Ternak Ayam Kalkun : Panduan Cara Budidaya Bagi Pemula

2 min read

Panduan Cara Budidaya Ternak Ayam Kalkun Bagi Pemula

Ternak Ayam Kalkun : Panduan Cara Budidaya Bagi Pemula – Pada kesempatan ini Kebun.co.id akan membahas tentang Ayam Kalkun. Yang mana dalam pembahasan kali ini menjelaskan cara budidaya ternak ayam kalkun mudah bagi pemula dengan secara singkat dan jelas. Untuk lebih jelasnya simak artikel berikut ini.

Ternak Ayam Kalkun : Panduan Cara Budidaya Bagi Pemula

Kalkun atau ayam kalkun merupakan sebutan untuk dua spesies burung berukuran besar dari ordo Galliformes genus Meleagris. Pada kalkun betina lebih kecil dan warna bulu kurang berwarna-warni dibandingkan dengan kalkun jantan. Saat berada di alam bebas, kalkun mudah dikenali dari rentang sayapnya yang mencapai kisaran 1,5 – 1,8 meter.

Spesies kalkun asal Amerika Utara disebut dengan M. gallopavo sedangkan untuk jenis kalkun asal Amerika Tengah disebut M. ocellata. Kalkun hasil domestikasi yang diternakkan untuk diambil dagingnya berasal dari spesies M. gallopavo yang juga dikenal sebagai kalkun liar (Wild Turkey).

Sedangkan spesies M. ocellata kemungkinan merupakan hasil domestikasi suku Maya. Ada orang yang berpendapat kalkun yang diternakkan untuk diambil dagingnya berasal dari kalkun suku Maya.

Alasannya yaitu karena kalkun suku Maya lebih penurut dari kalkun liar asal Amerika Utara. Namun teori ini tidak didukung bukti morfologis. Kalkun hasil domestikasi memiliki pial (bagian bergelambir di bawah paruh) sebagai bukti bahwa kalkun negeri berasal dari kalkun liar M. gallopavo.

Kalkun M. ocellata yang dipelihara orang Maya tidak memiliki pial. Kalkun liar merupakan hewan buruan di Amerika Utara, tapi tidak seperti kalkun negeri, kalkun liar gesit dan pandai terbang.

Klasifikasi Ilmiah Kalkun

  • Kingdom : Animalia
  • Filum : Chordata
  • Kelas : Aves
  • Ordo : Galliformes
  • Famili : Phasianidae
  • Subfamili : Meleagridinae
  • Genus : Meleagris
Baca Juga:  √ Cara Mudah Budidaya Ikan Betok Bagi Pemula Agar Sukses

Untuk Harga ayam kalkun idelanya di bandrol sesuai dari kebutuhan. Untuk kalkun yang masih berusia 1-3 bulan di hargai Rp 30-35 ribu sedangkan yang berusia 4-6 bulan Rp 250 ribu per ekor. Lain halnya dengan ayam kalkun indukan, para peternak kalkun biasanya menjual dengan harga Rp 300 ribu per ekor.

Pemilihan Bibit Ayam Kalkun

  • Pilihlah bibit ayam kalkun yang sehat
  • Periksa keadaan ayam dengan cara melihat gerakan jalanya, bulu badannya, jengger di atas kepalanya, nafsu makan tinggi serta tidak ada luka maupun cacat di tubuhnya.
  • Untuk melihat gerakan jalan, perhatikan langkahnya jika bibit kalkun yang sehat langkah jalannya gesit saat di dekati, badannya tegap dan bulu di tubuhnya akan mengembang, seperti merak.
  • Bulu badan ayam kalkun yang sehat memiliki bulu badan yang bagus, mulus (tidak ada bekas kotoran yang menempel di bulu di bagian pantat) serta badannya gemuk .
  • Perhatikan bagian kepala, ayam kalkun yang sehat memiliki jengger yang berwarna merah cerah dan muka yang biru, seperti biru lebam.

Pemilihan Tempat Budidaya Ayam Kalkun

Pemilihan tempat perlu dilakukan, karena untuk menunjang keberhasilan beternak jangka panjang. Pilih tempat yang senyaman dan seaman mungkin, untuk itu survey lokasi/tempat yang baik, aman dan strategis.

Panduan Cara Budidaya Ternak Ayam Kalkun Bagi Pemula

Persiapan Kandang Ayam Kalkun

Sebelum membuat kandang, buatlah tembok keliling dengan bahan berupa bambu ataupun tembok permanen. Buat kandang yang berukuran sekitar 3 x 3 atau 3×4 meter, untuk setiap satu pasang ayam kalkun, yang mana kandang ini hanya untuk tidur dan beristirahat. Kandang tersebut dapat di buat menggunakan bahan dari bambu.

Pada pagi hingga sore sebaiknya ayam kalkun di lepas dari kandang. Hal ini bertujuan agar ayam ayam tidak bosan dan stres. Untuk ayam indukan betina yang siap betelur buatkan kandang berukuran 1 x 1 meter.

Gunakan alas lantai menggunakan pohon padi yang sudah kering sebagai tempat untuk bertelur, dapat juga menggunakan mesin penetas telur. Bersihkan kandang ayam kalkun minimal seminggu dua kali agar kalkun terhindar dari penyakit.

Baca Juga:  √ Cara Menanam Bunga Freesia Refracta Agar Cepat Berbunga

Pakan Ayam Kalkun

Untuk pakan yang diberikan pada ayam kalkun usia 1-7 hari bisa diberi pakan full BR 1 (BR 1 100%) dengan cara di campur menggunakan air hangat secukupnya. Kemudian aduk BR 1 dengan memasukkan air sedikit demi sedikit sampai menjadi adonan pulen.

Sedangkan, pakan yang diberikan pada umur 1-3 bulan untuk ayam kalkun pemberian BR2 setiap pagi-siang dan sore. Sebelum diberikan campur terlebih dahulu dengan air hangat, berikanlah sedikit demi sedikit agar makanan tidak tersisa.

Untuk pemberian pakan ayam kalkun usia 4 bulan hingga indukan dapat berikan makanan dedaunan berupa enceng gondok, sawi, kangkung, kenci, daun pepaya, buah, campurkan bahan ini dengan bekatul dan aduk hingga tercampur merata.

Sebagai cemilan lainnya bisa tambahkan ikan, tomat, brokoli, dan wortel,dan pepaya yang sudah matang. Tidak dianjurkan pemberian pakan berupa dedaunan ini di berikan untuk usia kurang dari 1-2 bulan sebab bisa mengakibatkan kelumpuhan pada kalkun.

Pemberian pakan pada ayam kalkun agar bisa tumbuh dengan cepat dan maksimal berikanlah pakan for, konsentrat, bekatul dan nasi basi dengan di campurkan semua bahan bahan tersebut menjadi satu. Dengan perbandingan pemberian pakan setiap harinya adalah 1:1:3:2. Untuk ayam kalkun 70 ekor berikan vor 1 kg, bekatul 2 kg, nasi basi 3 kg, konsentrat 5 ons dan ampas kelapa 3 ons. Kemudian campurkan semua bahan bahan tersebut menjadi satu sampai mengental pulen.

Untuk berjaga-jaga agar ayam kalkun tidak terserang penyakit, berikanlah vaksin berupa suplemen atau vitamin yang dapat dibeli di toko hewan terdekat. Pemberian vaksin bisa dilakukan sebulan sekali.

Demikian penjelasan tentang Ternak Ayam Kalkun : Panduan Cara Budidaya Bagi Pemula. Semoga dapat bermanfaat dan menambah wawasan Anda. Selamat mencoba.