Selada Hidroponik : Metode, Persiapan, Penanaman, Perawatan Dan Panen

3 min read

Selada Hidroponik : Metode, Persiapan, Penanaman, Perawatan Dan Panen

Selada Hidroponik : Metode, Persiapan, Penanaman, Perawatan Dan Panen – Pada kesempatan ini Kebun.co.id akan membahas tentang Selada Hidroponik.

Yang mana dalam pembahasan kali ini menjelaskan Selada Hidroponik bagi pemula dengan secara singkat dan jelas. Untuk lebih jelasnya simak artikel tentang Selada Hidroponik berikut ini.


Selada Hidroponik : Metode, Persiapan, Penanaman, Perawatan Dan Panen


Selada ialah salah satu jenis sayuran daun yang sudah tidak asing lagi di masyarakat. Selama ini banyak diantara kita yang berpikiran kalau tumbuhan selada cuma dapat berkembang bila ditanam di dataran tinggi.

Selada merupakan tumbuhan yang identik dengan wilayah pegunungan yang beriklim sejuk, tidak salah memanglah, karena di Indonesia budidaya selada biasanya dilakukan di dataran tinggi.

Nah, pertanyaannya apakah selada dapat ditanam didataran rendah-menengah? Jawabannya Bisa!!!

Ini buktinya, aku berupaya menanam selada dengan sistem hidroponik simpel serta nyatanya dapat berkembang dengan baik.

Walaupun hanya sedikit, tetapi aku cukup puas dengan hasil menanam selada hidroponik sistem sumbu (wick) ini.

Aku menanam selada hidroponik pada box styrofoam, media tanam yang aku pakai arang sekam serta potnya merupakan cup plastik. Nutrisi hidroponik yang aku gunakan merupakan nutrisi ab mix buat sayuran daun.


Metode Menanam Selada Hidroponik

Budidaya selada dapat Kamu lakukan dengan metode hidroponik. Metode ini sesuai untuk Kamu yang tidak memiliki pekarangan luas.

Ada Beberapa tahap yang perlu diperhatikan, ialah penyemaian, penanaman, perawatan serta panen.

Persiapan Benih

Pemilihan bibit:

  • Ada beberapa benih selada varietas terbaik yang direkomendasikan untuk Kamu.
  • Antara lain Grand Rapids ialah benih selada yang baik buat ditanam pada dataran rendah, menengah serta tinggi.
  • Tidak hanya itu, masih ada benih selada iceberg yang pula sesuai ditanam di berbagai keadaan ketinggian.
  • Bila Kamu menginginkan benih buat dataran menengah serta rendah, maka pilih saja Kriebo.

Penyemaian

Ambillah beberapa benih buat disemai. Hal ini bergantung kapasitas pembuatan Kamu. Pada contoh kali ini kita hendak menanam hampir 30an bibit. Oleh sebab itu, pada penyemaian dilebihkan hampir 40an.

Perlengkapan serta bahan penyemaian selada hidroponik yang diperlukan, sebagai berikut:

  • Wadah/mangkuk berukuran hampir 10 x 10 centimeter.
  • Nampan/baki/tray semai
  • Rockwool
  • Tusuk gigi
  • Pinset
  • Air
  • Bibit selada
Baca Juga:  Cara Menanam Bayam Hasil Berlimpah

Tahapannya berikut ini:

  • Peratama, ambil wadah/mangkuk kecil.
  • Kedua, isi wadah/mangkuk tersebut dengan air biasa (air sumur, air tanah, ataupun air AC) sebanyak 3/4.
  • Ketiga, masukkan bibit-bibit selada ke dalam wadah/mangkuk berisi air tersebut.
  • Tunggu sampai 12 – 24 jam.
  • Sehabis 12 – 24 jam bibit hendak rusak (sprout).
  • Keempat, ambil serta iris rockwool dengan ukuran hampir 2,5 x 2,5 x 2,5 centimeter serta lubangi hampir 1cm memakai tusuk gigi.
  • Kelima, letakkan rockwool pada baki. Kemudian, masukkan bibit-bibit tersebut pada rockwool.
  • Keenam, basahi rockwool dengan air biasa (air sumur, air tanah, ataupun air AC) dalam keadaan lembab, tidak sangat basah ataupun kering.
  • Ketujuh, taruh di tempat yang terserang paparan cahaya matahari.
  • Tunggu sampai bibit tersebut tumbuh serta mempunyai daun lebih dari 3. Umumnya tahapan ini berlangsung selama 10 hari.
    • Usia 3 HSS (hari sehabis semai) daun hendak mulai terlihat.
    • Usia 7 HSS tunas sejati ataupun daun ke-3 mulai berkembang.
    • Usia 10 HSS selada siap buat dipindah tanamkan.

Perihal yang perlu buat diperhatikan pada proses penyemaian merupakan kondisi air pada baki serta kelembapan rockwool. Apabila kurang lembab maka tambahkan air.

Setelah 10 hari, bagaimana apabila dari bibit-bibit yang ada tidak berkembang sebagaimana bibit yang yang lain?

Untuk permasalahan ini, Kamu cukup memindahtanamkan selada-selada yang sudah mempunyai daun lebih dari 2.

Apabila ada yang kurang hendaknya tidak dipindahtanamkan, eliminasi saja (dibuang). Perihal ini dapat saja bibit tersebut tidak sebagus yang lain.


Metode menanam

Siapkan tandon, larutan nutrisi, pot, sumbu, serta media tanam. Pasang sumbu yang berbentuk kain flanel pada pot dengan panjang sumbu disesuaikan dengan kedalaman tandon.

Upayakan sumbu memegang dasar tandon. Kemudian buka polybag bibit selada yang telah disemai dengan hati-hati, jangan sampai akarnya rusak ataupun putus.

Masukkan bibit ke dalam pot serta isi pot dengan media tanam sampai penuh, sehabis itu letakkan pot pada tandon. Berikan larutan nutrisi hidroponik dengan dosis rendah.

Selada yang baru ditanam diletakkan pada tempat yang teduh selama 2 sampai 3 hari supaya menyesuaikan diri dahulu.

Setelah itu kenakan dengan cahaya matahari secara bertahap. Bila cuaca sangat panas, letakkan tumbuhan selada hidroponik di dasar naungan paranet.

Jarak tanam selada hidroponik

Jarak tanam selada hidroponik ialah 25 x 25 centimeter ataupun 30 x 30 centimeter. Box styrofoam yang pakai merupakan box sisa buah anggur yang ukurannya 40 x 60 centimeter.

Baca Juga:  Manfaat Kompos

Satu box ini cukup buat 6 lubang tanam ataupun 6 buah pot, dengan jarak 20 x 20 centimeter.

Selada Hidroponik : Metode, Persiapan, Penanaman, Perawatan Dan Panen


Dosis PPM larutan nutrisi buat selada hidroponik

  • Dikala selada berusia 1-7 HST (hari sehabis tanam), pakai larutan nutrisi hidroponik dosis rendah, ialah 500 PPM.
  • Dikala selada berusia 8-14 HST, naikkan dosis nutrisi selada hidroponik jadi 700 PPM.
  • Selada berusia 15-21 HST, naikkan lagi dosis nutrisi jadi 900 PPM.
  • Selada berusia 22 HST sampai panen, dosis 900 PPM.

Perawatan serta Pemeliharaan Selada Hidroponik

Pemeliharaan ataupun perawatan selada hidroponik memanglah tidak sangat rumit, tetapi tidak dapat di abaikan pula.

Yang terutama ialah membenarkan tumbuhan selada selalu memperoleh cahaya matahari yang cukup, dan memberikan nutrisi sesuai yang diperlukan.

Selada hidroponik usia 14 hst, bila tandon yang digunakan berukuran kecil, sering–seringlah mengecek larutan nutrisi serta jangan smpai kehilangan.

Upayakan temperatur larutan nutrisi didalam tandon selalu normal, temperatur larutan nutisi sangat tinngi dapat mengusik perkembangan selada, apalagi dapat menimbulkan layu serta mati.

Bila tandon yang digunaklan dibuat dari bahan plastik ataupun kaleng, lindungi tandon memakai busa tau kain handuk yang dibasahi supaya cahaya matahari tidak menembus tandon yang bisa tingkatkan temperatur larutan nutrisi.

Sangat aman memakai box styrofoam yang tidak bisa ditembus cahaya matahari, kelebihan memakai box styrofoam merupakan temperatur larutan selalu normal walaupun siang hari selalu terik.

Tandon yang dibuat dari bahan plastik ataupun kaleng cenderung lebih cepat panas serta menimbulkan menaiknya temperatur larutan nutrisi dengan cepat.

Pengendalian Hama Penyakit

Jika tumbuhan selada hidroponik yang dibudidayakan cuma sedikit ataupun skala hobi saja, hama ataupun penyakit dapat dikendalikan secara manual.

Namun bila tidak membolehkan lakukan penyemprotan memakai pestisida nabati, upayakan sebisa mungkin jadi agar tidak menggunkan pestisida kimia.


Panen

Panen bisa dilakukan dikala tumbuhan berusia hampirt 40 hingga 45 hari sehabis semai, pemanenan dilakukan dengan metode dipotong ataupun dicabut hingga akarnya, sehabis itu bagian pangkal selada dicuci hingga bersih serta membuang daun yang rusak.

Wajib diketahui kalau selada daun keriting ini tidak tahan panas serta penguapan, oleh sebab itu penyimpanan terhadap sayuran ini wajib lebih diperhatikan.

Demikian penjelasan kami tentang Selada Hidroponik dari kebun.co.id, semoga dapat bermanfaat dan menambah wawasan Anda.