Cara Menanam Tomat Mudah Berbuah Lebat

5 min read

Cara Budidaya Tanaman Tomat Mudah Praktis

Cara Menanam Tomat Mudah Berbuah Lebat – Pada kesempatan ini Kebun.co.id akan membahas tentang Tomat. Yang mana dalam pembahasan kali ini menjelaskan cara budidaya menanam tanaman tomat mulai dari pemilihan bibit sampai siap panen dengan mudah dan praktis. Untuk lebih jelasnya simak penjelasan berikut ini.

Cara Menanam Tomat Mudah Berbuah Lebat

Tomat adalah tanaman perdu semusim yang banyak dibudidayakan oleh petani kita di Indonesia. Budidaya tomat sebenarnya mudah, akan tetapi perlu memperhatikan cara budidaya tomat meliputi syarat tumbuh sampai dengan tekniknya. Produksi tomat yang baik hanya akan diperoleh apabila dibudidayakan pada lahan yang syarat tumbuhnya sesuai, dan teknik yang diterapkan juga benar.

Budidaya Tomat

Untuk itu, dalam membudidayakan tomat perlu memperhatikan hal-hal yang berkaitan, diantaranya syarat tumbuh, pembibitan, persiapan lahan, penanaman, pemupukan dan pemeliharaanya. Dengan kita memperhatikan cara budidaya tomat meliputi syarat tumbuh sampai dengan tekniknya. Maka diharapkan akan menunjang keberhasilan pada budidaya tomat.

Berikut ini adalah cara budidaya tomat yang meliputi syarat tumbuh sampai dengan teknik penanamannya.

Syarat tumbuh tanaman

Faktor lingkungan yaitu berupa tanah dan iklim yang sesuai perlu mendapatkan perhatian. Dimana hal tersebut bertujuan untuk mendapatkan pertumbuhan yang baik pada tanaman sehingga potensi hasil yang baik pula.

Tanaman tomat dapat dibudidayakan diberbagai jenis tanah. Mulai dari tanah lempung berpasir sampai dengan lempung berliat. Selain itu tomat juga dapat dibudidayakan pada jenis tanah- tanah yang kaya akan bahan organik. Apapun jenis tanahnya budidaya tanaman tomat yang pasti harus memiliki drainase yang baik. Karena tanaman tomat tidak tahan terhadap kelebihan air yang terlalu lama.

Kelebihan air yang terlalu lama dapat membuat tanaman tomat menjadi mudah terserang penyakit. Apabila pada lahan yang drinasenya kurang baik upayakan untuk membuat bedengan yang agak tinggi. Dengan bedengan yang tinggi, maka akar tanaman tomat akan aman dari kelebihan air yang terlalu lama.

Tanaman tomat menghendaki pH tanah kisaran 5,5 – 7,0, jika pH tidak sesuai maka dapat terjadi keracunan unsur hara. Tomat dapat dibudidayakan pada dataran rendah sampai dengan dataran tinggi tergantung dari varietasnya. Tanaman tomat dapat tumbuh dengan baik pada ketinggian antara 0 – 1000 mdpl, akan tetapi untuk ketinggian optimumnya yaitu 200-700 mdpl.

Suhu yang dikehendaki untuk pertumbuhan tanaman tomat antara 16 – 24 C. Sedangkan suhu optimumnya sekitar 21 – 24 C. Di dalam pematangan buah suhu optimum yang dibutuhkan tomat, yaitu 18 – 24 C. Suhu yang terlalu rendah akan membuat pematangan buah menjadi lambat dan bahkan buah menjadi tidak matang sama sekali.

Proses pembibitan

Pembibitan adalah proses penanaman bibit mulai dari bentuk biji hingga menjadi tanaman kecil dan muncul beberapa tunas akar serta beberapa daun kecil. Perbanyakan tanaman tomat dilakukan secara generatif memalui biji yang mana disemaikan terlebih dahulu sebelum ditanam pada lahan.

Perlu diperhatikan dalam memilih benih, yaitu

  • Pilih benih dari buah yang berkualitas
  • Bijinya utuh tidak cacat dan tidak keriput
  • Serta sehat atau bebas dari hama dan penyakit

Untuk lebih mudahnya dalam mendapatkan benih,  kita bisa membeli benih yang telah bersertifikat di toko pertanian terdekat.

Persemaian dilakukan dengan cara menaburkan benih secara hati-hati pada media persemaian. Jarak yang tepat antar benih yaitu 5cm kemudian ditutup dengan tipis-tipis menggunakan tanah.  Benih akan mulai berkecambah setelah berumur sekitar 7 hari, kemudian dipindahkan ke polibag kecil setelah berumur 2 minggu.

Baca Juga:  Pipa Paralon Hidroponik

Tunggu dan pelihara bibit sampai siap untuk dipindahkan di ladang, yaitu setelah bibit memiliki daun sekitar 4 helai daun. Lakukan pemeliharaan secara intensif untuk menunjang keberhasilan dalam pembibitan tomat.

Persiapan lahan tanam

Persiapan lahan tanam

Rotasi tanam dengan tanaman yang bukan sejenis merupakan upaya didalam memutuskan siklus hama dan penyakit yang dapat menyerang tanaman tomat. Tanaman yang masih dalam famili yang sama dengan tomat yaitu (solanaceae) seperti terong dan cabai. Sebaiknya lahan tanam sebelumnya bekas untuk menanam dari famili Poaceae seperti padi dan jagung.

Persiapan lahan yaitu dimulai dari pembersihan gulma, sisa tanaman dan sampah yang dapat menggagu tanaman yang akan dibudidayakan. Lakukan pengolahan lahan dengan cara dibajak atau dicangkul sedalam 30 cm kemudian biarkan selama 15 hari supaya terkena sinar matahari. Hal ini bertujuan untuk mematikan patogen-patogen yang berada dalam tanah karena terkena sinar matahari dan membuang gas beracun serta mendorong proses dekomposisi.

Selanjutnya cangkul kembali tanah dengan membuat bedengan setinggi 30 cm pada musim kemarau dan 50 cm pada musim penghujan. Bedengan dibuat dengan lebar 100 cm dan panjang menyesuaikan lahan serta jarak bedengan sekitar 50 cm.

Untuk memperbaiki struktur tanah supaya subur perlu pemberian pupuk kandang dengan takaran kisaran 15 – 20 ton per 1 Ha areal tanam. Pupuk dapat diberikan dengan cara ditaburkan disekitar lubang tanam atau ditabur dipermukaan saat dilakukan pengolahan lahan.

Selanjutnya bedengan ditutup dengan plastik mulsa untuk menjaga kelembaban tanah dan supaya terhindar dari munculnya gulma. Mulsa dipasang pada siang hari dengan warna perak yang diatas dan warna hitam yang didalam. Lubangi mulsa menggunakan kaleng susu yang dipanaskan dan atur sesuai dengan jarak tanam yang dikehendaki.

Penanaman bibit tomat

Penanaman bibit tomat

Setelah mulsa dilubangi langkah selanjutnya, yaitu menggali tanah dalam lubang mulsa tersebut dengan kedalaman sekitar 6 cm dan diameter sekitar 8 – 10 cm. Pada umumnya tomat ditanam dengan jarak 30 – 45 cm di dalam barisan dan 1 m antar barisan dengan menggunakan ajir setelah dirasa membutuhkan ajir untuk menopang berat tanaman.

Masukan bibit tomat pada lubang tanam dan sebelum dimasukan gunting polibag dan lepaskan. Usahakan jangan sampai perakaran terganggu atau kondisikan supaya tetap utuh pada media yang telah dilepas polibagnya.

Kemudian tutup kembali menggunakan tanah dan upayakan jangan sampai daun bersentuhan langsung dengan mulsa. Hal tersebut dikarenakan apabila mulsa terkena sinar matahari maka akan menjadi panas. Sehingga mengakibatkan daun yang bersentuhan akan menjadi layu.

Waktu penanaman tomat yang tepat dilakukan pada pagi atau sore saat kondisi hari cerah. Hindari penanaman pada waktu siang hari karena akan mengakibatkan tanaman menjadi layu. Dengan kondisi tanaman yang layu, maka akan membuat pertumbuhan tanaman menjadi terganggu bahkan akan berakibat kematian.

Pemupukan tanaman

Secara umumnya lahan yang ditanami tomat menghendaki pemupukan sekitar 112 kg kg ha-1 N, 22kg ha-1 P dan sejumlah kecil K. Pada pemupukan awal berikan pupuk N sebanyak 11 kg ha-1  dan P sebnayak 17 kg ha-1 . Pupuk diberikan pada lubang tanam dengan kedalaman 3 – 5 cm dibawah bibit pada waktu tanam.

Selanjutnya sisa pupuk diberikan ketika tanaman berumur 45 hari dan pemberian yang terahir ketika tanaman usia 2 bulan. Pupuk ini diberikan pada alur di samping batang dengan jarak sekitar 5 cm kemudian di tutup kembali dengan tanah.

Baca Juga:  Cara Merawat Tanaman Tomat

Pupuk kandang juga diberikan dalam pemupukan awal dengan cara dicampurkan bersamaan saat pengolahan lahan. Selain itu, juga bisa diberikan pada setiap lubang tanam dengan takaran 3/4 kg. Pupuk kandang yang dibutuhkan untuk pemupukan awal sekitar 20 ton ha-1.

Pemeliharaan tanaman

Pemeliharaan tanaman

Pemeliharaan tanaman tomat memiliki pengaruh segnifikan terhadap keberhasilan budidaya dan hasil yang diperoleh. Untuk itu perlu pemeliharaan secara intensif supaya tomat dapat berproduksi secara maksimal. Didalam pemeliharaan tanaman tomat, hal pertama yang perlu diperhatikan adalah penyiraman.

Penyiraman secara intensif dilakukan sejak tanaman mulai ditanam hingga berumur 2 minggu. Hal tersebut perlu dilakukan karena tomat menghendaki kelembaban tanah yang memadai selama proses pertumbuhan. Setelah tanaman berusia 2 minggu, penyiraman mulai dikurangi dan dilakukan secukupnya saja.

Seiring dengan besarnya tanaman perakaran akan berkembang dan jangkauanya jadi lebih panjang, sehingga lebih mudah di dalam mendapatkan air. Selain penyiraman perlu dilakukan penyiangan untuk membersihkan lahan dari tanaman pengganggu (gulma).

Penyiangan mulai dilakukan ketika tanaman berumur 4 minggu, selanjutnya dilakukan kembali saat tanaman usia 8 dan 12 minggu. Tindakan pemeliharaan tanaman selanjutnya yaitu pemangkasan. Pemangkasan dilakukan ketika tanaman berumur 11/2 bulan bersamaan dengan pemupukan susulan.

Cabang-cabang samping dipangkas dan hanya menyisakan 1 atau 2 cabang utama pada setiap tanaman. Apabila ada tunas yang tumbuh pada ketiak daun sebaiknya dibuang karena dapat mengurangi hasil.

Cara Budidaya Tanaman Tomat Mudah Praktis

Analisa Biaya Usaha Budidaya Tomat

Analisa dalam usaha ini tidak menghitung tomat yang ditanam di lahan seluas 1 hektar, akan tetapi cukup 2.000 m2 saja. Jika lahan tersebut harus kita sewa, maka dalam satu masa tanam kita butuh biaya sewa lahan sekitar Rp. 500.000.

Plastik mulsa yang digunakan untuk lahan seluas 2.000 m2 membutuhkan biaya Rp. 2.000.000. Kedua pengeluaran ini termasuk dalam biaya tetap, yang jika dihitung jumlahnya adalah Rp. 2.500.000.

Selain biaya tetap, kita juga harus mengeluarkan biaya variabel yang terdiri dari pembelian bibit 4.000 batang dengan harga sekitar Rp. 550.000. Untuk membeli pupuk yang digunakan dalam satu masa tanam dibutuhkan biaya Rp. 3.300.000.

Sedangkan pestisida dan obat-obatan lainnya dibeli dengan harga Rp. 750.000. Ongkos tenaga kerja akan membutuhkan biaya kisaran Rp. 2.475.000. Perlu juga dianggarkan biaya lain-lain yang jumlahnya adalah Rp. 1.500.000. Sehingga keseluruhan biaya variabel ini adalah sejumlah Rp. 8.575.000.

Sekarang kita akan menghitung pendapatan yang dapat diperoleh dari budidaya tomat. Dari 2.000 m2 lahan, buah tomat yang dihasilkan bisa diperkirakan mencapai 5.000 kg. Jika harga tomat ditingkat petani adalah Rp. 2.500, maka pendapatan kita sebesar Rp. 12.500.000.

Tapi ini belum selesai, karena untuk menghitung keuntungan, pendapatan tersebut harus dikurangi dengan biaya tetap dan biaya variabel. Setelah dihitung, maka hasilnya adalah Rp. 3.925.000.

Rp. 3.925.000 merupakan uang yang bisa Anda dapatkan dalam jangka waktu 2 hingga 3 bulan saja. Penghasilan akan menjadi lebih besar lagi jika budidaya tomat ini Anda lakukan sendiri tanpa harus membayar tenaga kerja.

Hasil berlipat pun bisa didapatkan dengan luas lahan yang lebih besar dan penggunaan varietas tomat unggul yang bisa menghasilkan buah hingga 3 kali lipat. Jadi, peluang budidaya tomat dapat terus diperbesar dengan kerja yang lebih keras dan lebih cerdas.

Demikian penjelasan singkat tentang Cara Menanam Tomat Mudah Berbuah Lebat. Semoga dapat bermanfaat dan menambah ilmu pengetahuan untuk kita semua. Selamat mencoba.