Budidaya Ikan Koi, Pemeliharaan, Jenis, Ciri dan Analisanya

5 min read

Budidaya Ikan Koi Pemeliharaan Jenis Ciri dan Analisanya

Budidaya Ikan Koi, Pemeliharaan, Jenis, Ciri dan Analisanya – Pada kesempatan ini Kebun.co.id akan membahas tentang Budidaya Ikan Koi. Yang mana dalam pembahasan kali ini menjelaskan cara budidaya ikan koi, pemeliharaan, jenis, ciri dan analisanya dengan secara singkat dan jelas. Untuk lebih lengkapnya simak Artikel berikut ini.

Budidaya Ikan Koi, Pemeliharaan, Jenis, Ciri dan Analisanya

Indonesia adalah negara yang perairan yang memiliki berbagai macam jenis ikan yang beranekaragam. Beberapa diantaranya mempunyai nilai jual yang cukup tinggi. Salah satunya yaitu ikan koi (Cyprinus carpio) adalah salah satu ikan hias potensial yang dibudidayakan di Indonesia. Ikan koi memiliki ciri khas warna yang menarik serta memiliki variasi jenis yang beranekaragam.

Ikan Koi

Ikan koi secara garis besar diklasifikasikan dalam 13 kategori yaitu Kohaku, Sanke, Showa, Bekko, Utsurimono, Asagi, Shusui, Tancho, Hikari, Koromo, Ogon, Kinginrin, dan Kawarimono. Ikan koi juga termasuk jenis ikan hias air tawar bernilai ekonomis tinggi, baik di pasaran nasional maupun internasional.

Namun agar dapat menghasilkan keuntungan yang cukup tinggi dibutuhkan bibit ikan yang unggul. Oleh sebab itu diperlukan adanya pengetahuan, keterampilan, softskill dan wawasan yang tinggi tentang cara pemeliharaan dan pembiakan ikan koi.

Morfologi Ikan Koi

Koi memiliki berbagai corak warna yang lebih indah dan mempunyai badan yang berbentuk seperti torpedo dengan perangkat gerak berupa sirip. Ada-pun sirip yang melengkapi bentuk morfologi koi adalah sebuah sirip punggung, sepasang sirip dada, sepasang sirip perut, sebuah sirip anus, dan sebuah sirip ekor.

Budidaya Ikan Koi

Berikut ini adalah cara budidaya ikan koi, diantaranya sebagai berikut:

Pemilihan Lokasi dan Konstruksi Wadah

Ikan koi secara alami hidup di air deras, membutuhkan air jernih dan berkadar oksigen tinggi. Pemeliharaan ikan koi sebaiknya di kolam sehingga mudah mendapatkan makanan alami dan sinar matahari untuk merangsang pewarnaan tubuh.

Koi berukuran kecil dapat ditempatkan di akuarium, walaupun tidak dapat menjadi habitat permanen. Bila dipelihara dalam kelompok, koi akan belajar untuk tidak mengganggu ikan yang berukuran sama, tetapi memakan ikan yang lebih kecil. Koi suka menggali dasar kolam sehingga menyebabkan akar tanaman rusak.

Kualitas Air

Air adalah media hidup bagi ikan sehingga dapat mempengaruhi kualitas tampilan ikan koi. Dapaun kualitas air untuk mendukung perkembangan koi secara optimum adalah sebagai berikut:

  • Suhu air berkisar 24 – 26 oC
  • pH 7,2 – 7,4 (agak basa)
  • Oksigen minimal 3 – 5 ppm
  • CO2 max 10 ppm
  • Nitrit max 0,2

Air yang digunakan harus terdeklorinisasi atau sudah disaring dan diendapkan selama 24 jam. Air untuk pemijahan dan penetasan telur sebaiknya memiliki kandungan oksigen dan suhu yang stabil. Untuk menjamin tersedianya oksigen dapat digunakan aerator. Sedangkan suhu pada bak pemijahan diusahakan sama dengan suhu air kolam dengan tingkat perbedaan (fluktuasi) kurang dari 5 oC.

Pakan

Ikan koi merupakan bottom feeder (pemakan di dasar) dan omnivora (pemakan segala). Meski demikian ikan koi biasa makan apa saja yang bisa dimakan, seperti pucuk daun, atau berburu cacing di dasar sungai. Maka inilah guna dari sungut yang ada pada mulut ikan.

Pakan buatan untuk pembesaran koi dapat diberikan dalam bentuk butiran (pellet). Sumber protein utama adalah formulasi kombinasi antara bahan nabati (misalnya tepung kedelai, tepung jagung, tepung gandum, tepung daun, dll) dan bahan hewani (seperti; tepung ikan, tepung kepala udang, tepung cumi,kekerangan dll) serta multivitamin dan mineral seperti Ca, Mg, Zn, Fe, Co sebagai pelengkap pakan.

Kualitas pakan sangat menentukan tampilan warna sebagai daya tarik ikan koi sendiri. Sehingga banyak upaya telah dilakukan dengan menggunakan bahan pakan yang mengandung zat pigmen seperti karotin (warna jingga), rutin (kuning) dan astasantin (merah).

Baca Juga:  Pemberian Pakan Lele Berdasarkan Umur

Zat-zat tersebut terkandung pada tubuh hewan dan tumbuhan tertentu seperti wortel mengandung zat karotin; sedangkan ganggang, chlorella, spirulina, kepiting, udang mengandung astasantin. Para pembudidaya saat ini tidak perlu lagi menyiapkan pakan sendiri. Karena sudah tersedia di pasaran pakan koi yang sudah di formulasi sesuai dengan kebutuhan nutrisi dan zat untuk pembentukan warna ikan koi.

Pakan Alami

Pakan alami hidup misalnya cacing darah, cacing tanah, daphnia, cacing tubifex cocok diberikan pada benih koi (hingga bobot 50 g/ekor). Karena lebih mudah dicerna oleh benih sesuai dengan kondisi sistem pencernaan, selain itu koi juga dapat memakan phitoplankton dalam kolam.

Jumlah pakan diberikan berdasarkan jumlah ikan (bobot biomassa) dalam kolam dengan kisaran kebutuhan 3-5 % per-hari, dengan frekuensi pemberian 2-3 kali per-hari hal ini juga disesuaikan dengan kondisi ikan dan media air pemeliharaannya.

Pembenihan

Kolam pemijahan tidak mungkin menjadi satu dengan kolam taman. Kolam pemijahan harus mempunyai pintu pemasukan dan pintu pengeluaran air tersendiri. Selain itu, seluruh kolam harus diplester dan bisa dikeringkan dengan sempurna. Luas kolam pemijahan bervariasi.

Untuk kolam sempit dapat menggunakan kolam seluas 3 – 6 m2 dengan kedalaman 0,5 m. Lokasi kolam cukup mendapatkan sinar matahari, tidak terlalu ribut, terlindung dari jangkauan anak-anak dan binatang peliharaan lain. Jika mungkin, sediakan juga kolam penetasan telur dan perawatan benih. Kolam penetasan, bentuknya bisa persegi panjang atau bulat. Kalau kolam bulat, diameternya antara 1,5 – 2 m.

Satu kolam lagi bila ada, yaitu kolam untuk menumbuhkan pakan alami yang dipakai untuk mensuplai pakan benih jika kuning telurnya telah habis. Kedalaman kolam sekitar 30 cm. Luas kolam antara 6-10 m2, cukup memadai.

Bagi yang memiliki uang cukup, dinding kolam bisa dilapis vinil yaitu bahan yang biasa untuk membuat bak fiberglass. Dengan lapisan vinil, kolam-kolam tersebut lebih terjamin kebersihannya dan efek dari semen bisa dihilangkan.

Induk yang baik adalah yang memiliki pola warna bervariasi yang cerah simetris dengan bentuk tubuh seperti terpedo dengan berat badan minimal 1 kg. Kebanyakan pembudidaya memilih untuk membeli koi berkualitas baik untuk calon induk dengan ukuran 5 – 8 cm yang harganya murah untuk dibesarkan menjadi induk.

Untuk induk betina dalam sekali pemijahan dapat menghasilkan 75.000 telur/kg berat badan. Perbandingan jumlah induk dalam proses pemijahan adalah 2 betina dan 1 jantan. Biasanya telur yang dikelurkan oleh induk betina menempel pada substrat (injuk) yang segera dibuahi oleh sperma jantan.

Setelah telur dibuahi sebaiknya dipisahkan dari induk, dengan memindahkan induk dari wadah pemijahan atau sebaliknya telur yang diangkat kemudian dipindahkan kedalam wadah penetasan.

Pendederan

Telur yang sudah dibuahi akan menetas setelah kisaran 24 – 48 jam tergantung suhu air. Selama penetasan, kepadatan telur adalah 1 kg per 5 liter air. Larva yang baru menetas belum memerlukan pakan selama 3-4 hari, karena masih mempunyai kantong kuning telur.

Menjelang kuning telur habis, perlu diberikan pakan alami berupa naupli artemia atau pakan alami lainnya yang seukuran. Kemudian secara bertahap dapat diberikan pakan buatan berupa butiran kering(pellet). Dalam 5 hari sesudahnya 1 juta larva memerlukan 7 kg artemia, atau sekitar 0,5 – 2 kg per hari. Pada tahap ini larva ditebar pada kepadatan 20 – 40 larva/liter. Untuk menghasilkan 1 juta fingerling memerlukan sekitar 25 kg telur artemia. Sintasan selama 9 hari adalah 50 – 80 %. Ikan yang seberat 10 mg dapat dijual seharga US$ 0,25 atau sekitar Rp. 2.500,-.

Larva yang berbobot 0,25 g diberikan pakan buatan (butiran) kering dan dapat didederkan ke kolam hingga ukuran fingerling (2 gram). Pendederan terbagi atas 2 tahap yaitu pendederan tahap 1 selama 2 bulan pemeliharaan hingga larva mencapai ukuran fingerling (2-3 cm).

Pendederan tahap 2 dilakukan dalam kolam yang diolah untuk menumbuhkan pakan alami dan dilakukan seleksi dan penjarangan (mengurangi kepadatan). Penjarangan bertujuan untuk memberi ruang gerak yang cukup bagi ikan koi. Seleksi bertujuan untuk mendapatkan ikan Koi berkualitas baik.

Baca Juga:  Sayuran Hidroponik : Kelebihan, Kekurangan Dan Jenis Sayuran Hidroponik

Waktu yang diperlukan dari telur hingga mencapai ukuran fingerling (2 gram) adalah 6 – 8 minggu dengan nilai sintasan (SR) 55%. Sedangkan untuk mencapai ukuran 5 – 8 cm diperlukan waktu 4 bulan. Kualitas ikan koi (pola dan warna) bergantung dari tetuanya. Dari hasil seleksi ukuran fingerling, yang afkir mencapai 25-50%. Dari 1 juta telur dapat dihasilkan 225.000 – 338.000 ekor fingerling berkualitas baik (22 – 33 %).

Pewarnaan

Untuk kualitas koi ditentukan oleh pola warna, kesesuaian jenis koi dan kejelasan warna. Pola warna yang simetris dengan batasan jelas antar warna menunjukkan kualitas yang baik.  Genotip menentukan jumlah dan jenis sel pigmen serta kromatofora. Kromatofora menghasilkan warna juga dipengaruhi otak ikan. Ikan pada wadah gelap cenderung berwarna gelap, begitu pula sebaliknya.

Warna dapat berubah bila ikan mengalami tekanan (stres). Biasanya ikan yang tumbuh lambat mempunyai warna yang lebih baik daripada ikan yang tumbuh cepat karena pigmen bisa diubah dan digunakan untuk pertumbuhan tubuh. Seumur hidupnya, ikan koi dapat menyimpan dan menggunakan pigmen.

Koi muda yang berwarna pucat apabila diberikan pakan berpigmen selama 6 minggu sebelum dipasarkan akan berwarna menarik. Intensitas warna tergantung dari jumlah pigmen dalam kromatofora. Pigmen dapat muncul dengan adanya karotenoid dalam pakan.

Pra Panen

Koi dapat tumbuh sekitar 2 cm per bulan dan pada usia 60 tahun dapat mencapai panjang hingga 1 m. Bila ikan Koi telah mencapai ukuran pasar yaitu 20 cm maka dapat dipanen dan dilakukan seleksi akhir. Dengan misahkan jenis, ukuran dan pola warna tubuhnya. Dari hasil seleksi ini, Koi yang terpilih dibesarkan di dalam bak atau kolam semen sambil menunggu harga pasar yang baik.

Dalam penampungan akhir ini, ikan dapat diperbaiki bentuknya, jika terlalu gemuk dibuat langsing atau yang terlalu kurus dibuat lebih gemuk. Pemeliharaan berikutnya diusahakan tidak terlalu padat, akan lebih baik jika dalam bak dilengkapi aerator sehingga kesegaran air terjamin dan dengan pemberian pakan yang baik dapat meningkatkan kualitas warna tubuh ikan Koi.

Budidaya Ikan Koi Pemeliharaan Jenis Ciri dan Analisanya

Persyaratan Eksport

Sebagai persyaratan eksport, eksportir harus memiliki syarat izin dari Dinas Perdagangan yang dibuktikan dengan dokumen IKIS ( Izin Instalasi Karantina Ikan Sementara ). Hasil Uji PCR (Polymerase Chain Reaction), untuk deteksi penyakit ikan dan dokumen bea cukai di bandara.

Standar ikan yang akan diekspor yaitu kondisi sehat dengan ciri diantaranya bentuk tubuh ideal dan proporsional. Sirip sempurna seperti tidak ada bengkok, tidak cacat, rusak, robek atau patah. Kondisi sisiknya utuh tidak ada yang lepas, mengkilap dan berkilau bila terkena sinar.

Ikan Koi diperiksa di laboratorium oleh Badan Karantina untuk di cek apakah benar-benar sehat dan tidak berpenyakit. Bila ikan dinyatakan sehat, Badan Karantina akan mengeluarkan Surat Keterangan Layak Ekspor. Badan Karantina selanjutnya mengemas ikan hias dalam plastik, Styrofoam, dan Hard Carton.

Dalam satu kantong plastik ukuran 20 liter diisi air dan oksgen dengan perbandingan 2:3 untuk 20 ekor ikan Koi ukuran 8 cm. Pengiriman ikan Koi ini dilakukan dengan menggunakan jalur udara. Kapasitas ekspor PT. Vivaria Indonesia saat ini lebih dari 300 ekor untuk sekali pengiriman. Biaya pengiriman untuk satu kali pengiriman tergantung Negara yang dituju, misalnya ke Negara China sebesar Rp 3 juta. Biaya tersebut ditanggung eksportir.

Sedangkan system pembayaran oleh buyer menggunakan L/C (Letter of Credit adalah sebuah cara pembayaran international yang memungkinkan ekspotir menerima pembayaran tanpa menunggu berita dari luar negeri setelah barang dikirim kepada pemesan) dengan tanggung jawab penjual (produsen) hanya sampai di atas kapal yang tertambat di pelabuhan dalam negeri atau Free On board (FOB).

Demikian penjelasan tentang Budidaya Ikan Koi, Pemeliharaan, Jenis, Ciri dan Analisanya. Semoga dapat bermanfaat dan menambah wawasan Anda. Selamat mencoba.

Manfaat Labu Putih

Farming
3 min read

Kandungan Bayam

Farming
4 min read