Budidaya Ikan Air Tawar Peluang Potensi

4 min read

Budidaya Ikan Air Tawar Peluang Potensi – Pada Kesempatan ini Kebun.co.id akan membahas tentang Budidaya Ikan Air Tawar. Yang mana usaha budidaya ikan air tawar semakin hari semakin menggiurkan. Dari hasil laporan Badan Pangan PBB, pada tahun 2021 konsumsi ikan perkapita penduduk dunia akan mencapai 19,6 kg per tahun. Untuk Lebih jelasnya silahkan simak ulasan berikut ini.

Budidaya Ikan Air Tawar Peluang Potensi

Meski saat ini konsumsi ikan lebih banyak dipasok oleh ikan laut, namun pada tahun 2019 dalam produksi ikan air tawar akan menyalip produksi perikanan tangkap.

Karena produksi perikanan tangkap akan mengalami penurunan akibat overfishing. Di mana Ikan di laut semakin sulit didapatkan. Bahkan bila tidak ada perubahan model produksi, para peneliti memperkirakan pada tahun 2048 tak ada lagi ikan untuk ditangkap.

Dengan kata lain, tidak akan ada lagi menu seafood di piring kita!

Oleh karena itu diperlukan peningkatan produksi budidaya ikan air tawar sebagai subtitusi ikan laut. Sehingga kita bisa memberikan ruang kepada biota laut untuk dapat berkembang biak.

Tingkat konsumsi ikan

Indonesia sebagai negara dengan jumlah penduduk yang sangat besar merupakan pasar potensial untuk produk perikanan. Apalagi fakta saat ini menunjukkan konsumsi ikan perkapita Indonesia masih sangat rendah. Jika dibandingkan dengan konsumsi penduduk negara berkembang lainnya.

Kalau kita menilik laporan KKP pada tahun 2012, konsumsi ikan masyarakat Indonesia hanya berada diangka 31,5 kg per tahun. Coba bandingkan dengan Malaysia yang mencapai 55,4 kg per tahun!

Kabar baiknya, pertumbuhan rata-rata konsumsi ikan di Indonesia cukup tinggi 5,04 %  per tahun. Jauh diatas Malaysia yang hanya 1,26 % per tahun.

Dengan tumbuhnya perekonomian Indonesia, kesadaran masyarakat akan konsumsi ikan jadi semakin tinggi. Ditambah lagi dengan adanya program Gemar Makan Ikan yang dikampanyekan KKP. Sehingga angka konsumsi akan terus bergerak naik.

Budidaya ikan air tawar

Dari total produksi perikanan budidaya, jumlah budidaya ikan dalam kolam air tawar menyumbangkan angka hingga 1,5 juta ton. Sisanya adalah budidaya tambak air payau, budidaya di laut, budidaya dalam keramba dan budidaya jaring apung.

Kenaikan produksi budidaya ikan dalam kolam air tawar cukup pesat yaitu berkisar 11 persen setiap tahun. Hal ini menujukkan ada gairah besar di masyarakat untuk mengembangkan usaha budidaya ikan air tawar. Tentunya pertumbuhan produksi ini mengacu pada permintaan pasar yang terus meningkat.

Baca Juga:  Cara Menanam Anggur : Panduan Lengkap dan Mudah

Lebih dari 70 persen produksi ikan air tawar diserap oleh pasar dalam negeri. Pulau Jawa telah menjadi penyerap terbesar mengingat jumlah penduduknya yang padat. Apabila melihat dari potensinya, kebutuhan untuk pulau Jawa saja masih akan terus berkembang. Mengingat konsumsi per kapita ikan di Jawa masih di bawah konsumsi per kapita di luar Jawa.

Jenis Ikan Air Tawar paling populer

Dalam budidaya ikan air tawar di kolam cenderung budidaya yang berpotensi yaitu ikan mas, lele, patin, nila dan gurame. Lima jenis budidaya ikan tersebut menyumbang lebih dari 80 % dari total produksi.

Berikut adalah sekilas profil ikan air tawar paling banyak dibudidayakan di Indonesia:

  1. Ikan Mas

Ikan mas (Cyprinus carpio) dipercaya datang ke Indonesia dari Eropa dan Tiongkok. Ikan ini berkembang menjadi ikan budidaya paling penting. Pada tahun 1860-an masyarakat di Ciamis, Jawa Barat, telah mempraktekkan pemijahan ikan mas dengan penggunakan kakaban ijuk.

Praktek seperti ini masih diadopsi para peternak ikan hingga saat ini. Karena ikan mas cocok dikembangkan di lingkungan tropis seperti Indonesia. Dengan suhu ideal bagi pertumbuhannya antara 23-30 derajat celcius. Ikan mas bisa dibudidayakan dalam kolam tanah, kolam air deras dan jaring terapung. Secara total proses budidaya hingga ukuran siap konsumsi memerlukan waktu kisaran 4-5 bulan.

  1. Ikan Lele

Ikan lele (Clarias sp.) adalah jenis ikan air tawar yang cukup populer. Ikan ini disukai karena dagingnya lunak, durinya sedikit dan harganya murah. Peternak pun menyukai ikan ini karena perawatannya mudah dan cepat besar. Adapun jenis dari ikan lele cukup banyak, namun hanya terdapat tiga jenis yang umum dibudidayakan di Indonesia.

Untuk Budidaya Ikan Lele Silahkan Baca: Cara Budidaya Ikan Lele

Lele adalah salah satu jenis ikan air tawar yang paling efesien untuk dibudidayakan. Rasio pakan menjadi daging ikan lele bisa mencapai 1:1, artinya setiap pemberian pakan sebanyak 1 kg akan dihasilkan 1 kg peretambahan berat lele.

  1. Ikan Patin

Di Indonesia terdapat 14 spesies ikan patin, namun yang dibudidayakan secara umum adalah patin asal Thailand yaitu Pangasius hypothalamus. Saat ini kebutuhan ikan patin budidaya terus meningkat. Bahkan, Indonesia masih mendatangkan ikan patin dari Vietnam untuk konsumsi dalam negeri.

Patin bisa dibesarkan dengan kepadatan 20-30 ekor per meter kubik. Tidak ada patokan ukuran ikan patin siap konsumsi, sangat tergantung selera pasar masing-masing daerah. Biasanya para pembudidaya membesarkan ikan patin selama 6 bulan, khusus untuk pasar ekspor ukurannya lebih besar lagi.

  1. Ikan Nila

Ikan Nila

Ikan nila (Oreochromis niloticus) adalah ikan air tawar yang mudah dipelihara dan gangguan penyakitnya tidak begitu banyak. Pembibitan nila pun cukup mudah, dari sepasang indukan bisa dihasilkan 250-1000 butir telur. Waktu persiapan dari telur hingga menjadi benih berukuran 5-8 cm diperlukan kisaran waktu 60 hari.

Untuk Budidaya Ikan Nila Silahkan Baca: Cara Budidaya Ikan Nila

Nila merupakan jenis ikan air tawar yang pertumbuhannya cepat. Jenis nila unggul pertumbuhannya bisa mencapai 4,1 gram per hari. Pertumbuhan ikan jantan lebih pesat dibanding ikan betina, di butuhkan waktu 4-6 bulan untuk membesarkan ikan nila hingga ukuran siap konsumsi.

  1. Ikan Gurame

Ikan Gurame

Gurame (Osphronemus goramy) biasanya dipelihara dalam akuarium sebagai ikan hias. Namun di Asia Tenggara dan Asia Tengah, ikan ini merupakan ikan konsumsi yang paling disukai konsumen.

Untuk Budidaya Ikan Gurame Silahkan Baca: Cara Budidaya Ikan Gurame

Di daerah Cianjur, Jawa Barat ikan gurame biasa dibesarkan sampai ukuran 3-4 kg. Mereka membudidayakannya di kolam-kolam pekarangan, namun proses pembesaran seperti itu tidak ekonomis kalau dilakukan secara intensif. Pada umumnya ikan gurame dibesarkan hingga ukuran kisaran 0,5-1 kg per ekor.

  1. Ikan Mujair

Ikan Mujair

Bentuk ikan mujair terlihat sederhana, pipih, hitam keabu-abuan dengan panjang maksimum 40 cm. Namun, daging ikan mujair sangat gurih untuk dimasak, durinya juga tidak terlalu banyak. Ikan air tawar ini terkenal dengan gizinya, terutama karena kaya fosfor.

  1. Ikan Bawal

Ikan Bawal

Ikan Bawal memiliki warna campuran antara hitam dan oranye, yang membuat ikan berbentuk pipih dan lebar ini nampak berbeda dari ikan lainnya. Harganya juga cukup terjangkau. Ikan bawal memiliki daging yang cukup tebal, dengan banyak duri halus di tubuhnya, jadi hati-hati saat mengonsumsinya.

  1. Belut

Belut

Ikan belut dengan bentuknya kecil-kecil tapi sangat licin dan lincah dengan sirip ekor memanjang dan tidak memiliki tulang rusuk. Daging belut terkenal dengan tekturnya yang lembut dan gurih yang khas.

  1. Ikan Gabus

Ikan Gabus

Ikan gabus biasa hidup di sungai, rawa dan danau dengan bentuk tubuh yang lumayan besar dan memiliki kepala hampir mirip seperti ular, serta warna tubuh hitam keabuan dipenuhi dengan bercak putih. Berbeda dengan ikan lainnya, ikan gabus mampu bernafas langsung di udara, makanya jangan heran jika menemukan ia di daratan dan masih bertahan hidup.

  1. Ikan Sidat

Ikan Sidat

Dilihat dari bentuknya, sepintas ikan ini hampir mirip dengan belut namun memiliki perbedaan pada bentuk ekor dan kepala yang cenderung pipih dan melebar, dibandingkan ikan belut yang meruncing.

Baca Juga:  √ Cara Menanam Cocor Bebek Dengan Mudah dan Praktis

Ikan sidat kini menjadi komoditi ekspor dengan nilai jual yang tinggi karena kebutuhan pasar semakin meningkat. Salah satunya permintaan dari negara Jepang.

Demikian penjelasan kita tentang Budidaya Ikan Air Tawar Peluang Potensi. Semoga dapat bermanfaat dan menambah ilmu pengetahuan untuk kita semua. Terimakasih.