Cara Menanam Terong Hasil Berlimpah

2 min read

Cara Menanam Terong Hasil Berlimpah – Pada kesempatan ini Kebun.co.id akan membahas tentang Cara Menanam Terong. Yang mana dalam pembahasan kali ini membahas tuntas mengenai seputar budidaya terong berikut penjelasannya. Penasaran yuk simak ulasan berikut ini.

Cara Menanam Terong Hasil Berlimpah

Salah satu jenis sayuran yang masih kerabat dengan leunca (cepokak) dan kentang yaitu Terong atau dalam bahasa latinnya Solanum Melongena yang mana berasal dari India dan Sri Langka. Pada Budidaya terong dapat berproduksi sampai 2 tahun yang mana tanaman terong memiliki produktifitas tinggi apalagi dilingkungan yang beriklim tropis.

Hal ini lah yang menjadikan tanaman sayuran ini prospek yang menguntungkan, dimana harganya pun relatif stabil dan sangat digemari konsumen. Di Negara kita sendiri tanaman jenis sayuran ini dapat dioleh menjadi sayur maupun bahan masakan lainnya.

Cara Menanam dan Budidaya Terong

Ada beberapa cara menanam terong atau budidaya terong ini, antara lain yaitu:

Memilih Bibit Terong

Hal pertama yang perlu dilakukan yaitu memilih bibit terong yang berkualitas dan unggul. Tentu sekarang ini tidak perlu repot-repot untuk mencari, Anda dapat membelinya ditoko tanaman atau yang menjual berbagai macam bibit terong. Adapun ciri-ciri bibit terong yang unggul dan berkualitas, antara lain yaitu :

  • Pilihlah bibit yang mempunyai cukup kadar airnya.
  • Pilihlah bibit yang mempunyai tampilan mengkilat dan bersih.
  • Pilihlah bibit yang mempunyai ukuran, warna dan bentuk yang sama.
  • Pilihlah bibit yang tidak bercampur dengan lainnya atau yang buruk/cacat.
  • Pilihlah bibit yang mempunyai daya pertumbuhan yang cepat sekitar 75 %.
Baca Juga:  √ Cara Menanam dan Merawat Bunga Wisteria (Bunga Fuji)

Menyiapkan Media Tanam

Apabila Anda menghendaki tanaman terong yang berbuah lebat, baik pertumbuhannya dan berkualitas. Tentu Anda harus mempersiapkan media tanam yang baik pula. Adapun langkah-langkah dalam mempersiapkan media tanam pada budidaya terong, antara lain yaitu:

  • Media tanam harus bersih dari rumput liar dan gulma.
  • Bentuklah bedengan dengan tinggi 30 cm dan lebar 1 meter dan panjang menyesuaikan kondisi lahan.
  • Taburkan dolomit sekitar 1 ton per hektarnya untuk menstabilkan pH dalam tanah dimana tanaman terong menghendaki 6 pH tanah.
  • Taburkan pupuk kompos atau pupuk kandang setelah 10 hari penaburan dolomit. Anda dapat juga menambah 1 ons TSP atau NPK, 0,5 ZA dan 0,5 KCL pada setiap pohonnya.
  • Kemudian pasang mulsa plastik dan buat lubang dengan jarak tanam 80 cm.

Dalam hal ini pemberian pupuk dasar sangat penting dan dosis pemberiannya hampir sama dengan tanaman lainnya.

Menyemai Benih Terong

Setelah pemilihan jenis bibit dan media tanam siap, langkah berikutnya yaitu menyemai benih terong. Adapun langkah dalam penyemaian bibit terong antara lain yaitu:

  • Rendam benih pada terong menggunakan air hangat selama 20 menit.
  • Buat media tanam sementara dengan arang sekam yang dicampur pupuk kompos pada polybag.
  • Buatlah lubang dan masukkan bibit terong kedalamnya.
  • Tutup lubang dengan arang sekam.
  • Kemudian siram menggunakan air secukupnya, hal ini dapat Anda lakukan dipagi dan sore hari.

Memindahkan Tanaman ke Media Tanam yang lebih besar

Dalam hal ini dapat Anda lakukan pada saat persemaian bibit terong berumur 25 hari atau sekitar 1 bulan kurang. Kemudian pilih bibit yang sehat dan bagus dengan tanda atau ciri yang mempunyai daun yang segar serta hiaju dan vikor yang kuat.

Baca Juga:  Budidaya Lebah Madu : Persiapan, Perawatan, Pengembalaan Dan Pemanenan

Setelah daun yang keluar berjumlah 4 helai daun, selanjutnya pindahkan ke media tanam yang sudah Anda persiapkan.

Memelihara Terong

Selanjutnya hal yang penting lainnya yaitu pemeliharaan dan perwatan tanaman terong.

Adapun cara pemeliharaan dan perawatannya, antara lain yaitu:

  • Siram tanaman terong dengan teratur pada pagi dan sore hari.
  • Lakukan pemupukan dengan menggunakan pupuk organik atau kimia agar pertumbuhan tanaman menjadi baik dan sehat.
  • Terus amati pertumbuhan tanaman dengan melihat kondisi daun, batang dan buahnya. Bila terserang atau terdapat penyakit pada daun atau buah segera dibuang.
  • Bersihkan gulma yang ada pada sekitaran tanaman terong.
  • Tancapkan kayu atau bambu sebagai penompang batang terong.

Hama dan Penyakit Tanaman Terong

Berikut ini adalah penyakit dan hama yang terdapat pada budidaya terong, antara lain yaitu :

Hama

  • Kutu Daun (Aphids)
  • Ulat Tanah
  • Bekicot
  • Penggerek Daun
  • Ulat Grayak
  • Lalat Buah
  • Kutu Kebul

Penyakit

  • Bercak Daun
  • Layu Bakteri
  • Busuk Buah
  • Layu Fusarium
  • Antraknosa
  • Leher Akar atau Busuk Pangkal Batang
  • Lodoh atau Busuk Daun /

Waktu dan Cara Panen Buah Terong

Pada budidaya tanaman terong dapat mulai dipanen sekitar umur 80 hari setelah penanaman. Anda dapat memilih buah terong yang sudah berumur, yang mana pemanenan ini dapat dilakukan pada 3 hari sekali.

Dalam pemanenan dapat menggunakan gunting yang dipotong beserta tangkai pada buahnya. Setelah pemotongan Anda dapat menyortir buah terong sebelum melakukan pengiriman ke konsumen.

Demikian penjelasan kita tentang Cara Menanam Terong Hasil Berlimpah, semoga dapat bermanfaat dan memberikan ilmu yang bermanfaat. Terimakasih.