Budidaya Salak Pondoh Agar Berbuah Lebat

3 min read

Budidaya Salak Pondoh Agar Berbuah Lebat (100% Untung) – Pada kesempatan ini Kebun.co.id akan membahas tentang Budidaya Salak Pondoh. Yang mana dalam pembahasn kali ini menjelaskan cara budidaya salak pondoh dengan mudah dan berbuah lebat. Untuk lebih lengkapnya simak uraian berikuti ini.

Budidaya Salak Pondoh Agar Berbuah Lebat (100% Untung)

Salak dalam bahas latinya Salacca zalacca adalah sejenis tumbuhan palma yang buahnya bisa dimakan. Buah ini juga disebut dengan snake fruit, karena kulit buahnya seperti sisik ular. Pohon buah salak berupa palma perdu atau hampir tanpa memiliki batang dengan duri yang sangat banyak. Tangkai pohon salak memiliki duri yang panjang dan banyak dengan daun majemuk menyirip.

Buah dari tumbuhan salak berbentuk segitiga agak bulat. Dengan bulat telur terbalik, runcing di bagian pangkal dan membulat pada bagian ujung yang tertutup oleh kulit buah bersisik berwarna kuning coklat hingga coklat merah.

Sarkotesta atau dinding buah tengah memiliki tekstur berdaging tebal berwarna putih hingga kuning krem. Ada pula yang memiliki daging buah berwarna kemerahan, ada yang memiliki rasa manis, asam, bahkan sepat dengan biji keras berwarna coklat kehitaman di bagian tengah.

Cara Budidaya Salak Pondoh

Bagi Anda yang hobi dan penasaran ingin membudidayakan tanaman ini, tentu harus mengetahui bagaimana cara menanamnya. Berikut ini adalah cara budidaya salak, antara lain yakni:

Syarat Tumbuh

Tanaman salak adalah tanaman asli hutan Indonesia, tanaman salak ini dapat ditemukan di daerah dataran rendah dengan ketinggian sekitar 50 meter hingga 800 meter dpl. Tanaman salak yang baik ditanam pada lahan yang memiliki derajat keasaman atau pH tanah sekitar 4 -7,5. Memiliki curah hujan sekitar 200-400 mm/bulan, memiliki kelembaban sekitar 80%-90%, serta memiliki suhu sekitar 20°C-30°C.

Pembibitan

Pembibitan salak dapat dilakukan dengan menggunakan cara generatif melalui biji dan dengan cara vegetatif melalui pencangkokan.

Pembibitan melalui Biji

Biji yang berasal dari tanaman unggul dan buah yang telah tua. Kemudian biji tersebut disemai pada bedengan, ember atau kantong plastik lalu diletakkan pada tempat yang teduh. Lakukan penyiraman secara rutin agar kelembapan media semai terjaga.

Setelah berumur 1 bulan biji akan mulai mengeluarkan akar dan bertunas. Setelah berumur sekitar 3 – 4 bulan bibit dapat dipindah tanamkan ke lahan tanam.

Baca Juga:  Tanaman Yang Dapat Menyuburkan Tanah

Pembibitan melalui Cangkok

Bibit cangkok diperoleh dari tanaman yang unggul yaitu pernah berbuah setidaknya 2 kali, sehat dan memiliki anakan yang cukup untuk dicangkok. Berikut ini adalah cara mencangkok buah salak:

  • Rumpun salak dibersihkan dari dedaunan kering dan juga sisa tangkai buah.
  • Pilihlah beberapa anakan yang akan dijadikan bibit.
  • Kemudian pisahkan anakan dari indukan dengan memotongnya menggunakan pisau, namun jangan sampai benar terpisah dengan indukannya.
  • Siapkan media tanam berupa campuran tanah dengan humus atau pupuk kandang halus.
  • Siapkan botol bekas air mineral atau infus, lalu tempelkan ke pangkal calon anakan dan isi dengan media tanam yang telah disiapkan.
  • Jaga selalu kelembapan media tanam dengan melakukan penyiraman setiap hari. Biasanya setelah satu bulan akar mulai tumbuh.
  • Setelah 2 bulan penyapihan, pisahkan anakan tersebut dari tanaman induk.
  • Kemudian lepaskan mwdia tanam dan pindahkan bibit cangkok ke polybag tanam atau keranjang.
  • Untuk mengurangi penguapan dan stres tanaman maka lakukan pengurangan daun pada bibit.
  • Letakkan bibit tersebut pada tempat yang teduh. Setelah berumur sekitar 1 bulan, bibit dapat dipindah tanamkan ke lahan tanam.

Persiapan Lahan Tanam

Lahan yang digunakan untuk budidaya salak sebaiknya ditanami tanaman perlindung untuk mengurangi intensitas cahaya matahari. Karena pada habitat aslinya, salak tumbuh dibawah naungan pohon di hutan. Tanaman pelindung tersebut biasanya turi, lamtoro, albasia atau lainnya. Tanaman pelindung tersebut agar ditanam dengan jarak sekitar 10 m x 10 m atau 12 m x 12m.

Setelah itu lakukan pembersihan lahan tanam dari gulma atau tanaman pengganggu lainnya. Selanjutnya butlah lubang tanam dengan ukuran sekitar 50 cm x 50 cm x 50 cm dan diberi jarak sekitar 2 m x 2 m. Tanah galian lubang tanam antara bagian bawah dan atas dipisahkan.

Penanaman Bibit Salak

Sebelum melakukan penanaman, lakukan pemupukan dasar dengan menggunakan pupuk kandang dan pupuk NPK yang dicampur dengan tanah galian atas. Untuk menghindari serangan hama tanah maka campurkan pula dengan furadan 3 kg. Semua itu sesuai dengan dosis yang telah ditentukan.

Jika tanah pada lahan tanam terlalu masam, lakukan pengapuran dengan menggunakan kapur pertanian. Setelah semuanya telah siap, lakukan penanaman segera.

Polybag atau keranjang tanam bibit dilepaskan. Kemudian masukkan bibit ke lubang tanam dan timbun kembali. Setelah itu pasang ajir dari bambu, agar tanaman salak tidak mudah roboh terkena angin atau air. Kemudian lakukan penyiraman setelah itu.

Cara Budidaya Salak Pondoh Agar Berbuah Lebat

 

Perawatan Tanaman Salak

Dalam hal budidaya tentu yang paling penting adalah perawatan. Berikut ini beberapa hal terkait perawatan yang perlu diperhatikan.

Baca Juga:  Cara Menanam Cabe : Tata cara, Menyemai, Perawatan Dan Pemanenan

Penyulaman

Segera lakukan penyulaman pada tanaman yang tumbuh tidak optimal atau mati dengan bibit yang baru agar tanaman dapat tumbuh serempak.

Penyiangan

Lakukan penyiangan pada gulma atau tanaman pengganggu lainnya yang ada disekitar tanaman salak secara rutin agar unsur hara yang dibutuhkan tanaman salak tidak berebut dengan gulma tersebut.

Pemupukan

Lakukan pemupukan secara rutin 2 kali dalam setahun atau setiap selesai panen dengan menggunakan pupuk kandang dan pupuk kompos. namun untuk hasil buah yang lebih maksimal bisa gunakan pupuk kimia berupa pupuk NPK atau campuran pupuk Urea, TSP dan KCl.

Sistem Pengairan dan Pembubunan

Sistem pengairan tanaman salak dibuat dengan cara membuat galian tanah diantara tanaman salak.

Setelah berumur 4 bulan setelah tanam lakukan pembubunan agar penopang batang semakin meninggi dan tidak roboh. Biasanya pembubunan ini dilakukan bersama dengan pemupukan.

Pemangkasan

Lakukan pemangkasan pada daun yang kering dan sudah tua, agar daun yang baru terangsang untuk tumbuh dan juga mempernbbaiki pertumbuhan manggar calon buah. Pemangkasan tersebut dapat menggunakan pisau atau yang lainnya. Selain itu, lakukan pemangkasan padaanakan yang tumbuh terlalu banyak pada batang utama.

Penyerbukan Bunga

Tanaman salak dapat melakukan penyerbukan dengan bantuan angin atau serangga, namun hasilnya tidak optimal. Nah, maka diperlukan penyerbukan buatan, penyerbukan tersebut dilakukan saat bunga telah mekar. Bunga jantan dari tanaman jantan dipotong kewmudian dipukulkan perlahan diatas bunga betina atau bisa juga dengan memotong bunga jantang diatas bunga betina. Setelah bunga berina diserbuki tutup dengan daun agar serbuk sari tidak tertiup angin.

Penjarangan Buah

Sejak 6-8 minggu bunga mekar. Lakukan penjarangan buah, buah yang tumbuh tidak ideal atau cacat dibuang dan apabila buah terlalu berhimpitan maka kurangi pula agar nutrisi yang disalurkan lebih lancar dan buah dapat tumbuh dengan sempurna.

Pembungkusan Buah

Setelah penjarangan, buah dibungkus dengan menggunakan kain atau keranjang bambu. Pembungkusan ini bertujuan agar buah aman dari serangan hama.

Pemanenan Buah Salak

Tanaman salak yang berasal dari biji akan mulai berbuah setelah berumur 3 – 4 tahun setelah semai bahkan lebih. Tanaman yang berasal dari cangkok akan mulai berbuah setelah berumur 1,5 dan akan berbuah optimal setelah berumur 2,5 tahun. Buah salak akan matang setelah berumur 6 bulan setelah mekarnya bunga.

Demikian penjelasan singkat tentang Budidaya Salak Pondoh Agar Berbuah Lebat (100% Untung). Semoga dapat bermanfaat dan menambah pengetahuan Anda. Selamat mencoba.

Manfaat Labu Putih

Farming
3 min read

Kandungan Bayam

Farming
4 min read