Penyakit dan Hama yang Terdapat Pada Ikan Nila

Penyakit dan Hama yang Terdapat Pada Ikan Nila

Posted on

Penyakit dan Hama yang Terdapat Pada Ikan Nila – Pada kesempatan ini Kebun.co.id akan membahas tentang Penyakit dan Hama Ikan Nila. Yang mana dalam pembahasan kali ini menjelaskan penyakit dan hama yang banyak terdapat pada ikan nila dengan secara singkat dan jelas. Untuk lebih jelas dan detailnya silahkan simak artikel dibawah ini.

Penyakit dan Hama yang Terdapat Pada Ikan Nila

Ada berbagai wabah penyakit yang bisa menyerang ketika sedang melakukan pembudidayaan ikan nila. Bila kita lihat dari serangan lokal mungkin tidak begitu masalah, akan tetapi jika terus dibiarkan maka hal ini akan menggangu proses daru pertumbuhan bahkan budidaya pada ikan nila sendiri.

Dalam hal ini paling sering terkena ketika sedang fase pembenihan mulai dari penetasan hingga pendederan yang mana penyakit serta hama sering terjadi. hal ini dapat terjadi bisa melalui aliran air, dan kontak langsung atau udara bahkan pada kondisi lingkungan yang kurang baik.

Yang man dalam tahap pengobatan pada penyakit dan hama cukup memakan waktu dan bebagai sumber daya yang tidak sedikit. Hal ini dapat diatasi jika melakukan pencegahan dini dari pada dengan mengobati.

Pencegahan penyakit dan hama

Upaya pada pencegahan ini merupakan hal yang sangat efektif supaya bisa menahan resiko untuk terjadinya penyakit dan hama pada ikan nila. Jika penyakit dan hama sudah menyerang maka biaya serta waktu dalam melakukan penyembuhannya pun akan menjadi lebih besar.

Ada beberapa cara untuk melakukan pencegahan penyakit serta hama dari ikan nila, antara lain yaitu:

  • Mengolah dasar kolam dengan cara pengeringan yang bisa dilakukan dengan cara mengeringkan dasar kolam pada setiap akan memulai budidaya yang mana sinar matahari bisa untuk membunuh hama dan juga penyakit secara alami.
  • Pengapuran yang dilakukandi  dasar kolam yang tujuannya untuk membantu mematikan beberapa penyakit sisa.
  • Pemupukan hal ini dibutuhkan supayar perkembangan pada budidaya menjadi lancar.
  • Pemasangan saringan maupun filter terhadap selang masuk air suppaya dapat mencegah penyakit dan hama masuk kedalam kolam.
  • Berantas hama yang bisa mengganggu dari proses pertumbuhan.
  • Pilih bibit ikan nila yang berkualita serta unggul dan tahan dari segala penyakit.
  • Membatasi kepadatan ikan yang ada pada kolam supaya terdapat oksigen dalam air.
  • Perhatikan porsi pakan yang akan anda berikan pada ikan, supaya bisa terhindar dari penumpukan sisa pakan didasar kolam.
  • Pehatikan ketika melakukan pemindahan maupaun penebaran antar kolam, suppaya terhindar dari infeksi atau luka pada ikan.
Baca Juga:  Pupuk Buah Naga

Jika pencegahan sudah dilakukan maka langkah selanjutnya adalah melakukan pengobatan dan pemberantasan dengan menggunakan obat yang sesuai dan perhatikan kadar penggunaannya.

Hama ikan nila

Berikut ini adalah beberapa jenis hama pada ikan nila atau berbagai ikan air tawar, diantaranya sebagai berikut:

  • Notonecta

Notonecta, penyakit jeni ini sering disebut juga dengan bebeasan yang menyerupai seperti beras. Hama ini pada umunya sering menyerang pada benih ikan yang sudah banyak maka hal ini akan sulit untuk mengatasinya. Cara mengatasinya ialah dengan memberi minyak tanah pada kolam dengan dosis 5 L per 1000 m2.

  • Larva cybister

Larva cybister atau yang disebut dengan ucrit yang mana hal ini lebih membahayakan ikan dibandingkan notonecta. Hama jenis ini biasya berwarna kehijauan dan bisa bergerak dengan cepat, dengan taring di depan sebagai penjepit mangsa dan pada bagian belakangnya mempunyai sengatan. Hama jenis ini umumnya menyerang pada benih ikan. Ada ula pencegahannya yaitu dengan membersihkan kolam secara rutin dari sampah organik dan gulma.

Penyakit ikan nila

Biasanya ikan nila akan cenderung lebih tahan pada penyakit, pada umumnya penyakit pada nila ini berupa penyakit menular maupun infeksi serta kondisi lingkungan yang kurang baik. Berikut ini merupakan beberapa penyakit yang ada pada ikan nila, diantaranya sebagai berikut:

  • Trichodina sp.

Penyakit jenis ini sering menyerang jenis ikan tawar dan juga pada ikan laut yang menjadi parasit pada tubuh ikan. Penyakit ini sering menyerang pada bagian ingsang, sirip serta pada kulit ikan yang bisa dilihat dengan adanya luka yang terdapat pada organ tertentu.

Hal ini bisa dicegah dengan melakukan pemasangan filter dan juga sanitasi pada kolam. Pengobatannya bisa dengan memberi garam yang di larutkan kedalam air selama 1 hari.

  • Saprolegniasis.

Penyakit jenis ini diakibatkan oleh adanya jenis jamur yang menyerang larva, serta benih ikan dan telur. Yang mana hal ini menyerang pada bagian luar tubuh, yang terlihat seperti benang halus dengan warna putih dan putih kecoklatan. Jika terkena bisa Anda obati dengan cara merendam dengan menggunakan larutan:

  • Larutan NaCL atau garam 5 gr/L selama 15 menit.
  • Larutan formalin 200 mg/L selama 2 jam.
  • Larutan malachite green 1 mg/L selama 1 jam.
  • Epistylis spp.

Penyakit jenis ini umumnya menyerang pada bagian luar ikan baik di bagian sirip, insang dan kulit. Ada juga ciri apabila ikan terkena penyakit ini yaitu insang pada ikan akan merah kecoklatan, gerakannya akan berubah melambat, sukar bernafas, dan tumbuh kembangnya akan terhambat.

Baca Juga:  Cara Menanam Bambu

Hal ini disebabkan oleh adanya kontak langsung dengan ikan yang terkena penyakit. Cara pencegahannya yaitu dengan mengurangi intensitas kepadatan ikan yang ada pada kolam. Adajuga pengobatannya yaitu dengan cara merendam ikan pada larutan Kmno4 20 mg/L selama 20 menit atau dengan menggunakan larutan formalin 200 mg/L selama 30 menit.

Penyakit dan Hama yang Terdapat Pada Ikan Nila

  • Bercak merah

Biasanya penyakit jenis ini disebabkan karena adanya bakteri jenis Pseudomonas dan Aeromonas, yang mana penyakit ini menyerang pada bagian luar dan dalam ikan. Ciri dari penyakit ini yaitu terdapat pendarahan pada bagian tubuh, perut membusung serta sisik yang terkelupas, ikan terlihat lebah dan juga sering muncul pada permukaan air.

Pengobatannya juga bisa lakukan dengan cara merendam, menyuntik, maupun dengan mencampur obat khusu pada pakan ikan. Obat perendaman kalium permanganat 10 mg/L selama 30 menit. Penyuntikan bisa dilakukant dengan menggunakan tetramysin 0,05 ml/ 100 gr bobot ikan maupun kanamysin 20 mg per kilogram bobot ikan. Pencampuran terhadap pakan dengan oxytetracylin 50mg/kg pakan, yang bisa anda bserikan berikan setiap hari selama 7-10 hari.

Sedangkan untuk penyakit non-infeksi yang sering dijumpai dalam budidaya ikan nila disebabkan oleh:

  • Kualitas air

Dengan kualita air yang tidak baik atau buruk maka hal ini bias membahayakan proses pertumbuhan serta perkembangan dari ikan. Oleh seba itu air uaitu media tumbuh ikan perlu untuk jaga dan juga perlu diperhatigan suapaya tidak terkontaminaasi berbagai macam penyakit. Pastikan sirkulasi pada saluran masuk dan keluarnya pada kolam lancar.

  • Pakan

Dengan pemberian pakan yang tidak sesuai takaran maka hal ini juga akan menyebabkan berbagai macam penyakit yang akan ditimbulkan. Sehingga anda bisa menurunkan kualitas air pada kolam yang dapat menyebabkan kematian pada ikan.

  • Keracunan

Pada umunya keracunan dapat terjadi jika takaran serta pakan yang ada tidak sesuai dengan yang seharusnya diberikan.

  • Penanganan ikan

Hal ini terjadi jikadalam penanganan ikan dan pemeliharaannya yang tidak sesuai dengan kondisi ikan baik itu ketika pemindahan maupun penangkapan.

  • Genetis

Pada genetis pada umumnya terikat dengan kualitas bibit dari ikan tersebut, yang dapat mengakibatkan kelainan bahkan perubahan pada genetik pada ikan tersebut.

Demikian penjelasan tentang Penyakit dan Hama yang Terdapat Pada Ikan Nila, semoga dapat bermanfaat dan menambah wawasan Anda. Selamat mencoba.