Kompos : Pengertian, Jenis, Isi, Ciri, Manfaat Dan Metode Aplikasi

4 min read

Kompos : Pengertian, Jenis, Isi, Ciri, Manfaat Dan Metode Aplikasi

Kompos : Pengertian, Jenis, Isi, Ciri, Manfaat Dan Metode Aplikasi – Pada kesempatan ini Kebun.co.id akan membahas tentang Kompos.

Yang mana dalam pembahasan kali ini menjelaskan Kompos bagi pemula dengan secara singkat dan jelas. Untuk lebih jelasnya simak artikel tentang Kompos berikut ini.


Kompos : Pengertian, Jenis, Isi, Ciri, Manfaat Dan Metode Aplikasi


Pupuk kompos yakni hasil penguraian parsial ataupun tidak lengkap dari kombinasi bahan – bahan organik yang bisa dipercepat.

Secara artifisial ialah populasi bermacam berbagai mikroba dalam keadaan area yang hangat, lembap, dan aerobik ataupun anaerobik.

Oleh karena itu sebagai penjelasn lebih lanjut, postingan ini hendak membahas tentang pengetian pupuk kompos, isi karakteristik, manfaat, serta metode penggunaannya.


Pengertian Kompos

Saat sebelum mangulas lebih dalam mengenai pupuk kompos, terdapat baiknya bila kita mengenali terlebih dulu tentang kompos itu sendiri.

Kompos merupakan hasil penguraian yang tidak lengkap (parsial) dari bahan – bahan organik yang setelah itu dipercepat oleh sebagian jenis kuman ataupun mikroba dalam keadaan tertentu.

Hasilnya merupakan kompos yang dapat dimanfaatkan buat pupuk. Sedangkan itu, pengomposan merupakan proses bahan organik yang mulai hadapi penguraian serta dibantu oleh kuman sebagai sumber energinya.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kompos adalah pupuk kombinasi yang terdiri dari bahan organik, semacam daun ataupun jerami yang sudah membusuk serta bercampur dengan kotoran hewan.

Sebaliknya menurutu Wield (2014), pupuk organik ialah pupuk yang terbuat dari bahan – bahan hijau ataupun organik yang lain yang dengan terencana ditambah bahan tertentu supaya proses pembusukan terjadi lebih cepat.

Hasil dari pembusukan ataupun dekomposisi organik, semacam sisa tumbuhan, hewan, serta bahan organik yang lain bisa berguna buat membetulkan struktur tanah, dan kehidupan mikroorganisme yang hidup pada area tersebut.

Kompos pula berfungsi buat meningaktkan daya ikat air terhadap tanah serta membetulkan sifat tanah yang lain.

Jenis – Jenis Kompos

Kompos bisa dibedakan jadi beberapa jenis. Bermacam jenis kompos ialah di antara lain kompos cacing, bagase, serta bokashi.

  • Kompos Cacing

Kompos cacing ialah kompos yang dihasilkan lewat kerjasama antara mikroorganisme serta cacing tanah dalam mekanisme proses penguraian bahan organik.

Kedatangan cacing tanah menolong proses penguraian bahan – bahan organik yang setelah itu hendak diurai kembali oleh mikroorganisme.

Kompos cacing diketahui pula sebagai casting. Casting memiliki unsur – unsur hara yang diperlukan untuk tumbuhan semacam fosfor, nitrogen, mineral, serta vit.

Tidak hanya itu, nilai C/N dari casting ini kurang dari 20 sehingga bisa digunakan buat pemupukan.

  • Kompos Bagase

Kompos bagase ialah pupuk yang berasal dari ampas tebu hasil limbah padat industri pabrik gula. Limbah bagase memiliki kemampuan yang besar sebagai bahan organik buat tingkatkan kesuburan tanah.

Baca Juga:  Cara Menanam Anggrek : Bibit, Perlengkapan, Bahan, Menanam, Penyiraman Dan Jenis Tumbuhan

Limbah bagase bisa diolah jadi pupuk serta diaplikasikan kembali ke tanah buat menyuburkan tanah serta menolong proses perkembangan tumbuhan tebu.

Tetapi dalam proses pembuatannya dibutuhkan waktu lumayan lama serta perlakuan yang khusus semacam akumulasi mikroorganisme selulotik sebab nisbah C/N dari bagase yang besar dekat 220.

  • Kompos Bokashi

Kompos bokashi merupakan pupuk yang dihasilkan dari bahan organik yang difermentasikan dengan teknologi Effective Microorganisms 4 (EM4).

Jenis mikroorganisme yang ada dalam EM4 antara lain Lactobacillus sp., Actinomycetes, Khamir, serta Streptomyces.

EM4 merupakan suatu kultur kombinasi terdiri dari mikroorganisme dalam media cair berperan buat memfermentasikan bahan – bahan organik dalam tanah serta sampah, sehingga menguntungkan untuk kesuburan tanah.

Tidak hanya itu, EM 4 menolong dalam memicu pertumbuhan mikroorganisme serta berguna untuk tumbuhan.

Semacam pengikat nitrogen, pelarut fosfat, serta mikroorganisme yang bersifat merugikan serta memunculkan penyakit tumbuhan.

EM4 pula sanggup memesatkan proses dekomposisi sampah organik sehingga sesuai digunakan buat pengomposan.


Isi Pupuk Kompos

Kompos mempunyai isi yang telah lengkap baik faktor hara MAKRO (N, P, k, Ca, Miligram, S) dan hara MIKRO (Fe, Cu, Mn, Mo, Zn, Cl, B).

Akan namun apabila di bandingkan dengan pupuk kimia buatan, isi haranya lebih rendah, sehingga dalam pengaplikasiannya bisa diperlukan pupuk kompos dalam jumlah yang banyak.

Disisi lain kompos dapat menjadikan tanah terus menjadi ramah lingkungan dan produktif pula ada terdapatnya isi senyawa organiknya yakni asam humat serta asam fulfat yang berperan sebagai pemacu perkembangan.

Ciri Pupuk Kompos

Ada pula ciri yang terdapat dalam pupuk kompos, antara lain ialah sebagai berikut;

  • Berwana semacam coklat kehitam – hitaman.
  • Tidak memunculkan bau busuk.
  • Tekstur kompos, serta sedikit berserat halus.
  • Kandungan air, secara visual, apabila dikepal kokoh tidak bisa jadi bergumpal keras kala kepalannya dibuka pula tidak terurai terlepas semacam pasir kering.

Manfaat Pupuk Kompos

Mangulas tentang khasiat pupuk kompos, pastinya khasiatnya sangat banyak. Berikut ini sebagian poin yang bisa menarangkan secara pendek mengenai manfaat kompos:

  • Kompos bisa tingkatkan kesuburan tanah.
  • Kompos menolong membetulkan ciri serta struktur tanah.
  • Kompos menolong tingkatkan kegiatan mikroba pada tanah.
  • Kompos menolong tingkatkan energi serap air tanah.
  • Kompos menolong tingkatkan mutu hasil panen.
  • Kompos menolong sediakan faktor hara pada tanah.
  • Kompos membuat tanah jadi lebih gembur serta tidak keras.
  • Kompos menekan perkembangan penyakit tumbuhan.
  • Kompos sediakan vit serta pula hormon yang diperlukan oleh tumbuhan.

Seperti itu sebagian manfaat berarti dari jenis pupuk natural ini. Maka dari itu, pupuk kompos mulai banyak dimanfaatkan, sebab nyaris tidak mempunyai efek samping kurang baik untuk lingkungan.

Kompos : Pengertian, Jenis, Isi, Ciri, Manfaat Dan Metode Aplikasi


Bila dipaparkan lebih lanjut, kompos berguna untuk zona ekonomi, lingkungan, tanaman serta tanah sebagai berikut:

  • Manfaat Ekonomi

Pemakaian bahan alami sebagai pupuk pastinya hendak mengirit bayaran petani buat menyuburkan lahan pertanian ataupun perkebunan.

Keuntungan ini bisa dialokasikan buat pembelian bibit unggul ataupun sesi pemeliharaan tumbuhan supaya hasil panen optimal.

  • Manfaat Lingkungan

Memakai pupuk kompos lebih ramah terhadap lingkungan serta kurangi pencemaran air ataupun tanah.

Baca Juga:  Cara Membuat Pupuk Kompos : Metode, Persiapan, Langkah Dan Manfaat

Sampah – sampah organik yang berantakan bisa dikumpulkan buat diolah jadi pupuk sehingga tidak menutup aliran sungai yang bisa memunculkan banjir

Banyaknya tumpukan sampah pula berpotensi mengusik kesehatan. Sampah bisa jadi tempat berkembangbiak untuk kuman ataupun organisme lain yang memberikan akibat negatif untuk lingkungan serta kesehatan.

Oleh karena itu dibutuhkan pengelolaan sampah yang efisien, ialah penyeimbang antara hasil sampah serta pengolahan.

Salah satunya merupakan mencerna limbah ataupun sampah organik menjadi pupuk kompos yang menyuburkan tanah.

  • Manfaat Untuk Tanaman

Kompos memberikan kesuburan untuk tanah sebab tersedia unsur – unsur hara serta mineral yang dibutuhkan tumbuhan.

Pengguanaan kompos dalam bidang pertanian ataupun perkebunan pasti hendak menciptakan produktivitas yang lebih besar dan hasil tumbuhan yang lebih sehat.

  • Manfaat Untuk Tanah

Pupuk alami pula bisa dimanfaatkan buat membetulkan lahan – lahan kritis. Struktur tanah yang sudah terdegradasi bisa diperbaiki.

Tidak hanya itu kompos pula bisa membetulkan drainase, tata udara tanah, dan menguatkan energi serap air.

Isi kompos dalam tanah pula jadi sumber santapan untuk bermacam mikroorganisme, merendahkan kegiatan mikroba yang merugikan dan menolong proses pelapukan mineral tanah.


Metode Aplikasi Pupuk Kompos

Tanah berpasir, sisa pertambangan, tanah tererosi, ataupun tanah sangat padat yang gampang retak pada masa kemarau.

Hendaknya bisa diberi pupuk organik dalam jumlah besar saat sebelum digunakan buat dapat bercocok tanam. Setelah diberi pupuk organik, dilanjutkan dengan pengolahan tanah.

Kedua perlakuan tersebut dapat dicoba biar sifat fisik tanah membaik serta konsumsi pupuk kimia jadi lebih efektif. Kebutuhan dosis pupuk organik yang sangat besar ialah acapkali menyulitkan proses penebarannya.

Tetapi, saat ini telah dipasarkan pupuk organik yang dipadatkan dalam wujud pelet ataupun konsentrat. Pupuk organik dalam wujud tersebut lebih gampang diaplikasikan dan dosis yang dibutuhkan menjadsi lebih kecil.

Pupuk organik semacam ini antara lain dipasarkan dengan merek dagang Ostindo, OCF, dan Green Pride. Sebagian perihal yang perlu dicermati dalam aplikasi pupuk organik yakni bagaikan berikut:

  • Penebaran pupuk organik hendaknya bisa diiringi dengan pengolahan tanah semacam pembajakan ataupun penggemburan tanah supaya pupuk organik dapat menggapai susunan tanah yang lebih dalam.
  • Pemberian pupuk organik dengan dosis kecil namun kerap lebih baik dari pada dosis banyak yang dapat diberikan sekaligus.
  • Pada jagung, cabai, tomat, dan sebagian jenis sayur – mayur, pupuk organik hendaknya ditempatkan pada lubang tanam satu minggu saat sebelum bibit ditanam.
  • Pada media tanam dalam pot, perbandingan antara kompos dan tanah yang sempurna ialah 1:1. sedangkan itu, perbandingan pupuk kandang dan tanah yang sempurna merupakan 1:3.

Bila harus dapat memakai pupuk organik yang belum terurai sempurna (rasio C/N masih besar) wajib diberi sela waktu antara pemberian pupuk organik dan penanaman bibit ialah minimum satu minggu.

Perihal itu bisa dicoba buat menjauhi akibat kurang baik yang bisa jadi terjadi pada tumbuhan kala proses penguraian pupuk organik berlangsung.

Demikian penjelasan kami tentang Kompos dari kebun.co.id, semoga dapat bermanfaat dan menambah wawasan Anda.