Cara Budidaya Tanaman Pepaya dengan Mudah

Cara Menanam Pepaya Mudah Berbuah Lebat

Posted on

Cara Menanam Pepaya Mudah Berbuah Lebat – Pada kesempatan kali ini Kebun.co.id akan membahas tentang Budidaya Pepaya. Yang mana dalam pembahasan kali ini menjelaskan cara menanam tanaman pepaya dengan sangat mudah, singkat dan jelas. Untuk leibh jelasnya simak ulasan berikut ini.

Cara Menanam Pepaya Mudah Berbuah Lebat

Pepaya menurut istilah ilmiah disebut dengan Carica, yaitu tanaman asli Amerika yang beriklim tropis. Pepaya bukan tanaman asli Indonesia. Karena daerah asalnya mempunyai iklim sama dengan Indonesia maka ia dapat tumbuh subur di seluruh pelosok Indonesia.

Awalnya pepaya yang ada di Indonesia merupakan hasil dari penyebaran yang dilakukan oleh pedagang Spanyol. Dipertengahan abad ke 16 tanaman ini sudah mulai masuk ke philipina, daratan Cina, Malaysia dan sekitarnya, di Indonesia sendiri tanaman pepaya baru pertama kalo dikenal sekitar tahun 1930 an terkhusus di daerah Pulau Jawa.

Tanaman pepaya sendiri biasanya ditanam pada ketinggian anatara 0 – 600 mdpl. Untuk menanamnya hal yang perlu dilakukan pembibitan pembibitan. Jika Anda ingin menanam pepaya dengan jumlah yang banyak maka yang paling cocok yaitu membuat bibit sendiri sebab pembuatan bibit tidak sulit alias sangat mudah.

Namun apabila Anda ingin menanam dengan jumlah yang sedikit, maka disarankan untuk membeli bibit yang sudah jadi, sebab Anda tidak perlu menunggu lama dalam dalam proses penanaman.

Jenis-Jenis Tanaman Pepaya

  1. Pepaya Bangkok, adalah jenis pepaya yang berukuran jumbo dengan daging buah yang tebal dan rasanya manis.
  2. Pepaya Callina, yaitu jenis pepaya california yang dimuliakan atau juga IPB-9.
  3. Pepaya Cibinong,
  4. Pepaya Hawai
  5. Pepaya Mas
  6. Pepaya Arum Bogor
  7. Pepaya Red lady
  8. Pepaya Gunung
  9. pepaya California

Tips Membuat Bibit Tanaman Pepaya Sendiri

Dalam hal pertama yang perlu dilakukan yaitu:

  1. Mengumpulkan biji dan menjemurnya sampai kering.
  2. Kemudian rendam benih selama 6 jam.
  3. Setelah 6 jam benih disernai dalam polibag ukuran 20 cm x 1 cm.

Dalam proses penyemian perlu menggunakan media tanam, 2 ember tanah yang telah diayak dan selanjutnya di campurkan dengan 1 ember pupuk kandang yang sudah matang. Setelah itu ke dua bahan tersebut dicampur serta diayak kemudian ditambahkan 50 gram TSP yang telah dihaluskan selanjutnya ditambah lagi 25 gram Curator atau Petrofur.

Penanaman

Setelah proses di atas selesai semua, langkah berikutnya adalah penanaman biji ke tanah dengan kedalaman sekitar 1 cm lalu tutup dengan tanah. Dalam proses penyemian Anda perlu menyiramnya setiap hari supaya tanaman tidak terjadi kekeringan pada bayi pohon pepaya tersebut.

Agar dapat menghindari hal-hal yang tidak diinginkan maka Anda perlu membuatkan naungan dari plastik dengan ketinggian 60 cm. Kemunculan benih ini cukup lama berkisar antara 12 – 15 hari, ketika benih mencapai ketinggian 15 – 20 cm maka bibit sudah siap untuk ditanam di lahan, biasanya dalam 1 hektare lahan diperlukan 60 gram benih yang akan menjadi 2000 pohon.

Sebelum menanamnya ke lahan, anda perlu mempersiapkan lahan terlebih dahulu untuk pembajakan dan penggemburan tanah harus dilakukan. Setelah lahan gembur selanjutnya buat bedengan-bedengan dengan lebar 2 – 2,5 meter tingginya 20 – 30 cm sedangkan jarak antar bedengan yakni 60 cm.

Setelah bedengan sekiranya siap maka selanjutnya lakukan pembuatan lubang pada bedengan dengan panjang dan lebar 50 cm dalamnya 40 cm. Sedangkan jarak antar tanaman minimal 2 meter x 2,5 meter, Anda juga perlu memperhatikan lubang tersebut tidak bisa langsung ditanami harus menunggu sekitar 1 minggu.

Tak hanya sampai disitu setelah 1 minggu Anda perlu menambahkan pupuk yang telah dibuat tadi sekitar 18 kg lalu campur dengan dolmit atau calcit sebanyak 1 kg selanjutnya tutuplah lubang tadi dan tunggu dalam waktu 1 – 2 minggu hingga kandungan pupuk dan tanah menyampur dengan sempurna.

Perawatan

Apabila proses di atas telah selesai semua baru Anda bisa melakukan penanaman. Tahap selanjutnya merupakan perawatan penyulaman atau penyurtiran terhadap pohon-pohon yang kurang sempurna dalam pertumbuhan atau pohon yang tumbuh miring maka hal ini perlu ditancapkan tiang agar tumbuh lurus.

Pemupukan dapat dilakukan setelah 3 minggu dari masa tanam dengan menggunakan pupuk kimia seperti ZA 50 gr, Urea 25 gr, TPS 50 gr dan Kcl sebanyak 25 gr. Semua pupuk buatan tersebut diletakkan secara melingkar tepat di lingkaran tajuk terluar.

Satu bulan kemudian Anda perlu melakukan pemupukan ke 2 dengan komposisi pupuk ZA 75 gr, Urea 35 gr, TPS 75 gr dan Kcl sebanyak 40 gr.

Masa Panen

Buah pepaya sudah bisa dipetik antara usia 10 – 12 bulan terhitung sejak awal penanaman, untuk Anda yang biasa kirim-kirim ke luar kota maka pemetikan dapat dilakukan saat warna pepaya masih dengan kondisi warna hijau terdapat sedikit warna kuning Nyadam dalam istilah Jawa.

Dagingnya masih keras dan sangat layak untuk konsumsi jarak jauh, namun apabila dipasarkan dekat-dekat rumah atau untuk konsumsi sendiri alangkah baiknya memetiknya saat warna berubah menjadi kuning supaya daging yang dihasilkan empuk dan manis.

Cara Budidaya Tanaman Pepaya dengan Mudah

Manfaat Tanaman Pepaya dan Buahnya

Setelah membahas cara budidaya tanaman pepaya selanjutnya kita akan bahas tentang manfaat yang terkandung pada tanaman pepaya dan juga kandungan gizi yang terdapat dalam buah pepaya.

Tanaman pepaya adalah sumber vitamin A, B serta vitamin C yang sangat diperlukan oleh tubuh. Tak hanya buahnya bahkan seluruh bagian dari tanaman pepaya ini dapat dimanfaatkan untuk kepentingan manusia.

Akan tetapi selama ini yang sudah dimanfaatkan oleh masyarakat hanya sebatas buah dan daunnya saja, namun sebenarnya pada bagian akar pohon pepaya ini juga berguna sebagai obat tradisional dalam mengatasi beberapa jenis penyakit.

Sedangkan pada bagian batang pohonnya juga dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak. Salah satu kegunaan dari akar pohon pepaya yaitu dapat digunakan sebagai obat penyakit ginjal, yaitu dengan meminum air sari akar pepaya secara rutin dan teratur. Bisa juga untuk mengobati hipertensi.

Dengan cara merebus 2 potong akar pepaya kemudian direbus dengan air berukuran 1 liter, diamkan rebusan mendidih hingga sisa air menjadi segelas selanjutnya saring dan diminum 2 kali sehari dengan takaran setiap minumnya cukup 1 cangkir saja, tak hanya itu hasil air rebusan juga dapat membasmi cacing kremi yang ada dalam tubuh.

Selain pada bagian akarnya, bagian daunnya juga mempunyai banyak manfaat yang belum banyak diketahui oleh masyarakat salah satunya yaitu sebagai obat untuk penyakit malaria bahkan bisa juga dijadikan sebagai bahan makanan. Biasanya daun pepaya muda dijadikan sebagai lalapan selain kaya akan gizi harganya juga tergolong sangat terjangkau.

Yang terakhir adalah pada bagian buahnya dapat diolah menjadi makanan ataupun obat-obatan. Contohnya apabila kita sulit buang air besar cukup dengan memakan buah pepaya niscaya tidak lama kemudian anda akan mudah dalam buang air besar. Serta juga bisa dijadikan sebagai obat sakit Reumatik.

Caranya yaitu: Potong buah pepaya lalu masukkan 2 butir telur ayam kampung ke dalamnya. Selanjutnya buah pepaya ditangkupkan lagi selanjutnya dibakar hingga telur di dalamnya menjadi matang, setelah matang makanlah telur tersebut setiap pagi dan sore hari.

Dari berbagai manfaat buah pepaya sebagai obat, tentunya masih banyak lagi manfaat yang terkandung dalam buah pepaya. Buah pepaya juga dapat dijadikan sebagai sayur, manisan basah atau kering, campuran es, selai, juice bahkan bahkan juga dapat dijadikan sebagai saus yang rasanya tak kalah enak dengan saus tomat.

Demikian penjelasan kita tentang Cara Menanam Pepaya Mudah Berbuah Lebat, semoga dapat bermanfaat dan menambah ilmu pengetahuan untuk kita semua. Terimakasih.