Budidaya Blewah : Cara Menanam, Proses, Perawatan Dan Pemanenan

2 min read

Budidaya Blewah : Cara Menanam, Proses, Perawatan Dan Pemanenan

Budidaya Blewah : Cara Menanam, Proses, Perawatan Dan Pemanenan – Pada kesempatan ini Kebun.co.id akan membahas tentang Budidaya Blewah. Yang mana dalam pembahasan kali ini menjelaskan Budidaya Blewah bagi pemula dengan secara singkat dan jelas. Untuk lebih jelasnya simak artikel tentang Budidaya Blewah berikut ini.


Budidaya Blewah : Cara Menanam, Proses, Perawatan Dan Pemanenan


Tumbuhan Blewah merupakan tanaman menjalar (bukan merambat) yang tercatat dalam genus cucumis dari keluarga cucurbitaceae. Buah blewah mempunyai rasa fresh serta banyak dimanfaatkan sebagai minuman. Blewah dalam bahasa ilmiah disebut Cucumis melo L. serta tercatat dalam kelompok Cantalupensis.

Tumbuhan blewah merupakan tumbuhan semusim yang masih satu keluarga dengan labu, timun, melon, semangka, pare serta lainnya. Blewah biasanya berupa bundar ataupun lonjong, dengan kulit bergelombang bercorak jingga cerah dengan bintik kehijauan serta sekilas terlihat mirip sekali dengan waluh.

Konon tumbuhan ini bukan ialah tumbuhan asli Indonesia, melainkan berasal dari Afrika Selatan. Berikutnya, tumbuhan ini menyebar serta menetap di Tiongkok sehingga seolah – olah tumbuhan ini asli Tiongkok. Perihal ini bisa dilihat dari jenis – jenis liar yang ialah sumber keanekaragaman genetik yang banyak ada di kawasan Tiongkok.

Saat ini kedua jenis tumbuhan ini sudah tersebar ke Asia Tengara, termasuk Indonesia, paling utama di Pulau Jawa. Penyebarannya bisa jadi dengan cara dibawa oleh orang dagang Eropa sebab buahnya memanglah disukai oleh orang Eropa.


Cara Menanam Buah Blewah

Persiapan Lahan Tanam

Lahan yang nantinya hendak digunakan untuk budidaya wajib dibersihkan terlebih dulu dari rumput liar maupun tumbuhan pengganggu yang lain. Sehabis itu, kamu wajib melakukan penggemburan tanah dengan cara membajak ataupun mencangkulnya.

Baca Juga:  Cara Menanam Cabe : Tata cara, Menyemai, Perawatan Dan Pemanenan

Berikutnya, buat bedengan dengan ukuran bedengan dekat 60 – 80 centimeter buat lebarnya. Mempunyai lebar parit ukuran sampai 40 centimeter serta jarak antar bedengan 2 – 3 m (buat menjalar batang tumbuhan).

Persiapan Bibit

Benih blewah dapat ditanam langsung dalam lahan tanam dengan 1 – 2 benih perlubang tanam. Akan tetapi, lebih baik kamu lakukan penyemaian benih terlebih dulu. Sesi penyemaian bibit ini dapat memakai polybag ataupun tray semai sama seperti halnya dengan penyemaian melon, semangka, serta pare. Setelah berusia 10 – 14 hari, bibit buah blewah tersebut telah bisa dipindah tanamkan ke lahan tanam yang sudah disiapkan.

Pembuatan Bedengan

Tahap berikutnya membuat bedengan pada tanah yang telah diolah jadi gembur. Dalam proses ini membuat lubangan bedengan berukuran lebar 200cm dan lebar pada parit dekat 50 centimeter, besar bedengan hingga 50cm.


Proses Pemupukan Lahan Tanam

Setelah membuat bedengan, saatnya melakukan pemupukan yang dimulai dengan mengukur ph tanah terlebih dulu. Bila ph tanah cenderung asam dibawah 7 angka netral, baru kamu menaburkan kapur dolomit dengan ukuran sesuai kebutuhan untuk menetralkan ph tanah.

Membuat bakal deretan satu bedengan di tanami 2 jalan kanan serta kiri. Bakal deretan tumbuhan blewah untuk menhasilkan tumbuhan blewah berkembang bagus serta tidak terkena penyakit jamur. Tanam blewah agar sukses optimal.

Baiknya bakal deretan tumbuhan blewah di kasih dahulu per 10 m:.

  • Dolomit 2 sampai 5 kilo, membiasakan PH tanah.
  • Menaburkan pupuk organic. Dapat beli yang telah jadi petroganik, ataupun membuat sendiri proses fermentasi.
  • Pastikan memiliki agen biologi buat mencegah serta penangkalan jamur. Sebab blewah rentan jamur sama seperti melon.
  • Disebar pupuk NPK kimia 3 kilo per deretan 10 meter.
  • Kalau sudah melakukan seperti diatas lekas di tutup tanah sembari merapikan parit.
Baca Juga:  √ Panduan Cara Budidaya Nangka Merah Agar Cepat Berbuah

Budidaya Blewah : Cara Menanam, Proses, Perawatan Dan Pemanenan


Perawatan

Perawatan yang dilakukan ialah pemupukan, penyiangan, penyiraman, serta pengendalian hama dan penyakit. Pemupukan susulan dicoba pada saat tumbuhan blewah berusia 7 hari, 20 hari, serta 35 hari.

Pupuk yang digunakan merupakan pupuk organik ataupun pupuk buatan semacam pupuk NPK, KCL, TSP ataupun SP36, serta ZA dengan ditabur ataupun dilarutkan dengan air buat dikocor. Lakukan pula penyiangan secara berkala saat gulma serta rumput liar mulai berkembang, supaya tidak mengusik perkembangan tumbuhan.

Penyiraman dilakukan sesuai dengan kebutuhan. Dari usia 0 – 10 hari penyiraman dicoba tiap hari, berikutnya penyiraman dicoba sesuai dengan kebutuhan ialah saat cuaca panas ataupun keadaan tanah telah mulai kering. Kendalikan hama penyakit yang dapat mengusik perkembangan blewah.

Beberapa hama yang kerap melanda tumbuhan blewah antara lain jangkrik, oteng – oteng, ulat grayak, ulat buah, lalat buah. Pengendalian hama dicoba dengan cara penyemprotan insektisida.

Sebaliknya penyakit yang biasa melanda antara lain penyakit layu, penyakit bintik daun, busuk daun serta sebagainya, buat pengendaliannya lakukan penyemprotan fungisida. Untuk pemakaian pestisida serta fungisida sesuaikan dengan jenis tumbuhan serta dosis yang tertera pada tabel kemasan pestisida serta fungisida yang digunakan.


Pemanenan

Buah blewah bisa dipanen saat umurnya telah 50 hari. Dalam satu kali tanam dapat dipanen 2 kali apabila perawatan dilakukan dengan optimal. Sehabis dipanen buah blewah dapat dipasarkan di pasar – pasar tradisional. Budidaya blewah sangat gampang sebab dapat dicoba dimana saja serta tidak terpengaruih oleh cuaca.

Cara budidaya blewah bisa Kamu perhatikan di atas. Bila dilihat dari cara tanah di atas budidaya blewah sangat gampang buat dicoba sehingga Kamu dapat berupaya buat melakukan kesempatan bisnis budidaya blewah.

Demikian penjelasan kami tentang Ternak Bebek Petelur dari kebun.co.id, semoga dapat bermanfaat dan menambah wawasan Anda.