Perkebunan Di Indonesia, Potensi dan Komoditasnya

Perkebunan Di Indonesia, Potensi dan Komoditasnya – Pada kesempatan ini Kebun.co.id akan membahas tentang Perkebunan. Yang mana dalam pembahasn kali ini menjelaskan beberapa potensi perkebinan di Indonesia, komoditas dan hasil terbesarnya dengan secara singkat dan jelas. Untuk lebih detailnya simak uraian berikut ini.

Perkebunan Di Indonesia, Potensi dan Komoditasnya

Dalam perkebunan dibedakan dari agroforestri dan silvikultur (penanaman hutan) karena sifatnya yang intensif. Dalam pemeliharaannya, perkebunan memegang peranan penting. Dalam agroforestri dan kehutanan, tanaman cenderung tumbuh sesuai kondisi alam.

Karena sifatnya yang intensif, metode tanam monokultur hampir selalu diterapkan, kecuali komoditas tertentu seperti lada dan vanili. Identifikasi sekunder yang tidak selalu berlaku adalah keberadaan pabrik pengolahan atau pabrik pengemasan dari perkebunan sebelum produk dipasarkan. Perkebunan dibedakan dari pertanian rumahan terutama pada skala bisnis dan pasar untuk produk mereka.

Luas areal perkebunan sangat relatif dan bergantung pada volume komoditas yang dihasilkan. Perkebunan membutuhkan lahan minimal untuk mempertahankan keuntungan melalui sistem produksi yang berlaku. Kepemilikan tanah bukanlah persyaratan mutlak di perkebunan. Jadi untuk beberapa komoditas mengembangkan sistem sewa lahan atau sistem bagi hasil, seperti Nuclear Nucleus Plantation (PIR).

Sejarah perkebunan di banyak negara biasanya berkaitan dengan sejarah penjajahan dan pembentukan negara termasuk Indonesia.

Komoditas Perkebunan Di Indonesia

Berikut ini merupakan komoditas perkebunan di Indonesia yaitu:

  • Karet, dari getah (lateks) tanaman para (Hevea brasiliensis).
  • Kopra dan produk kelapa lainnya.
  • Minyak sawit, minyak inti sawit, dan produk lain dari minyak sawit.
  • Kulit kayu dan batang kina, diproduksi oleh beberapa jenis Cinchona spp.
  • Biji dan bubuk kopi, diproduksi dari kebun Coffea spp.
  • Biji dan bubuk kakao, diproduksi oleh tanaman kakao, Theobroma cacao.
  • Teh, diproduksi dengan mengolah daun teh, Camellia sinensis.

Perkebunan dapat membudidayakan tanaman keras atau industri seperti kakao, kelapa, teh, kelapa sawit, lada, kopi. Juga tanaman hortikultura seperti pisang, anggur, dan anggrek. Dalam sebuah arti tertentu di Indonesia, “perkebunan” mempunyai arti plantation atau orchard.

Perkebunan Tropika dan Subtropika

Di daerah tropis dan subtropis, perkebunan mencakup tanaman semusim dan tahunan. Berikut daftar komoditas perkebunan menurut produknya.

Tanaman industri semusim

Tanaman semusim adalah tanaman yang hanya bisa tumbuh selama musim dalam setahun, atau tanaman semusim yang rutin dipanen dengan cepat sebelum musim berakhir. Perkebunan musiman tidak sebanyak perkebunan tahunan.

Contoh pabrik industri tahunan adalah:

  • Serat henep
  • Serat kapas
  • Serat kenaf
  • Serat goni dan bunga rosela
  • Serat sisal
  • Serbuk indigo, dihasilkan dari tanaman tarum
  • Gula tebu
  • Daun tembakau

Tanaman industri tahunan

Tanaman tahunan adalah tanaman yang bisa tumbuh lebih dari dua tahun. Tanaman industri tahunan mengacu pada tanaman kayu keras untuk membedakannya dari semak dan rerumputan yang sebenarnya merupakan tanaman keras. Tanaman industri tahunan dapat dipanen beberapa kali sebelum akhirnya mengurangi hasil dan tidak lagi produktif secara ekonomi dan kemudian ditebang.

Contoh pabrik industri tahunan adalah:

  • Karet lateks berasal dari dari tanaman para (Hevea brasiliensis).
  • Kopra dan produk kelapa lainnya.
  • Minyak sawit, minyak inti sawit, dan produk lain dari minyak sawit.
  • Batang kulit kayu putih dan kina, diproduksi oleh beberapa spesies Cinchona.
  • Biji kopi dan bubuk yang dihasilkan dari kebun Cofea spp.
  • Biji kakao, dihasilkan dari tanaman kakao, bubuk kakao dan Theobroma cacao
  • Teh, diproduksi dengan mengolah daun teh, Camellia sinensis

Ada produk tanaman industri tahunan lainnya, yang skalanya lebih kecil dan kurang intensif. Tetapi dikumpulkan dan diolah sebagai produk perkebunan. Komoditas ini biasanya adalah “perkebunan rakyat” dan berbeda dengan pertanian rumahan.

Inilah beberapa produk tanaman industri tahunan, antara lain:

  • Biji pala dan salut (mace), dari kebun pala (Myristica fragrans).
  • Buah dan bubuk lada, diproduksi oleh tanaman lada, Piper nigrum.
  • Serat kapuk, diproduksi dari tanaman kapuk Ceiba pentandra.
  • Kacang mete, diproduksi oleh tanaman jambu mete, Anacardium occidentale.
  • Bunga, daun, dan minyak cengkeh, diproduksi oleh tanaman cengkeh, Syzigium aromaticum.
  • Kayu manis, dihasilkan dari kulit kayu / cabang beberapa jenis Cassia.
  • Minyak sereh, dihasilkan dari ekstrak batang semu serai wangi, Cymbopogon spp.
  • Vanilla powder, hasil pengolahan buah vanilla, Vanilla planifolia.
  • “Buah” kubus, dihasilkan dari tumbuhan kemukus, Piper cubeba.
  • “Buah” cabai jawa, dihasilkan dari cabai jawa, Piper retrofractum dan Piper longum.

Tanaman hortikultura

Inilah beberapa produk tanaman hortikultur, antara lain:

  • Buah apel
  • Buah durian
  • Buah mangga
  • Buah nanas
  • Buah pisang
  • Buah rambutan
  • Buah aprikot
  • Buah persik
  •  Buah zaitun

Perkebunan Subtropika Dan Iklim Sedang

Sebagian besar perkebunan di kawasan ini diklasifikasikan sebagai kebun buah-buahan, bukan perkebunan. Selain itu tidak ada tanaman tahunan, karena pada musim tahunan biasanya tergolong tanaman lapangan, seperti tembakau dan kapas.

Meskipun menghasilkan produk yang mirip dengan perkebunan di daerah tropis, seperti gula yang dihasilkan dari bit untuk daerah beriklim sedang, sedangkan untuk daerah tropis dihasilkan dari t

ebu.Contoh lainnya adalah minyak goreng yang dihasilkan dari ladang kanola atau bunga matahari di daerah beriklim sedang. Sedangkan untuk daerah tropis sebagian besar dihasilkan dari kelapa sawit dan kelapa.

Sebagian besar komoditi perkebunan yang dihasilkan di daerah ini adalah buah-buahan, diantaranya adalah sebagai berikut.

  • Buah dan minuman anggur berasal dari beberapa tanaman merambat yang dibudidayakan.
  • Apel, dari tanaman apel, Malus domestica.
  • Aprikot (Prunus americana), prem (terutama P. domestica), dan berbagai hibrida.
  • Pohon Natal, terbuat dari beberapa jenis tumbuhan runjung.

Perkebunan Di Indonesia Potensi dan Komoditasnya

Hasil Perkebunan Terbesar Di Indonesia

Berikut merupakan hasil perkebunan terbesar di indonesia, diantaranya:

Perkebunan Tebu

Tanaman ini hanya dapat tumbuh di daerah yang memiliki iklim tropis. Tumbuhan ini sejenis rumput. Tanaman tersebut sudah ditanam dan bisa dipanen kurang lebih selama 1 tahun. Tebu banyak ditanam di Indonesia, banyak di budayakan di daerah Jawa dan Sumatera.

Untuk membuat gula, tebu yang sudah dipanen diperas dengan mesin press (mesin press) di pabrik gula. Setelah itu nira atau sari tebu disaring, dimasak, dan diputihkan menjadi gula yang kita kenal. Dari proses pembuatan tebu akan dihasilkan gula 5%, ampas tebu 90%, dan sisanya akan diproduksi dalam bentuk tetes (sukrosa) dan air.

Perkebunan Teh

Tahun 1826 tanaman teh melengkapi koleksi Kebun Raya, disusul tahun 1827 di Kebun Percobaan Cisurupan, Garut, Jawa Barat. Dari sinilah dicoba budidaya teh skala besar di Wanayasa (Purwakarta) dan lereng Gunung Raung (Banyuwangi).

Karena percobaan ini dianggap berhasil, maka penanaman skala besar diprakarsai oleh Jacobus Isidorus Loudewijk Levian Jacobson, seorang ahli teh, pada tahun 1828 di Jawa. Keadaan ini terjadi pada masa pemerintahan Gubernur Van den Bosch. Teh merupakan salah satu tanaman yang terlibat dalam Cultuurstelsel.

Pada tahun 1835, teh kering pertama yang dibuat dari Jawa diterima di Amsterdam. Pada tahun kedua, perkebunan teh diprivatisasi.

Perkebunan Karet

Berdasarkan klasifikasinya, karet termasuk dalam spesies Hevea brasiliensis. Tanaman karet memiliki akar tunggang. Akar dapat dibuat untuk menanam batang tanaman yang besar dan tinggi. Batang tanaman karet biasa tumbuh lurus dan memiliki kultur yang tinggi di bagian atas.

Batang tanaman ini mengandung getah yang disebut getah. Daun karet hijau jika rontok maka daun akan menguning atau merah. Daun karet terdiri dari satu batang utama dan satu batang daun. Daun lonjong, runcing, dan ujung rata.

Perkebunan Sawit

Minyak sawit (Elaeis) merupakan tanaman industri penting yang menghasilkan minyak goreng, minyak industri dan bahan bakar (biodiesel). Perkebunan tersebut menghasilkan keuntungan yang sangat besar sehingga banyak hutan dan perkebunan tua yang diubah menjadi perkebunan kelapa sawit. Indonesia adalah produsen minyak sawit terbesar di dunia. Di Indonesia penyebarannya ada di wilayah Aceh, pantai timur Sumatera, Jawa, Kalimantan dan Sulawesi.

Perkebunan Kopi

Pada dasarnya biji kopi yang tumbuh di Indonesia hanya ada tiga macam, yaitu: biji kopi arabika, biji kopi robusta dan biji kopi liberika. Kopi Indonesia mempunyai sejarah yang panjang dan berperan penting dalam pertumbuhan ekonomi masyarakat Indonesia. Indonesia memiliki letak geografis yang sangat menguntungkan dan sangat cocok untuk dijadikan perkebunan kopi. Letak geografis Indonesia sangat cocok untuk iklim mikro penanaman dan produksi kopi.

Perkebunan Tembakau

Di Indonesia, jenis tembakau komersial yang bagus hanya diproduksi di wilayah tertentu. Kualitas tembakau sangat ditentukan oleh kultivar, lokasi tanam, waktu tanam, dan proses pasca panen. Akibatnya, hanya sedikit lokasi yang memiliki kualitas tembakau terbaik, bergantung pada produk target. Berdasarkan proses pasca panen, tembakau dikenal dengan tembakau kering, kering, kering dan tembakau kering.

Perkebunan Lada

Lada adalah salah satu komoditas perdagangan dunia, lebih dari 80% produk lada Indonesia diekspor ke luar negeri. Selain itu, lada memiliki gelar The King of Spice, dimana permintaan lada dunia pada tahun 2000 mencapai 280.000 ton. Lada juga merupakan salah satu tanaman yang dibudidayakan dengan biji, namun banyak petani yang lebih memilih melakukan penyesuaian untuk menanamnya. Mereka memotong batang sekitar 0,25-0,5 meter.

Demikian penjelasan tentang Perkebunan Di Indonesia, Potensi dan Komoditasnya. Semoga dapat bermanfaat dan menambah wawasan Anda. Trimakasih.