Habitat Ayam : Deskripsi, Jumlah Telur, Makanan, Predator Dan Bekisar

3 min read

Habitat Ayam : Deskripsi, Jumlah Telur, Makanan, Predator Dan Bekisar

Habitat Ayam : Deskripsi, Jumlah Telur, Makanan, Predator Dan Bekisar – Pada kesempatan ini Kebun.co.id akan membahas tentang Habitat Ayam.

Yang mana dalam pembahasan kali ini menjelaskan Habitat Ayam bagi pemula dengan secara singkat dan jelas. Untuk lebih jelasnya simak artikel tentang Habitat Ayam berikut ini.


Habitat Ayam : Deskripsi, Jumlah Telur, Makanan, Predator Dan Bekisar


Telah banyak penggemar binatang yang memahami wujud ayam hutan hijau yang populer sebagai “bahan” pembuat ayam bekisar.

Tetapi tidak sangat banyak yang kenal tentang biologi serta kehidupannya di habitat aslinya (alamnya).

Secara klasifikasi, ayam hutan termasuk dalam keluarga Gallus. Keluarga ini beranggotakan 4 jenis, ialah Gallus sonnerati, Gram. Lafayetti, Gram. Gallus, serta Gram. varius, Gram. sonnerati lebih dikenal dengan ayam hutan abu-abu.

Dia hidup serta berkembang biak menghuni hutan India Selatan dan sebagian kecil ada pula di India Utara serta Barat. Gram. lafayetti (ayam hutan jingga) terbatas penyebarannya, cuma terdapat di hutan Sri Lanka.

Gallus gallus ataupun populer dengan nama ayam hutan merah hidup berkelompok di hutan-hutan pada dahan-dahan tumbuhan yang besar.

Wilayah penyebarannya meliputi Jawa serta Sumatera. Jenis terakhir Gallus varius (ayam hutan hijau) sangat terkenal di Indonesia, khususnya di golongan penggemar ayam hias.

Banyak orang yang menyilangkan ayam hutan hijau jantan dengan ayam kampung betina buat memperoleh ayam ayam bekisar. Ayam ini ada di Jawa, Madura, Bali serta Nusa Tenggara.


Deskripsi

Ciri ayam hutan hijau mempunyai jengger licin, tidak bergerigi, bercorak paduan antara merah serta hijau kebiruan. Bagian yang dekat ubun-ubun hijau kebiruan, serta bagian luarnya merah.

Demikian pula corak pial tunggalnya. Corak bulu tubuhnya sangat menawan, dasarnya gelap berselimutkan corak hijau mengkilap.

Bagian ujung bulu punggung ini bercorak merah kekuningan. Bulu dileher wujudnya bulat-bulat, tersusun semacam sisik hijau mengkilap.

Ekor menjuntai terdiri dari 16 helai bulu yang rupanya sama dengan corak leher. Kakinya putih sampai merah muda. Bobot tubuh kurang lebih 1,5 kilogram.

Penampilan ayam hutan betinanya jauh berbeda serta tidak secantik yang jantan. Kepala, dada, serta badan bagian bawah bercorak cokelat pucat.

Baca Juga:  √ Panduan Cara Budidaya Genjer, Klasifikasi dan Manfaatnya

Sebaliknya sayap, punggung, serta ekornya cokelat tua berujung kuning logam dan bergaris-garis gelap. Ukuran tubuh sang betina lebih kecil daripada yang jantan, dengan berat 0,8 kilogram.

Jumlah Telur Lebih Banyak

Ayam hutan hijau nyatanya lebih produktif daripada ayam kampung. Betinanya dapat menciptakan tidak kurang dari 40 butir semusim (sebagai perbandingan, ayam kampung cuma memproduksi telur 12–18 butir/masa).

Syaratnya, ada sepasang ataupun sekelompok kecil populasi hidup di wilayah yang lingkungannya disukai, cukup pakan serta hanya sedikit musuh alami.

Di habitat aslinya, dia meletakkan telurnya dalam sarang di atas tanah ataupun di dasar naungan semak-semak. Masa bersarangnya tidak selalu sepanjang tahun, umumnya bulan Juni hingga November.

Dalam sarang umumnya ada 6–10 butir telur, besarnya kurang lebih 44,5 milimeter x 34,5 milimeter.

Telur yang putih kekuningan polos itu menetas sehabis 21 hari. Anak ayam hutan ini rentan, gampang terinfeksi bibit penyakit, sehingga butuh dilindungi.

Habitat Ayam : Deskripsi, Jumlah Telur, Makanan, Predator Dan Bekisar


Makanan Ayam Hutan, Biji-bijian serta Serangga

Ayam hutan termasuk pemakan biji-bijian serta serangga. Saat dilakukan operasi, di perutnya ditemui rayap, semut gelap, nyamuk, lalat, laba-laba serta ulat pisang.

Tidak hanya itu, terdapat pula buah tumbuhan Hyptis serta Rottbidia dan daun lantana.

Dari pengamatan lapangan, sang menawan ini nyatanya suka mematuki kotoran babi hutan, banteng, ataupun kerbau liar buat memperoleh biji-bijian yang tidak tercerna, serangga pemakan kotoran, serta air yang masih termasuk di dalamnya.

Di area penangkaran, umumnya ayam hutan hijau ditempatkan dalam kandang burung. Dalam kandang itu, ayam hutan hijau jantan berusia 1,5 tahun dipasangkan dengan betina berusia setahun.

Menu untuknya berbentuk beras merah separuh ons/hari serta ketan gelap. Sebagai alterasi disajikan kangkung 2 hari sekali serta pepaya ataupun pisang tiap 3 hari.

Serangga semacam jangkrik, ulat pisang, ataupun rayap juga tidak ketinggalan sebagai aksesoris menu. Jatah hariannya tidak boleh sangat banyak, cukup ¼ bagian dari jatah buat ayam kampung.

Bahaya Predator Alam Untuk Ayam Hutan

Mayoritas ayam hutan lebih suka mendiami hutan rimbun di pedalaman. Berbeda dengan kerabatnya, ayam hutan hijau hidup di lembah-lembah dekat tepi laut ataupun di semak-semak serta belukar yang berbatasan dengan lahan terbuka.

Baca Juga:  √ Cara Sukses Budidaya Ikan Sidat Untuk Pemula Untung Berlimpah

Kala siang hari mereka bersembunyi buat menjauhi teriknya matahari serta musuh alam. Musuh alam yang mengancam serta mengintainya cukup banyak, di antara lain musang, rase, macan tutul, kucing hutan, garangan, elang, ular, serta biawak.

Apabila ayam hutan sampai ditemui binatang-binatang tersebut, dia bakal menemui ajalnya jadi santapan mereka. Di samping itu, bahaya yang lain tiba dari babi hutan yang suka memangsa telurnya.

Seperti itu sebabnya, dia cuma berkeliaran di pagi serta sore hari. Pas saat sebelum malam datang, dia kembali dari pengembaraannya mencari makan di ladang-ladang serta tanah terbuka.

Ayam hutan hijau melupakan malam hari dengan tidur di atas pohon-pohon dari jam 17.30 – 04.30. pohonnya juga tidak sembarang jenis.

Mereka memilah tumbuhan mimba (Azadirachta indica), krasak (Ficus superba) ataupun kesambi (Schleichera oleosa).

Umumnya mereka hidup sendiri ataupun dalam kelompok kecil beranggotakan 2 – 4 ekor. Kadang-kadang terdapat pula ditemukan kelompok besar yang mencapai 15 ekor anggotanya.


Bahan Pembuat Bekisar

Ayam hutan jantan telah lama dijadikan peliharaan di wilayah asalnya – Jawa, Madura serta Bali.

Di posisi ini sang jantan disilangkan dengan ayam kampung betina (Gallus domesticus) menciptakan bekisar yang bersuara panjang serta keras.

Paduan corak bulunya beragam sehingga timbul nama-nama bekisar bersumber pada corak bulunya. Terdapat bekisar putih, multi corak, merah serta sebagainya.

Saking terkenalnya ayam hutan ini, di Jawa Timur bekisar dijadikan maskot. Bekisar jantan berdimensi lebih besar dari ayam hutan hijau, sebaliknya betinanya menciptakan telur kecil yang tidak dibuahi.

Nyatanya penyilangan ayam hutan tidak cuma terjadi di Indonesia. Di Cleres (Perancis) juga sempat dicoba pernikahan antara betina hasil silangan ayam hutan hijau serta merah dengan ayam hutan hijau.

Dari ratusan silangan, Hanya satu telur yang menetas. Itu juga kondisinya lemah serta tidak dapat diselamatkan. 2 spesies ayam hutan itu memanglah tidak ingin kawin dihabitat alamnya.

Di jawa khususnya, populasi ayam hutan hijau lebih banyak di Jawa Barat. Sebaliknya di Jawa Timur populasi ayam hutan merah yang lebih banyak.

Demikian penjelasan kami tentang Habitat Ayam dari kebun.co.id, semoga dapat bermanfaat dan menambah wawasan Anda.