Cara Menanam Rambutan : Metode, Pemilihan, Pemeliharan dan Pemanenan
Cara Menanam Rambutan : Metode, Pemilihan, Pemeliharan dan Pemanenan

Cara Menanam Rambutan : Metode, Pemilihan, Pemeliharan dan Pemanenan

Diposting pada

Cara Menanam Rambutan : Metode, Pemilihan, Pemeliharan dan Pemanenan – Pada kesempatan ini Kebun.co.id akan membahas tentang Cara Menanam Rambutan.

Yang mana dalam pembahasan kali ini menjelaskan Cara Menanam Rambutan bagi pemula dengan secara singkat dan jelas. Untuk lebih jelasnya simak artikel tentang Cara Menanam Rambutan berikut ini.


Cara Menanam Rambutan : Metode, Pemilihan, Pemeliharan dan Pemanenan


Nephelium lappaceum ataupun yang lebih diketahui sebagai Rambutan ialah tumbuhan yang sangat baik berkembang di wilayah tropis.

Rambutan berkembang produktif di tanah yang gembur serta berpasir dan banyak memiliki unsur hara macro serta micro.

Tumbuhan ini sanggup menyesuaikan diri dengan kondisi tanah dengan tingkatan keasaman mulai dari 6 hingga 6, 7 pH.

Sehingga buat tanah dengan kondisi tanah yang lebih asam dapat dicoba pengapuran terlebih dulu sampai pH tanah terletak di wilayah basa lemah.

Tumbuhan rambutan berkembang produktif wilayah dataran rendah dengan ketinggi 30 hingga dengan 500 mdpl.

Hawa hujan tropis sangat sesuai dengan perkembangan buah serta tumbuhan dengan curah hujan tahunan berkisar 1.500 – 2.000 milimeter/tahun, cahaya matahari yang lama serta kelembaban hawa yang rendah.

Cahaya matahari sangat penting dalam proses perkembangan serta berbuah, sehingga tumbuhan Rambutan yang terlindung akan susah berkembang serta tumbuh dengan baik.


Metode Menanam Rambutan

Memastikan Lahan

Menanam rambutan sesungguhnya dapat dicoba di 2 media. Media lahan serta pula media pot. Buat media lahan, perihal yang wajib dicermati ialah tipe tanah yang hendak jadi media tanamnya.

Tanah yang digunakan buat media tanam haruslah tanah yang produktif, gembur, dan memiliki sedikit pasir. Buat Ph nya sendiri, supaya rambutan berkembang secara optimal berkisar 6,5 hingga dengan 7.

Pemilihan Bibit

Buat menanam rambutan, terdapat beberapa metode memperoleh bibit rambutan. Awal, kamu dapat mendapatkannya dengan metode generatif ialah menanam dari biji.

Kedua, kamu dapat memperoleh bibit rambutan dengan metode vegetatif semacam mencangkok.

Bila kamu mau tahu gimana metode memperoleh bibit rambutan dengan metode mencangkok, berikut cara – cara yang dapat kamu mengikuti panduan ini:

  • Untuk mencangkok, terdapat sebagian perlengkapan yang wajib kamu siapkan terlebih dulu seperti pisau, tanah produktif yang telah dicampur dengan pupuk kandang, plastik yang berlubang ataupun sabut kelapa, serta tali.
  • Pemilihan dahan. Identitas dahan yang dapat dicangkok minimun wajib mempunyai panjang 80cm serta sudah berusia minimun 5 bulan. Tidak hanya itu, pastikan pula tumbuhan indukan yang hendak kamu cangkok merupakan tumbuhan indukan yang bermutu. Jangan samapi kamu asal dalam memilah tumbuhan indukan. Sebab bila kamu mencangkok tumbuhan indukan yang berpenyakit, telah tentu tumbuhan rambutan kamu nanti akan berpenyakit pula sebab sifat dari tumbuhan indukan hendak terbawa ke bibit cangkokan yang kamu tanam.
  • Bila telah memastikan dahan yang mau di cangkok, kupas kulit batang sepanjang 20cm serta bilas cambium yang menyelimuti bagian dalam dahan tersebut.
  • Sehabis batang dibersihkan, berikutnya batang dibiarkan mengering.
  • Bila batang telah kering berikutnya kamu wajib membalut dahan tersebut dengan tanah yang sudah dicampur pupuk kandang dengan plastik berlubang ataupun sabut kelapa serta kedua ujung balutan tersebut diikat dengan tali yang sudah kamu siapkan tadinya.
  • Sehabis pencangkokan dicoba, tahap penting yang wajib dicoba berikutnya merupakan menyiram cangkokan tersebut tiap hari sepanjang 2 bulan lamanya hingga pangkal keluar dari balutan cangkokan buat setelah itu dipindahkan ke media tanam yang di inginkan.
Baca Juga:  Cara Menanam Kacang Hijau : Mengelola, Penyiangan, Perawatan Dan Penanganan Panen
Cara Menanam Rambutan : Metode, Pemilihan, Pemeliharan dan Pemanenan
Cara Menanam Rambutan : Metode, Pemilihan, Pemeliharan dan Pemanenan

Penanaman

Ada bermacam – macam jenis rambutan, tiap – tiap mempunyai sifat yang khas. Dari beragam sifat tersebut, kita bisa menyeleksi sifst – sifst yang menguntungkan.

Sifat – sifat tersebut diturunkan ini pula butuh kita perhatikan, bila mau memperoleh hasil lebih baik.

Proses penanaman bisa dilakukan pada pagi hari ataupun sore hari. Pada saat masih proses penanaman hendaknya diberikan peneduh tumbuhan yang dibuat dari daun pisang ataupun daun kelapa supaya tumbuhan bebas cahaya matahari langsung. Peneduh baru dilepas pada dikala umur tumbuhan telah seminggu ataupun lebih.

Proses penanaman hendaknya dicoba pada kala menjelang masa hujan ataupun menjelang masa kemarau. Pada saat masa hujan jauhi tekanan air dari hujan, disebabkan rambutan pada dikala masa hujan

Pangkal tumbuhan belum siap buat mengalami jumlah air berlebih. Pangkal tumbuhan yang hadapi air berlebih hendak busuk serta bisa mematikan tumbuhan rambutan kamu.

Perawatan

Tidak hanya diberikan pupuk dasar kala dini penanaman, tumbuhan rambutan pula diberikan pupuk lanjutan supaya pertumbuhannya optimal.

Buat jenis pupuknya sendiri, pupuk yang digunakan umumnya pupuk kandang dengan kombinasi pupuk tsp dengan perbandingan 1:2.

Pemupukan ini umumnya dicoba sehabis tumbuhan rambutan berumur 2 tahun dengan jarak pemberian pupuk sepanjang luas zona dimensi daun bagaikan diameternya.

  • Jenis Penyakit Rambutan

Sama semacam tumbuhan yang lain, rambutan pula memiliki penyakitnya sendiri yang apabila tidak lekas ditangani, malah hendak menjadikan permasalahan lumayan serius untuk tumbuhan kamu.

Sebagian penyakit yang biasa di temukan pada tumbuhan rambutan semacam bintik daun, bintik batang, dan pangkal putih.

Buat mengatasinya, kamu dapat memakai bubur bordeaux ataupun bubur california buat bintik daun serta insektisida buat bintik batang.

  • Hama Rambutan

Hama yang kerap mengusik perkembangan tumbuhan rambutan umumnya merupakan semut, bajing, kalong, kutu, kepik, ulat penggerek buah, serta ulat penggerek batang.

Baca Juga:  Tanaman Hias : Pengertian, Manfaat, Fungsi dan Jenisnya

Buat mengatasinya, umumnya csrs yang lumayan jitu ialah dengan memakai insektisida dan fungisida.

  • Pemangkasan

Pemangkasan ini umumnya dilakukan dengan cara memotong ataupun memangkas dahan ataupun batang yang tidak produktif ataupun rusak serta mati.

Fungsi dari pemangkasan ini merupakan supaya pasokan nutrisi tumbuhan terfokus kepada dahan ataupun batang yang produktif sehingga menciptakan buah yang lebih banyak lagi.


Pemanenan

Rambutan merupakan salah satu tumbuhan yang memerlukan waktu lumayan lama buat berbunga serta berbuah. Tetapi meski semacam itu, waktu panen pasti saja didetetapkan dari cara kamu menanamnya diawal.

Bila kamu menanamnya mulai dari biji, telah pasti diperlukan waktu yang lebih lama bila dibanding kala kamu menanamnya dengan tehnik cangkok.

Dengan tehnik cangkok, umumnya rambutan hendak mulai panen pada tahun kedua ataupun ketiga.

Sebaliknya waktu pemanenan sendiri umumnya dilakukan pada saat masa hujan. Ialah berkisar antara bulan November hingga dengan Februari.

Buat memanen buah rambutan yang telah masak kamu tidak dapat dicoba secara sembarangan. Kamu memerlukan perlengkapan potong yang tajam buat memperoleh hasil yang sempurna.

Bagian yang dipotong merupakan tungkai utama dari serumpun rambutan yang telah matang.

Sangat tidak dianjurkan memotong rambutan langsung dari pangkal dahannya sebab dikhawatirkan hendak mengusik produktifitas tumbuhan pada pemanenan berikutnya.

Demikian penjelasan kami tentang Cara Menanam Rambutan dari kebun.co.id, semoga dapat bermanfaat dan menambah wawasan Anda.