√ Mengenal Jenis Sapi Perah Tropis dan Subtropis

3 min read

Jenis Sapi Perah

Mengenal Jenis Sapi Perah Tropis dan Subtropis – Dalam kesempatan ini Kebun.co.id akan menyajikan informasi mengenai jenis-jenis sapi sapi perah yang umum diternakkan di wilayah yang memiliki iklim tropis dan subtropis. Apa saja jenis-jenis sapi perah tersebut? Langsung saja simak penjelasan berikut ini.

Mengenal Jenis Sapi Perah Tropis dan Subtropis

Sapi merupakan salah satu hewan yang sudah biasa diternakkan. Produk yang bisa diambil dari sapi yang paling populer yaitu daging dan susunya. Untuk sapi yang khusus diternak untuk diambil susunya merupakan jenis sapi perah.

Diketahui hampir tidak ada sapi lokal yang mempunyai karakter sebagai sapi perah. Sapi perah yang hingga kini ada di Indonesia hampir seluruhnya berasal dari luar negeri yang didatangkan di abad 18. Pada masa penjajahan Belanda, pemerintah kolonial Belanda mendatangkan sapi jenis Friesian Holstein (FH) guna mencukupi kebutuhan konsumsi susu orang Belanda yang bermukim di Indonesia.

Sapi perah jenis FH mendominasi sapi perah yang ada di Indonesia. Sapi FH adalah jenis sapi wilayah subtropis, maka produktivitas sapi tersebut tidak sebagus di wilayah asalnya. Selain itu, kualitas genetik sapi FH di Indonesia masih berada di bawah sapi FH di negara asalnya.

Untuk para pembaca yang sedang ingin membuka usaha di bidang sapi perah ada baiknya membaca ulasan berikut ini sebagai pengetahuan dasar tentang jenis-jenis sapi perah dan karakteristik masing-masing sapi perah.

Jenis-Jenis Sapi Perah Subtropis

Berikut ini adalah beberapa jenis sapi perah subtropis.

Friesian Holstein (FH)

Friesian Holstein

Sapi perah Friesian Holstein dapat dikatakan sebagai jenis sapi perah yang paling terkenal di dunia. Disebutkan bahwa lebih dari 80% populasi sapi perah di Amerika adalah jenis FH. Begitu juga dengan populasi sapi perah di Indonesia yang sebagian besar menggunakan sapi jenis FH yang sudah sejak zaman penjajahan Belanda.

Jenis sapi FH asalnya dari Provinsi Friesland di Belanda. Sapi FH ini bisa beradaptasi dengan kondisi lingkungan di wilayah tropis. Secara fisik, ukuran badan sapi FH besar dengan bobot yang bisa mencapai 1 ton untuk sapi jantan dan 625 kg untuk sapi betina. Sapi FH memiliki ukuran badan lebih besar daripada jenis sapi lainnya. Ciri utama dari sapi FH yakni warna kulitnya hitam putih dan tanduk yang pendek mengarah ke depan.

Baca Juga:  √ Cara Membuat Kandang Ayam Petelur Sederhana

Di wilayah asalnya, sapi FH bisa menghasilkan susu sebanyak 7.245 kg setiap masa laktasi. Namun, susu yang dihasilkan di Indonesia hanya 4.500 sampai 5.500 kg setiap masa laktasi atau sama dengan 10 liter susu tiap ekor tiap hari.

Sapi Jersey

Sapi Jersey

Sapi ini berasal dari pulau yang sama dengan namanya yakni Pulau Jersey yang berlokasi di selat antara Perancis dengan Inggris. Nenek moyang sapi Jersey merupakan hasil perkawinan antara banteng liar dengan sapi Normandia. Secara fisik, sapi Jersey dicirikan dengan warna tubuh yang beragam, seperti merah tua, hitam atau cokelat kekuningan yang memiliki warna putih di bagian-bagian tertentu. Sapi Jersey bertanduk lebih panjang daripada sapi FH tetapi tetap mengarah ke atas. Jenis sapi Jersey jantan bisa mencapai bobot 625 kg dan yang betina 425 kg. Produksi susu sapi ini bisa menyentuh 2.500 liter setiap masa laktasi.

Sapi Guernsey

Sapi Guernsey

Jenis sapi yang berasal dari pulau Guernsey, Inggris ini mulanya merupakan jenis sapi liar Bos typicus longifrons yang kemudian dikembangkan. Tubuh sapi Guernsey berwarna cokelat kekuningan menyerupai merah bercampur putih. Memiliki tanduk dengan ukuran sedang yang mengarah condong ke depan. Sapi Guernsey jantan memiliki berat maksimal 700 kg dan 475 kg untuk sapi betina. Sapi Guernsey dapat menghasilkan susu hingga 2.750 liter setiap masa laktasi.

Sapi Brown Swiss

Sapi Brown Swiss

Sapi perah Brown Swiss tentu berasal dari Swiss dengan karakteristik yang sangat jinak dan tidak sulit dikendalikan. Warna tubuh sapi Brown Swiss keabu-abuan sampai cokelat. Tubuh sapi Brown Swiss ini cukup besar ukurannya di mana sapi jantan bisa berbobot hingga 900 kg dab sapi betina mencapai 600 kg. Sapi asal Swiss ini bisa menghasilkan 3.000 kg susu setiap masa laktasi.

Jenis-Jenis Sapi Perah Tropis

Dan dibawah ini adalah jenis sapi perah tropis.

Sapi Sahiwal

Sapi Sahiwal

Jenis sapi Sahiwal asalnya dari wilayah Punjab yang merupakan wilayah perbatasan antara India dan Pakistan. Sapi Sahiwal ini dianggap sebagai jenis sapi perah terbaik di wilayah tropis. Fisik sapi Sahiwal dicirikan dengan warna yang bermacam-macam, sebagian besar warnanya cokelat muda sampai kemerahan. Sapi ini berbulu halus dengan kaki yang pendek. Bobot tubuh sapi Sahiwal jantan kurang lebih 500 sampai 600 kg dan betina mencapai 450 kg. Dalam setiap masa laktasi, susu yang dihasilkan sapi Sahiwal berkisar antara 2.500 sampai 3.000 kg.

Baca Juga:  Ternak Bebek Petelur : Langkah, Proses, Panen Dan Pengelolaan

Sapi Red Shindi

Sapi Red Shindi

 

Sapi Red Shindi masih merupakan jenis sapi perah yang asalnya dari India dan bisa berkembang baik di wilayah-wilayah yang panas dan kering. Ciri fisik sapi red Shindi yakni kulit merah tua dengan ukuran tubuh yang kecil. Untuk urusan bobot tubuh, sapi jantan bisa mencapai berat 450 sampai 500 kg dan sapi betina berukuran 350 kg. Produksi susu yang dihasilkan jenis sapi Red Shindi mencapai 1.700 kg tiap masa laktasi.

Sapi Gir

Sapi Gir

Daerah Semenanjung Kathwiar yang berada dekat dengan Bombay di India Barat merupakan tempat asal sapi Gir. Di wilayah tersebut curah hujannya 20 sampai 25 inchi atau 50,8 sampai 63,5 cm. Semenanjung Kathwiar berada di antara 20°5’ – 22°6’ LU. Suhu udara di Kathwiar di musim panas sampai dengan mencapai 98°F atau 36,7°C dan 60°F atau 15,5°C ketika musim dingin tiba.

karakteristik fisik sapi Gir biasanya dengan tubuh yang berwarna putih dan ada sedikit bercak hitam atau cokelat. Namun, ada pula yang berwarna kuning kemerahan. Jenis sapi Gir tahan untuk digunakan bekerja di sawah atau tegal. Sapi Gir betina dewasa berbobot sampai 400 kg dan sapi jantan dewasa kurang lebih 600 kg. Dalam setiap tahunnya, susu yang dihasilkan sapi gir rata 2.000 liter dengan kadar lemak 4,5% sampai 5%.

Sapi Ongole

Sapi Ongole

Sapi Ongole juga sama seperti sapi Gir dan sapi Red Shindi yang asalnya dari India. Jenis sapi Ongole banyak dijumpai di Indonesia tetapi lebih dimanfaatkan sebagai sapi pedaging. Ciri fisik sapi Ongole berwarna putih sampai agak gelap. Sapi pejantan memiliki bobot 500 sampai 600 kg dan sapi betina 450 sampai 500 kg. Susu yang dihasilkan sapi ini cenderung sedikit dengan hanya menghasilkan 1.250 sampai 1.500 kg dalam satu kali masa laktasi.

Peranakan Friesian Holstein (PFH) atau Sapi Grati

Sapi Grati

Sapi hasil peranakan dari jenis FH dengan sapi betina lokal berjenis Jawa dan Madura ini disebut juga dengan sapi Grati ini umum ditemukan di wilayah Jawa Timur. Sapi Grati mempunyai ciri fisik dengan tubuh agak besar dan memiliki kemampuan adaptasi yang baik pada iklim tropis. Sapi grati mampu menghasilkan susu antara 2.500 sampai 3.000 dalam sekali masa laktasi.

Itulah penjelasan materi Mengenal Jenis Sapi Perah Tropis dan Subtropis. Jenis-jenis sapi perah yang diternakkan bisa menyesuaikan dengan kebutuhan para peternak. Semoga pembaca bisa mendapat manfaat dari penjelasan artikel ini. Terima kasih telah membaca artikel ini.