Panduan Cara Budidaya Terong Ungu Agar Cepat Berbuah

Panduan Cara Budidaya Terong Ungu Agar Cepat Berbuah

Posted on

Panduan Cara Budidaya Terong Ungu Agar Cepat Berbuah – Pada kesepatan ini Kebun.co.id akan membahas tentang Budidaya Terong Ungu. Yang mana dalam pembahasan kali ini menjelaskan panduan cara budidaya tanaman terong ungu agar cepat berbuah lebat dengan secara singkat dan jelas. Untuk lebih mudah dalam memahaminya silahkan simak artikel tentang budidaya terong ungu dibawah ini.

Panduan Cara Budidaya Terong Ungu Agar Cepat Berbuah

Tanaman terong adalah salah satu tanaman musiman yang mana tergolong tanaman semak atau perdu. Terong juga dapat tumbuh di daratan redah maupun datara tinggi. Supaya busa berkembang dan tumbuh dengan baik supaya menanam tanaman terong pada lokasi yang subur, tidak tergenang air dan kandungan ph yang sesuai antara 5-7.

Tanaman terong pertama kali ditemukan di Srilangka, Negara India. Di mana tanaman terong menjadi salah sati jenis tanaman yang cukup diminati di Indonesia yang menjadi pilihan tanaman yang sering ditanam oleh petani.

Syarat Tumbuh

Dalam maksimalkan pertumbuhan dan perkembangan tanaman terong agar dapat memperoleh hasil yang memuaskan. Anda tentu harus memperhatikan beberapa hal diantaranya yaitu:

1. Tanaman ini bisa ditanam didaerah dataran rendah atau tinggi
2. Terong ungu ditanam dengan suhu minimal 230 – 30 C
3. Tanaman ini lebih menyukai kondisi media tanam yang berpasi dan subur
4. Taruh pada kondisi tempat yang terkena sinar matahai secara langsung
5. Penanaman lebih optimal pada awal musim kemarau

Pemilihan Bibit

Langkah pertama untuk menanam terong ungu adalah memilih bibit terong ungu terbaik. Anda bisa mendapatkan benih yang lebih baik dengan membelinya di toko benih terdekat atau dari petani setempat. Bibitterong yang dijual biasanya berupa biji atau bijinya. Beberapa cara untuk menentukan kualitas benih terong ungu adalah dengan memperhatikan hal-hal berikut ini.

  1. Kondisi benih bersih dan mengkilat
  2. Benih telah mengalami proses peristirahatan yang cukup
  3. Kandungan air yang terkandung di dalam bijinya benar-benar mencukupi
  4. Ukuran, bentuk dan warna bibit seragam dan tidak bervariasi
  5. Benih tidak tercemar dan tidak tercampur dengan benih kualitas rendah (benih cacat, kosong atau tanaman lain).
  6. Memiliki kekuatan perkecambahan atau daya tumbuh cepat, sekitar 80%
Baca Juga:  Cara Menanam Terong Hasil Berlimpah

Apabila ciri-ciri benih tersebut di atas sudah terpenuhi maka langkah selanjutnya adalah menyiapkan substrat (media tanam) yang cocok untuk penanaman atau penaburan terong ungu.

Media Tanam

Mempersiapkan media tanam yang tepat merupakan langkah awal dalam menanam terong ungu, dan hal ini berperan penting. Media tanam yang salah bisa menyebabkan tanaman berhenti tumbuh. Oleh karena itu persiapkan media tanam yang benar sebagai berikut.

  1. Tanah gembur dan kaya bahan organik
  2. Sekam padi
  3. Pot atau polybag yang berukuran sedang atau besar dan berlubang di bagian bawah
  4. Cetok
  5.  Air secukupnya untuk menyiram benih

Sedikit informasi tentang pemilihan pot atau polybag. Disarankan menggunakan pot besar atau polybag agar proses penyemaian bisa terjadi dalam wadah yang sama. Bagi yang tidak memiliki areal benih terong ungu yang luas, ini adalah pilihan lain.

Penyemaian

Dalam penanaman Anda dapat melakukan dengan menggunakan biji maupun yang sudah jadi. Bila Anda menanam menggunakan biji maka sebaiknya agar disemai terlebih dahulu. Penyemaian biji terong dengan memasukkan benih kedalam kain basah yang kemudian disimpan selama 1 hari atau 24 jam. Bibit terong yang baik akan berbentuk seperti kecambah, dibawah ini cara penyemaiannya:

  1. Gunakan campuran pupuk dan tanah dengan perbandingan 1: 2
  2. Jaga jarak tertentu antara benih dan benih agar akarnya tidak terbelit
  3. Siramlah air secukupnya pada pagi dan sore hari
  4. Setelah umur 45 hari bibit terong siap untuk dipindahkan.

Persiapan Lahan

  1. Bersihkan lahan dari tanaman gulma kemudian bajak lahan tersebut agar tanah menjadi gembur.
  2.  Buat bedengan di atas tanah dengan lebar 90-100 cm, tinggi 20-25 cm dan jarak antar bedengan 40 cm. Panjang bedengan disesuaikan dengan kondisi lahan.
  3. Untuk menjaga pH tanah, taburkan pupuk dolomit pada bedengan dengan dosis 1-2 ton / jam. Kemudian biarkan selama 10 hari.
  4. Kemudian taburkan kompos atau pupuk kandang di atas bedengan dengan dosis 15 ton / jam. Anda juga bisa menambahkan NPK atau pupuk campuran berupa TSP, KCL dan ZA dengan perbandingan 2: 1: 1 dengan dosis 0,5 ons per tanaman.
  5. Setelah menggunakan pupuk dasar, selanjutnya oleskan mulsa plastik hitam perak. Oleskan mulsa dengan perak di atasnya.
  6. Gunakan sekaleng susu panas untuk membuat lubang benih. Jika disemai pada musim kemarau sebaiknya disemai dengan jarak 70 x 60 cm, jika disemai pada musim hujan sebaiknya disemai dengan jarak 80 x 60 cm.
Baca Juga:  Cara Perawatan Bunga Mawar

Penanaman

Penanaman dilakukan setelah tanah lokasi bibit sudah disiram terlebih dahulu yang kemudian dilubangin dengan kedalaman 5-10 cm. Setelah itu masukkan bibit dan tutu kembali dengan tanah. Dalam hal ini penanaman sebaiknya dilakukan pada pagi atau sore hari, adapun penjelasan sebagai berikut:

  1. Pilihlah bibit yang baik yakni dengan tumbuhnya 4 helai daun
  2. Masukkan bibit beserta tanah yang berada pada akar ke media yang sudah disiapkan
  3. Setelah itu padatkan secara merata keseluruh bagian tanaman

Perawatan

Supaya tanaman terong ungu dapat berkembang dan tumbuh dengan baik dan maksimal perlu melakukan beberapa upaya antara lain yaitu:

  1. Siram rutin tanaman terong setiap hari pagi dan sore
  2. Masa pertumbuhan sebaiknya terong diberi pupuk agar hasilnya maksimal dan tanaman dapat tumbuh dengan subur
  3. Penyiangan (menggunakan tangan atau alat untuk menghilangkan tanaman lain atau hama di tanah) untuk membantu tanaman tumbuh secara optimal
  4. Penyulaman yaitu penggantian tanaman yang mati akibat baru diambil dari pemindahan semai, tetapi penyulaman hanya bisa dilakukan diawal masa tanam
  5. Sanggahlah batang pohong terong agar tidak mudah roboh.

Panduan Cara Budidaya Terong Ungu Agar Cepat Berbuah

Panen

Tahap yang ditunggu-tunggu yakni pemanenan. Tempat terong pasti bisa dipetik, dijual atau dikonsumsi saat panen.
Terong bisa dipanen setelah 3 bulan tanam. Pilih terong dengan kondisi normal, kemudian pilih terong beserta batangnya. Inilah penjelasannya:

  1. Terong yang siap dipanen biasanya berumur 3 sampai 4 bulan
  2. Pemanenan yang baik dilakukan pagi dan sore hari
  3.  Pemitikan seharusnya bersama tangkai nya

Demikian penjelasan tentang Panduan Cara Budidaya Terong Ungu Agar Cepat Berbuah, semoga dapat bermanfaat dan menambah wawasan Anda.