Cara Menanam Pepaya Mudah Berbuah Lebat

3 min read

Cara Budidaya Tanaman Pepaya dengan Mudah

Cara Menanam Pepaya Mudah Berbuah Lebat – Pada kesempatan kali ini Kebun.co.id akan membahas tentang Budidaya Pepaya. Yang mana dalam pembahasan kali ini menjelaskan cara menanam tanaman pepaya dengan sangat mudah, singkat dan jelas. Untuk leibh jelasnya simak ulasan berikut ini.

Cara Menanam Pepaya Mudah Berbuah Lebat

Pepaya menurut istilah ilmiah disebut Carica, yang merupakan tanaman asli Amerika yang beriklim tropis. Pepaya bukan tanaman asli Indonesia. Namun karena daerah asalnya beriklim sama dengan Indonesia maka ia bisa tumbuh subur di seluruh pelosok Indonesia.

Pepaya yang ada di Indonesia ini awalnya adalah hasil dari penyebaran yang dilakukan oleh pedagang Spanyol. Pada pertengahan abad ke 16 tanaman ini mulai masuk philipina, daratan Cina, Malaysia dan sekitarnya, di Indonesia sendiri tanaman ini baru dikenal sekitar tahun 1930 an terkhusus di daerah Pulau Jawa.

Tanaman pepaya biasa ditanam pada ketinggian anatara 0 – 600 m dpl. Untuk menanamnya hal yang perlu kita lakukan adalah pembibitan. Apabila ingin menanam dengan jumlah yang banyak maka yang paling cocok adalah membuat bibit sendiri karena pembuatan bibit tidak ribet alias sangat mudah.

Namun apabila ingin menanam dengan jumlah tidak terlalu banyak alias sedikit, maka disarankan untuk membeli bibit yang sudah jadi, karena tidak harus menunggu lama dalam dalam proses penanaman.

Jenis-Jenis Tanaman Pepaya

  1. Pepaya Bangkok, merupakan jenis pepaya berukuran jumbo dengan daging buah yang tebal dan rasanya manis.
  2. Pepaya Callina, merupakan jenis pepaya california yang dimuliakan atau juga IPB-9.
  3. Pepaya Cibinong,
  4. Pepaya Hawai
  5. Pepaya Mas
  6. Pepaya Arum Bogor
  7. Pepaya Red lady
  8. Pepaya Gunung
  9. pepaya California

Tips Membuat Bibit Tanaman Pepaya Sendiri

Dalam hal pertama yang perlu dilakukan yaitu:

  1. Mengumpulkan biji dan menjemurnya sampai kering.
  2. Kemudian rendam benih selama 6 jam.
  3. Setelah 6 jam benih disernai dalam polibag ukuran 20 cm x 1 cm.

Untuk proses penyemian menggunakan media tanam, 2 ember tanah yang sudah diayak lalu campurkan dengan 1 ember pupuk kandang yang sudah matang. Setelah itu ke dua bahan tersebut dicampur dan diayak lalu ditambahkan 50 gram TSP yang sudah dihaluskan kemudian ditambah lagi 25 gram Curator atau Petrofur.

Penanaman

Setelah proses di atas selesai semua, selanjutnya yaitu penanaman biji ke tanah dengan kedalaman sekitar 1 cm tutup dengan tanah. Dalam proses penyemian kamu harus menyiramnya setiap hari agar tidak terjadi kekeringan pada bayi pohon pepaya tersebut.

Baca Juga:  √ Cara Sukses Budidaya Ikan Sidat Untuk Pemula Untung Berlimpah

Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan maka perlu dibuatkan naungan dari plastik dengan ketinggian 60 cm. Kemunculan benih cukup lama sekitar 12 – 15 hari, pada saat benih mencapai ketinggian 15 – 20 cm maka bibit sudah siap untuk ditanam di lahan, biasanya dalam 1 hektare lahan diperlukan 60 gram benih dan akan menjadi 2000 pohon.

Sebelum menanamnya ke lahan, kamu harus mempersiapkan lahan terlebih dahulu pembajakan dan penggemburan tanah harus dilakukan. Setelah lahan gembur lalu dijadikan bedengan-bedengan dengan lebar 2 – 2,5 meter tingginya 20 – 30 cm sedangkan jarak antar bedengan yaitu 60 cm.

Setelah bedengan siap maka dilakukan pembuatan lubang pada bedengan dengan panjang dan lebar 50 cm dalamnya 40 cm. Sedangkan jarak antar tanaman minimal 2meter x 2,5 meter, perlu diperhatikan lubang tersebut tidak bisa langsung ditanami harus menunggu sekitar 1 minggu.

Belum cukup sampai situ setelah 1 minggu perlu ditambahkan pupuk yang telah dibuat tadi kurang lebih 18 kg dan dicampur dolmit atau calcit sebanyak 1 kg lalu tutuplah lubang tadi dan tunggu dalam waktu 1 – 2 minggu sampai kandungan pupuk dan tanah menyampur dengan sempurna.

Perawatan

Setelah proses di atas selesai semua baru kamu bisa melakukan penanaman. Tahap selanjutnya yaitu perawatan penyulaman atau penyurtiran pohon-pohon yang kurang sempurna dalam pertumbuhan atau pohon yang tumbuh miring maka diperlukan ditancapkan tiang agar tumbuh lurus.

Pemupukan dilakukan setelah 3 minggu terhitung dari masa tanam dengan pupuk kimia seperti ZA 50 gr, Urea 25 gr, TPS 50 gr dan Kcl sebanyak 25 gr. Semua pupuk buatan tersebut ditaruh melingkar tepat di lingkaran tajuk terluar.

Satu bulan kemudian dilakukan pemupukan ke 2 dengan komposisi pupuk ZA 75 gr, Urea 35 gr, TPS 75 gr dan Kcl sebanyak 40 gr.

Masa Panen

Buah pepaya dapat dipetik antara usia 10 – 12 bulan terhitung sejak awal penanaman, untuk kamu yang biasa kirim-kirim ke luar kota makan pemetikan bisa dilakukan saat warna pepaya masih warna hijau terdapat sedikit warna kuning Nyadam dalam istilah Jawa.

Dagingnya masih keras dan sangat layak untuk konsumsi jarak jauh, akan tetapi jika dipasarkan dekat-dekat rumah atau untuk konsumsi sendiri sebaiknya memetiknya saat warna berubah menjadi kuning agar daging yang dihasilkan empuk dan manis.

Baca Juga:  Cara Ternak Kambing Modern

Manfaat Tanaman Pepaya dan Buahnya

Setelah membahas cara budidaya tanaman pepaya selanjutnya kita akan bahas tentang manfaat tanaman pepaya dan juga kandungan gizi yang terkandung di dalam buah pepaya.

Tanaman pepaya merupakan sumber vitamin A, B dan vitamin C yang sangat diperlukan oleh tubuh. Tidak hanya buahnya bahkan seluruh bagian dari tanaman ini bisa dimanfaatkan untuk kepentingan manusia.

Namun selama ini yang sudah dimanfaatkan oleh masyarakat hanya sebatas buah dan daunnya saja, padahal pada bagian akar pohon pepaya ini juga berguna sebagai obat tradisional untuk mengatasi beberapa jenis penyakit.

Sedangkan pada bagian batang pohonnya dapat digunakan sebagai pakan ternak. Salah satu kegunaan dari akar pohon pepaya adalah bisa digunakan sebagai obat penyakit ginjal, caranya dengan meminum air sari akar pepaya secara rutin dan teratur. Bisa juga untuk mengobati hipertensi.

Caranya dengan merebus 2 potong akar pepaya lalu direbus dengan air berukuran 1 liter, biarkan rebusan mendidih hingga sisa air menjadi segelas lalu saring dan diminum 2 kali sehari dengan takaran setiap minumnya cukup 1 cangkir saja, selain itu hasil air rebusan juga bisa membasmi cacing kremi yang ada dalam tubuh.

Selain akarnya, daunnya juga mempunyai banyak manfaat yang belum banyak diketahui oleh masyarakat salah satunya sebagai obat untuk penyakit malaria bahkan bisa juga dijadikan sebagai bahan makanan. Daun pepaya muda biasanya dijadikan sebagai lalapan selain kaya akan gizi harganya juga tergolong murah.

Yang terakhir yaitu pada bagian buahnya biasa diolah mmenjadi makanan ataupun obat-obatan. Contohnya jika kita sulit buang air besar cukup memakan buah pepaya niscaya tidak lama kemudian maka kamu akan mudah dalam buang air besar. Bisa juga dijadikan sebagai obat sakit Reumatik.

Caranya yaitu: Potonglah buah pepaya lalu masukkan 2 butir telur ayam kampung ke dalamnya. Kemudian buah pepaya ditangkupkan lagi lalu dibakar sampai telur di dalamnya menjadi matang, setelah matang makanlah ke 2 telur tersebut setiap pagi dan sore hari.

Dari manfaat buah pepaya sebagai obat, tentunya masih banyak lagi manfaat yang terkandung di dalamnya. Buah pepaya juga bisa dijadikan sebagai sayur, manisan basah atau kering, campuran es, selai, juice bahkan bisa juga dijadikan sebagai saus yang rasanya tak kalah enak dengan saus tomat.

Demikian penjelasan kita tentang Cara Menanam Pepaya Mudah Berbuah Lebat, semoga dapat bermanfaat dan menambah ilmu pengetahuan untuk kita semua. Terimakasih.