Cara Menanam Sawi Dengan Mudah dan Hasil Melimpah

3 min read

Cara Menanam Sawi Dengan Mudah dan Hasil Melimpah

Cara Menanam Sawi Dengan Mudah dan Hasil Melimpah – Pada kesempatan ini Kebun.co.id akan membahas tentang Menanam Sawi. Yang mana dalam pembahasan kali ini menjelaskan cara menanam sawi dengan dengan mudah dan efisien. Untuk lebih lengkapnya silahkan simak Artikel berikut ini.

Cara Menanam Sawi Dengan Mudah dan Hasil Melimpah

Sawi merupakan sekelompok tumbuhan dari marga Brassica yang dimanfaatkan daun atau bunganya sebagai bahan pangan (sayuran), baik segar maupun diolah. Sawi mencakup dari beberapa spesies Brassica yang kadang-kadang hampir mirip satu sama lain.

Di Indonesia penyebutan sawi biasanya pada tanaman sawi hijau (Brassica rapa kelompok parachinensis, yang disebut juga sawi bakso, caisim, atau caisin). Selain itu, terdapat pula sawi putih (Brassica rapa kelompok pekinensis, disebut juga petsai) yang biasa dibuat sup atau diolah menjadi asinan.

Ciri-ciri tanaman sawi yang baik adalah:

  • Memiliki batang yang tidak berkayu
  • Daunnya berwarna hijau
  • Mempunyai akar tunggang dan akar becabang
  • Mempunyai batang beruas dan pendek
  • Daun memanjang dan lonjong
  • Bunga memiliki banyak cabang dan memanjang ke atas

Cara menanam sawi sangatlah mudah, karena tanaman ini adalah jenis sayuran yang memiliki tingkat adaptasi tinggi terhadap lingkungan.

Tanaman sawi dapat hidup di dataran tinggi maupun dataran rendah. Sangat toleran terhadap kondisi kering dan tidak membutuhkan banyak air. Oleh sebab itu saat tanam sebaiknya dibuat bedengan agar saat curah hujan tinggi lahan tidak tergenang.

Menanam sawi juga harus memperhatikan permintaan pasar, terutama jenis sawi yang akan ditanam karena apabila yang ditanam jenis sawi yang berbeda dengan permintaan pasar maka akan sulit untuk mencari pasar saat panen.

Oleh sebab itu jenis sawi yang akan ditanam tergantung dari daerah masing-masing.

Jenis Tanaman Sawi

Jenis lain yang kadang-kadang disebut sebagai sawi hijau adalah sesawi sayur (untuk membedakannya dengan caisim). Kailan (Brassica oleracea kelompok alboglabra) adalah sejenis sayuran daun lain yang agak berbeda, karena daunnya lebih tebal dan lebih cocok menjadi bahan campuran mi goreng. Sawi sendok (pakcoy atau bok choy) merupakan jenis sayuran daun kerabat sawi yang mulai dikenal pula dalam dunia boga Indonesia. Ada beberapa jenis tanaman sawi pada umumnya antara lain sebagai berikut:

  • Sawi Hijau (Sawi bunga)
  • Sawi hijau (Brassica compestris sp.)
  • Sawi Putih (Pak choy)
  • Sawi putih (B. Juncea L)
  • Sawi Jepun (Siow pak choi)
  • Sawi jepun (Barssica camprestis sp)
  • Sawi Pahit (Bitter mustard)
  • Sawi pahit (Brassica juncea var rugosa)
Baca Juga:  Cara Ternak Lovebird Cepat Bertelur Khusus Pemula

Agar budidaya sawi berhasil dan mendapatkan panen yang tinggi, sebaiknya lakukan perhatikan cara menam sawi yang benar.

Cara Menanam Sawi Dengan Mudah dan Hasil Melimpah

Cara Menanam Sawi

Berikut ini adalah cara menanam sawi agar dapat menghasilkan dengan keuntungan yang maksimal:

Perendaman Benih

Sebelum benih disemai, lakukan perlakuan perendaman benih dengan menggunakan POC.

Tujuan perendaman benih yaitu untuk memutus masa dormansi (keadaan berhenti tumbuh) benih dan menyeleksi antara benih yang bernas/bagus dan benih yang jelek. Agar saat benih ditanam dapat tumbuh seragam, cepat dan sehat dengan memberikan perlindungan kekebalan (imunitas) sejak awal bibit tanaman terhadap serangan penyakit.

Persemaian benih

Setelah dipastikan memilih benih yang bagus saat proses perendaman benih selanjutnya lakukan persemaian benih atau bisa juga menanam benih sawi secara langsung di lahan dengan cara menabur benih sawi setelah itu tutup dengan abu dapur atau bisa juga dengan daun pisang, jerami, dll.

Olah tanah

Sebelum pindah tanam lakukan olah tanah terlebih dahulu dengan cara menabur pupuk kandang/bokashi sebanyak 20 ton per ha, kemudian lakukan proses cangkul pada tanah atau bisa juga menggunakan traktor dengan kedalaman minimal 20cm.

Kemudian buat bedengan dengan lebar 1 meter dan tinggi 20-25 cm, untuk panjang bedengan disesuaikan dengan luas lahan.

Tujuan olah tanah adalah untuk menjadikan tekstur tanah agar menjadi gembur, sehingga perakaran dapat mudah untuk masuk ke dalam tanah serta agar perakaran tanaman lebih mudah untuk menyerap unsur hara.

Tanam

Setelah bibit sawi berumur sekitar 2 minggu atau setelah keluar 3-4 helai daun, bibit sawi diambil untuk dipindah tanam pada bedengan. Kemudian lakukan penyiraman setiap pagi dan sore hari untuk menjaga kelembaban lahan.

Pemupukan dan perawatan

PH tanah berkisar 5.5 – 6.5 Usia 35 s/d 45 hari adalah masa panen pemupukan untuk luas lahan 1000 m2.

Baca Juga:  Bonsai Sancang : Cara Membuat dan Perawatannya Bagi Pemula

Pupuk Dasar Tebarkan bokasi secukupnya diatas dengan, Larutkan:

  • Liter Green Grow + 200 Liter air bersih, lalu kocorkan diatas bedengan sebelum tanam pemupukan 1 Usia 7 dan 14 hari setelah tanam
  • Campur 15 Kg Urea + 5 Kg Tsp + 5 Kg Kcl, taburkan secara merata disekeliling pohon4.
  • Kemudian berikan pupuk cair Green Grow Dosis : 2 Liter + 200 Liter air bersih Dikocor pada pangkal batang tanaman.
  • Penyemprotan UCONIX Usia 10 dan 20 hari dengan dosis 20 ml / 1 liter air (Dosis Ditambah tidak jadi masalah)

Saat musim kemarau lakukan penyiraman dua kali sehari yaitu pada pagi dan sore hari. Kemudian lakukan penyulaman pada tanaman yang tidak tumbuh dan penjarangan dengan cara mencabut pada tanaman yang jarak tanamnya terlalu rapat. Gulma juga harus dibersihkan dengan cara dicabut dan dibuang agar tidak terjadi kompetisi penyerapan nutrisi.

Penyakit Pada Tanaman Sawi

Ulat Tanah (Agrotis sp.)

Berwarna coklat sampai coklat kehitaman, menyerang tanaman yang masih kecil/muda setelah ditanam di lahan. Serangan biasanya terjadi pada malam hari, hal tersebut disebabkan karena ulat ini takut sinar matahari. Pangkal batang tanaman yang masih sangat sukulen digerek hingga putus, akibatnya tanaman mati karena sudah tidak memiliki titik tumbuh.

Ulat Grayak (Spodoptera litura dan Spodoptera exigua)

Spodoptera litura berukuran sekitar 15-25 mm, berwarna hijau tua kecoklatan dengan totol-totol hitam di setiap ruas buku badannya. Sedangkan Spodoptera exigua, mempunyai ukuran yang sama dengan Spodoptera litura tetapi warna tubuhnya hijau sampai hijau muda tanpa totol-totol hitam di ruas buku badannya.

Panen

Tanaman sawi dapat dipanen setelah berumur sekitar 40 hari setelah tanam.

Pada luas lahan 1 hektar, dalam satu kali masa panen budidaya sawi dapat menghasilkan sekitar 20 ton.

Saat panen sawi dapat dilakukan dengan cara dicabut kemudian cuci untuk membersihkan dari tanah, lumpur dan kotoran lain yang menempel. Setelah itu sortir sawi dengan membuang bagian daun yang rusak atau busuk.

Ikat sawi menjadi beberapa ikatan sesuai permintaan pasar dan sawi siap untuk dijual di pasar tradisional maupun pasar modern.

Demikian penjelasan tentang Cara Menanam Sawi Dengan Mudah dan Hasil Melimpah. Semoga dapat bermanfaat dan menambah wawasan Anda. Terima kasih.

Cara Menanam Bambu

Farming
2 min read

Bonsai Pucuk Merah

Farming
4 min read

Manfaat Labu Putih

Farming
3 min read