  • Tahan / pertahankan kelembaban
  • Mencegah / mengurangi penguapan air
  • Hemat biaya tenaga kerja dalam penyiangan
  • Blokir refleksi untuk mengusir hama
  • Fotosintesis melalui pantulan sinar matahari
Baca Juga:  √ Cara Budidaya Pisang Agar Subur dan Berbuah Banyak

Pembuatan Lubang Tanaman

Pembuatan lubang komoditi untuk tanaman jagung dengan jarak tanam 40 – 30 cm. Pada tempat tidur ditutupi dengan mulsa, yang telah dilubangi. Kemudian, garis-garisnya 2-3 cm.

Penanaman

Penanaman saat dilahan dilakukan dengan menggunakan biji. Sebelum menanam benih, menaburinya terlebih dahulu, dengan:

  • Benih disimpan dalam pot dengan media: pupuk kandang, arang sekam, selama 7 hari.
  • Berikan pupuk organik.
  • Setelah menanam 3-5 daun, siap tanam.
  • Penanaman dilakukan pada lubang yang telah diberi pupuk dengan kedalaman 3 cm dengan 2 biji per lubang tanam kemudian ditutup dengan tanah. Jarak yang digunakan adalah 75 cm x 25 cm.

Penyiraman

Pada saat penyiraman dilakukan pagi dan sore hari yang bertujuan untuk mencegah tanaman layu. Jika bertepatan musim kemarau disiram setiap hari.

Penyiangan

Penyiangan dilakukan untuk mengendalikan gulma di sekitar pabrik sebanyak 3 kali. Penyiangan pertama dilakukan pada usia 21 hari dengan menghilangkan gulma. Penyiangan 2 dilakukan pada 42 jam memakai kored.

Penyiangan mengacu pada menghilangkan gulma atau menghilangkan gulma untuk tanaman budidaya. Akibatnya daun menjadi seimbang, cara untuk mengendalikannya yaitu dengan mencabut rumput yang tumbuh di sekitar tanaman untuk mengatasi persaingan nutrisi dalam tanaman.

Penjarangan dan Penyulaman

Penipisan dilakukan dalam 7 hari dengan meninggalkan satu tanaman yang memiliki pertumbuhan baik. Sedangkan bordir dilakukan jika tidak ada tanaman di lubang tanam yang tumbuh atau mati.

Penanaman

Ramuan ini dimaksudkan untuk memperkuat formasi tanaman dan membawa nutrisi lebih dekat. Konsepsi ini dilakukan bersamaan dengan penyiangan kedua, yaitu pada usia 42 HST.

Pengendalian Hama Dan Penyakit

Untuk mencegah serangan hama pada pertumbuhan pertama dan tanaman diberi Furadan 3G insektisida ketika penanaman sebanyak 20 kg / ha (9 gr / plot) diberikan ke lubang tanam. Pengendalian hama berikutnya dengan menyemprotkan insektisida penentu 2,5 EC dengan konsentrasi 2 ml / liter, solusinya diberikan pada usia 20 hari, 27 hari dan 33 hari sesudahnya.

Berikut ini penyakit yang sering menyerang tanaman jagung yaitu:

Bulai

Bulai, penyakit ini terkenal dengan tanaman jagung yang disebabkan oleh jamur yang merajalela, tanaman yang terserang cenderung mengalami kematian. Penyakit ini ditakuti oleh petani. Bagaimana cara mengendalikannya; tanaman dihilangkan jika terserang dan kemudian dihancurkan atau disemprot dengan fungisida.

Bercak Daun

Bercak daun, penyakit ini ditemukan di daerah yang lembab, yang disebabkan oleh jamur

Cara mengendalikannya yaitu mengatur kelembaban tanah sehingga tidak lembab, atau dengan menyemprotkan pestisida.

Karat

Tumbuhan ini tumbuh pada tanaman tua, penyakit ini disebabkan oleh jamur Pucunia songin. Hasilnya: bijinya tidak sempurna. Proses pembuahan tidak terbentuk. Metode pengendalian: lakukan sanitasi di area penanaman jagung, singkirkan tanaman jika terserang, semprotkan pestisida fungisida.

Pemanenan

Pemanenan dilakukan ketika tanaman berumur 60 hari ditandai dengan kantung kuning, bijinya cukup keras dan mengkilap, jika ditusuk dengan dua jempol, kadar air bijinya sekitar 25% – 30%.

Demikian penjelasan tentang Cara Menanam Jagung Manis Bagi Pemula. Semoga dapat bermanfaat dan menambah wawasan Anda. Terimakasih.