Cara Menanam Buah Naga Hasil Maksimal

3 min read

Cara Menanam Buah Naga Hasil Maksimal – Pada kesempatan kali ini Kebun.co.id akan menjelaskan tentang Budidaya Buah Naga. Yang mana akan dibahas tuntas mulai dari jenis buah naga dan cara budidaya buah naga dengan secara lengkap dan jelas. Penasaran yuk simak ulasan berikut ini.

Cara Menanam Buah Naga Hasil Maksimal

Cara menanam budidaya buah naga agar cepat berbuah tidaklah rumi dengan menjaga pH tanah dan kalium tanah serta proses perawatan yang rutin dan teratur. Dalam hal ini kami akan memberi ulasan tentang cara menanam buah naga agar cepat berbuah. Namun sebelum itu mari kita kenalan dulu lebih jauh dengan buah naga.

Buah naga adalah salah satu jenis buah yang tergolong dalam keluarga tanaman kaktus. Tanaman buah yang berasal dari Mexico ini memiliki rasa yang manis dan segar. Sehingga banyak disebarluaskan hingga kawasan Asia dan mampu tumbuh subur di seluruh kawasan Asia yang memiliki iklim tropis.

Di Indonesia sendiri buah naga mulai populer baru pada tahun 2000 dan semakin banyak penggemarnya. Sehingga banyak dibudidayakan oleh para petani buah hingga kini secara sporadis.

Jenis Buah Naga

Dilihat dari jenisnya, buah naga yang dapat dibudidayakan karena memiliki nilai ekonomis, memiliki cita rasa manis dan kaya akan manfaat, yang antara lain adalah:

Buah naga jenis Hylocereus undatus

Buah naga ini memiliki ciri kulit berwarna merah dengan daging berwarna putih.

Buah naga jenis Hylocereus polyrhisus

Buah naga ini memiliki ciri kulit berwarna merah dengan daging berwarna merah

Buah naga jenis Hylocereus costaricensis

 

Buah naga ini memiliki ciri kulit berwarna merah dengan daging berwarna merah pekat keunguan

Buah naga jenis Hylocereus megalanthus

Buah naga ini memiliki ciri kulit berwarna kuning dengan daging berwarna putih

Cara Menanam Buah Naga

Adapun cara menanam buah naga hampir sama untuk semua jenis buah. Ada dua cara yang dapat dilakukan untuk membudidayakan buah naga. Antara lain adalah dengan cara generatif dengan biji dan cara vegetatif yang dapat dilakukan dengan stek batang. Namun untuk mempercepat proses pertumbuhan dan pembuahan. Cara vegetatif dirasa lebih mudah dan menguntungkan. Berikut tahap-tahap budidaya buah naga:

Pembibitan

Dalam hal ini proses pembibitan dengan menggunakan cara penyetekan dengan cara-cara sebagai berikut:

  • Pilih batang yang berdiameter dengan ukuran sekitar 8 cm dan pernah berbuah 3-4 kali. Batang yang utama agar cari yang lebih tua yang mana akan menjadi bibit indukan yang bagus.
  • Anda potong pada bagian batang dengan ukuran 1 m sebagai calon bibit nanti.
  • Kemudian potong lagi bibit itu menjadi 3 – 4 bagian, dengan ujung rata dan bagian pangkalnya meruncing sebagai tempat tumbuhnya akar dan mempercepat dalam proses pertumbuhan akar.
  • Pada bagian batang yang dipotong sebaiknya terdapat 4 mata tunas, agar dapat berbuah dengan cepat.
  • Tiriskan batang tersebut agar getah yang ada menjadi mengering, dan agar di berikan larutan fungisida sebelum dilakukan penanaman.
  • Selanjutnya tanam bibit tersebut pada polybag atau bedenga yang medianya sudah dicampur dengan pupuk kompos dan telah disiram terlebih dahulu.
  • Kemudian lakukan penyiraman setiap 2 hari sekali, serta agar terlindung dari terik matahari langsung supaya memberikan sungkup atau naungan.
  • Dalam waktu 3 minggu maka akan muncul tunas dan buka sungkup serta biarkan tanaman itu terkenah sinar matahari penuh.
  • Bila sudah 3 bulan maka bibit sudah dapat di pindahkan kemedia tanam yang lebih baik dengan ketinggian sekitar 60 cm.
Baca Juga:  Cara Menanam Bawang Putih : Isi Bawang Putih, Manfaat, Pemeliharaan Dan Panen

Penyiapan Lahan

Budidaya buah naga dapat ditanam di tanah ataupun dengan media polybag. Agar dapat menghasilkan tanaman yang baik, maka Anda perlu melakukan beberapa langkah antara lain yaitu:

Pembuatan tiang panjat

Dalam hal ini penting unutk membuat tiang penyanggah pada budidaya buah naga, hal ini berguna sebagai penompang agar tanaman dapat berkembang dengan baik, antara lain yaitu:

  • Buat tiang atau penyanggah yang terbuat dari beton dengan tinggi 2 m dan diameter 15 cm.
  • Kemudian masukkan tiang penyangga pada lubang dengan kedalaman 50 cm dengan ujung pada tiang dikasih penompang berbentuk + yang dapat terbuat dari kayu atau besi.
  • Tambahkan penyangga dengan bentuk lingkaran diatasnya, dan buat tiang penyangga dengan tinggi 2,5 m dan panjang 2 meter serta antara bari sdibuat drainase.

Pengolahan tanah

Sebagai media tanam, buatlah bedengan yang mana dapat Anda campur dengan pupuk kompos, pasir, dan tanah dengan perbandingan 1:1:1. Kemudian tambahkan dolomir sebanyak 300 gr sebagai penambah kalsium.

Buatlah lubang sedalam 25 cm pada sekitar tiang penyangga, lalu tutup dengan media tanam dan siram sampai basah keseluruhan serta biarkan hingga mengering. Dalam 3 hari Anda tambahkan pupuk TSP disekitar tiang dan tunggu selama 1 hari maka lahan tersebut sudah siap dipakai.

Penanaman

Setelah bibit dan lahan siap, penanaman bibit mulai dapat dilakukan. Selanjutnya Anda bisa menanam 3 bibit tanaman pada setiap tiang panjatannya, dengan jarak tanam 10 cm dari tiang pada panjatan. Bila sudah diatanam keseluruhan, ikat tanaman ketiang agar menempel.

Perawatan

Perlu Anda perharikan tentang perawatan dalam budidaya buah naga ini, yang mana perawatan tersebut harus dilakukan secara rutin, antara lain yaitu

  • Penyerbukan

Anda dapat melakukan penyerbukan pada tanaman dengan 2 cara yaitu manual dan alami. Agar dapat mempercepat pembuahan dalam penyerbukan perlu dilakukan, akan tetapi pada proses ini tidak dilakukan dengan sembarangan. Perlu dilakuakan secara hati-hati dan benar agar dapat memperoleh hasil buah yang berkualitas.

Baca Juga:  Cara Menanam Cabe : Tata cara, Menyemai, Perawatan Dan Pemanenan

Penyerrbukan dapat dialkukan dengan mengoleskan serbuk sari ke putik yang menggunakan peralatan yang steril dan dilakukan secara benar agar tangkai putik tidak patah serta penggunaan serbuk ini dapat digunakan pada tangkai putik lainnya.

  • Pemupukan

Agar memperoleh pertumbuhan yang maksimal, unsur yang dibutuhkan oleh tanaman buah naga perlu di penuhi. Kebutuhan tersebut dapat berupa unusr kalium dan berbagai unsur tanah lainnya. Hal ini dapat Anda lakukan dengan menambahkan 20 gr ZA atau 50 gr NPK pada setiap lubangnya.

Dapat juga Anda menambahkan pupuk kandang atau kompos setiap 3 bulan sekali dengan komposisi 5 kg atau sesuai kebutuhan dan dapat pula menambahkan pupuk organik cair ke tanaman.

  • Penyiraman

Untuk mempercepat proses pertumbuhan tanaman, proses penyiraman dapat dilakukan secara rutin 3 kali sehari terutama pada musim kering. Penyiraman ini dapat dilakukan dengan sistem irigasi atau drainase parit. Dan untuk memaksimalkan hasil buah, penyiraman dapat dikurangi ketika tanaman mulai berbunga untuk menekan pertumbuhan tunas baru.

  • Pemangkasan

Dalam pemangkasan perlu dilakukan agar mengurangi cabang tanaman, yang mana bisa Anda potong cabang keseluruhan atau disisahkan 2 sebagai batang utama. Setelah pertumbuhan cabang utama sudah mencapai atas tiang, potong batang agar membentuk cabang sekunder sampai 4 cabang  dengan merata.

Selanjutnya bilamana cabang pada sekunder menjulur sampai keperukaan tanah, dapat Anda potong hingga jarak permukaan tanah 50 cm. Kemudian pemangkasan dapat dilakukan terakhir bila sudah tanaman panen 4 kali, tujuannya agar dapat membentuk cabangan yang baru.

  • Pemanenan

Pada tanaman buah naga dapat memanen di umur 10 bulan dari masa tanam, dengan warna buah merah mengkilap. Dimana dalam 1 tiang biasanya dapat menghasilkan 8 buah dengan ukuran 500 gr. Umur tanaman buah naga dapat tumbuh sekitar 20 th, dimana pemanenan dapat dilakukan secara berkala.

Demikianlah penjelasan kita tentang Cara Menanam Buah Naga Hasil Maksimal. Semoga informasi ini dapat bermanfaat dan menambah pengetahuan Anda terkait budidaya buah naga. Terimakasih.