√ Mengenal Jenis dan Produk Lebah Madu (Terlengkap)

3 min read

Mengenal Jenis dan Produk Lebah Madu

Mengenal Jenis dan Produk Lebah Madu (Terlengkap) – Pada kesempatan ini Kebun.co.id akan memabahas tentang lebah madu dari jenis sampai produk yang dihasilkannya. Lebah merupakan hewan yang dimanfaatkan baik dari hewan itu sendiri ataupun produk yang dihasilkannya. Untuk mengetahui lebih lanjut apa saja jenis lebah madu beserta produk yang dihasilkan, simak materi di bawah ini.

Mengenal Jenis dan Produk Lebah Madu (Terlengkap)

Serangga dari genus apis yang dapat menghasilkan madu ialah lebah. Tidak hanya madu, lebah pun bisa menghasilkan produk lainnya di antaranya royal jelly, serbuk sari (polen), lilin lebah, propolis sampai racun lebah. ada banyak jenis lebah madu, tetapi tidak semua jenis lebah madu bisa dibudidayakan.

masyarakat di Indonesia biasanya memanen madu langsung di hutan. Kemudian, di abad 19 atau tepatnya tahun 1841, seorang Belanda bernama Rijkeus memperkenalkan cara membudidayakan lebah madu. sampai saat ini paling tidak ada 4 jenis lebah yang madunya diperjualbelikan, yang dipanen langsung dari hutan juga yang merupakan hasil budidaya.

Jenis-Jenis Lebah Madu

Madu yang beredar di pasaran saat ini sangat beragam jenisnya dari madu liar, madu hutan, madu klenceng dan masih banyak lagi. sebagian besar madu tersebut hanya diproduksi oleh beberapa jenis lebah saja. Berikut ini beberapa jenis lebah madu yang memproduksi sebagian besar produk madu yang beredar di Indonesia :

1. Apis Cerana (Lebah Madu Timur atau Asiatic Honey Bee)

Apis Cerana

Jenis lebah madu apis cerana banyak terdapat di kawasan Asia, seperti Indonesia, Cina, Afganistan dan Jepang. Lebah madu Apis cerana ini dapat dibudidayakan dengan cara tradisional maupun cara modern di suatu kotak (stup) yang dapat dipindah-pindah. lebah yang ada dalam 1 stup dapat dipanen 3 kali dengan produksi madu antara 2 sampai 5 kg per tahun. Lebah jenis ini dianggap kurang produktif jika dibandingkan dengan jenis lebah madu lain seperti Apis mellifera. Sifat ganas yang ada pada lebah madu Apis cerana ini membuatnya relatif lebih sukar diternak.

2. Apis Dorsata (Lebah Madu Raksasa)

Apis Dorsata

Lebah madu apis dorsata  hanya ada di wilayah beriklim subtropis dan tropis di Asia yang salah satunya Indonesia. Lebah jenis ini belum dapat diternak hingga saat ini. Madu hasil lebah Apis dorsata dipanen langsung di hutan sehingga umum dikenal dengan madu hutan.

Baca Juga:  Cara Ternak Kroto Mudah Hasil Maksimal

Lebah jenis ini memiliki ukuran tubuh lebih besar daripada jenis lebah madu lain. Sengatannya pun terasa lebih sakit daripada lebah budidaya. Apis dorsata membuat sarangnya sendiri (tunggal) dan umumnya bergantung di cabang pohon maupun tebing. Produksi madu yang dihasilkan dapat mencapai 15 hingga 25 kg per tahun dalam satu koloni.

Pemburuan madu hutan dikhawatirkan berdampak pada keberadaan jenis Apis dorsata. Sebagai solusinya, ada pihak-pihak yang mengusahakan pemanenan madu hutan lestari dengan menerapkan metode panen sebagian. pada saat memanen sarang madu, hanya mengambil sebagian agar koloni lebah terjaga kelestariannya sehingga tetap bisa mengembangkan sarangnya lagi untuk seterusnya.

kendala dalam pemanenan madu hutan lestari yang terjadi di Indonesia yaitu pendidikan pemburu-pemburu madu. Kondisi ekonomi yang mendesak para pemburu untuk memanen madu hutan secara keseluruhan dan membuat kelangsungan koloni terancam. harus ada usaha kerjasama yang baik antara para pemburu dengan penampung atau pembeli untuk mengatasi masalah ini.

3. Apis Florea (Lebah Madu Kerdil atau Red Dwarf Honey Bee)

Apis Florea

Lebah jenis Apis florea dapat dijumpai di Indonesia, Iran, Oman dan India. Lebah jenis ini sifatnya lebih liar dan tidak umum dibudidayakan. Di Indonesia, lebah ini kerap disebut tawon. Apis florea dapat hidup berdampingan dengan Apis mellifera, Apis dorsata dan Apis cerana. Produktivitas lebah ini relatif kecil yakni hanya sekitar 1 sampai 3 kg per tahun dalam 1 koloni. Madu yang dihasilkan Apis florea umum dikenal dengan madu lanceng.

4. Apis Mellifera (Lebah Madu Barat atau Western Honey Bee)

Apis Mellifera

Jenis Apis mellifera merupakan yang terfavorit di kalangan peternak lebah sebab produktivitasnya amat tinggi di mana mencapai 35 sampai 40 kg per tahun per koloni. Lebah ini dipercaya berasal dari Eropa lebih tepatnya Yunani, Italia dan Perancis. kemampuan adaptasi lebah ini pun baik di berbagai jenis iklim.

Orang Belanda memperkenalkan lebah Apis mellifera pada 1841 ke Indonesia dan terus berkembang sampai sekarang. Beberapa sub jenis Apis mellifera yang umum dibudidayakan antara lain :

  1. Apis mellifera mellifera yang asalnya dari Belanda dan termasuk jenis yang gemar berpindah rumah. Memiliki warna tubuh gelap dengan hasil madu sedang.
  2. Apis mellifera lingustica yang asalnya dari Italia. Tingkat produksi madunya paling baik dari segi kuantitas dan kualitas. Lebah jantannya lebih aktif bergerak dan berwarna lebih terang.
  3. Apis mellifera carnica yang cukup populer di Amerika Serikat dengan warna tubuh gelap dan bagian perut berwarna lebih muda. Kemampuan produksi madunya baik tetapi gemar berpindah-pindah.
  4. Apis mellifera caucasia yang asalnya dari daerah Kaukasia, Rusia. Memiliki warna gelap, jingga hingga kuning.
  5. Apis mellifera lehzeni umum diternak di wilayah Skandinavia atau Eropa Utara dengan warna tubuh hitam kecoklatan.
Baca Juga:  Cara Beternak Kutu Air : Pengertian, Tentang Dan Cara Pembudidayaan

5. Apis Koschevnikovi (Lebah Madu Merah)

Apis Koschevnikovi

Lebah madu Apis koschevnikovi bisa ditemukan di Indonesia (Sumatera, Jawa dan Kalimantan) dan Malaysia. tetapi, lebah jenis ini dipercaya sudah tidak lagi ada di wilayah Jawa.

6. Apis Andreniformis (Black Dwarf Honey Bee)

Apis Andreniformis

Lebah madu Apis andreniformis merupakan hewan asli wilayah subtropis dan tropis Asia meliputi India, Cina bagian Tenggara, Laos, Burma, Malaysia, Vietnam, Indonesia juga Filipina (Palawan). Penyebaran lebah ini banyak terdapat di Jawa dan Kalimantan untuk wilayah Indonesia.

7. Apis Nigrocincta

Apis Nigrocincta

Lebah madu apis nigrocincta hanya ada di Mindanau, Filipina dan Kepulauan Sangihe serta Sulawesi di Indonesia.

Produk Budidaya Lebah Madu

1. Madu

Madu berbentuk cairan dengan rasa manis yang asalnya dari nektar tanaman. Nektar lalu dikumpulkan oleh lebah pekerja dan dijadikan madu lalu disimpan di sel-sel sarang. Madu merupakan cadangan makanan untuk lebah. Madu mengandung banyak nutrisi dan energi tinggi.

2. Serbuk Sari (Bee Polen)

Serbuk sari bunga diambil oleh lebah dan disimpan di kaki-kaki lebah. Lebah mendapat protein dari serbuk sari. Protein yang ada dalam polen berguna untuk memperbaiki sel-sel tubuh yang rusak untuk manusia. di dalam serbuk sari juga terkandung 10 jenis asam amino essensial, vitamin dan mineral. selian itu, ada pula beragam jenis alkaloid yang baik untuk regenerasi sel dan metabolisme.

3. Royal Jelly

Royal jelly ialah cairan kental yang disekresi oleh lebah pekerja. Royal jelly ini bisa dimanfaatkan untuk memberi makan larva lebah. Manusia memanfaatkan royal jelly sebagai suplemen untuk menjaga vitalitas dan kebugaran tubuh.

4. Propolis

Propolis seperti lem perekat yang sifatnya resin yang dikumpulkan lebah dari bagian-bagian tumbuhan. Propolis dimanfaatkan para lebah untuk menutup celah-celah di sarang, juga untuk memperkecil, menambal atau menutup retakan maupun lubang masuk. Propolis memiliki susunan kimia yag relatif kompleks yang mengandung mineral dan zat pewangi. Manusia memanfaatkan zat antibiotik dalam propolis untuk bahan baku obat-obatan.

5. Lilin Lebah

Lilin lebah ialah salah satu hasil sekresi lebah. Lilin lebah umum digunakan untuk bahan baku lilin, industri farmasi dan industri kosmetik.

Demikian penjelasan materi Mengenal Jenis dan Produk Lebah Madu (Terlengkap). Produk-produk dari lebah madu sangat bermanfaat baik untuk lebah itu sendiri maupun manusia, namun menjaga kelestarian koloni lebah madu pun harus tetap dilakukan. Semoga penjelasan materi tersebut bisa bermanfaat untuk pembaca. Terima kasih.