√ 13 Manfaat Stevia Si Pengganti Gula (Aman dan Sehat)

4 min read

Manfaat Stevia

13 Manfaat Stevia Si Pengganti Gula (Aman dan Sehat) – Pada kesempatan ini Kebun.co.id akan menjelaskan artikel tentang tanaman stevia mulai dari apa itu stevia hingga manfaat apa saja yang dimiliki tanaman yang dapat menggantikan gula sebagai bahan pemanis.

13 Manfaat Stevia Si Pengganti Gula (Aman dan Sehat)

Masyarakat Indonesia umumnya mengonsumsi gula yang diolah dari tanaman tebu. Belakangan ini, gula dinyatakan sebagai penyebab utama kasus obesitas sebab hampir seluruh olahan makanan dan minuman memakai gula untuk menambahkan rasa manis. Gula yang diolah dari jagung atau tebu memiliki kandungan kalori tinggi. Diketahui terdapat kandungan 30 kalori serta 8 gram karbohidrat dalam satu sendok teh gula pasir. Sedangkan, anjuran konsumsi maksimal gula per hari bagi perempuan sebesar 100 kalori dan laki-laki 150 kalori.

Faktanya kita mengonsumsi lebih banyak gula dari anjuran. Hasil penelitian di Amerika menyatakan bahwa rata-rata konsumsi gula masyarakat di atas 355 kalori gula per hari. Gula dicampur dalam berbagai makanan maupun minuman. Kondisi tersebut diduga menjadi pemicu penyakit diabetes dan obesitas.

Salah satu tantangan dalam diet yakni mengurangi asupan gula. Padahal makanan dan minuman manis memiliki kelezatannya sendiri. Untuk itu, masyarakat saat ini sudah mulai beralih ke pemanis yang rendah kalori dan salah satu pilihannya yakni gula stevia. Pemanis stevia mempunyai tingkat kemanisan ratusan kali lipat daripada gula biasa namun mengandung kalori yang lebih sedikit.

Mengenal Tanaman Stevia

Stevia sudah dikenal masyarakat sejak lama sebagai alternatif selain gula tebu. Diketahui daun stevia mempunyai tingkat kemanisan 30 kali lipat daripada gula tebu. Setelah melalui pengolahan pun tingkat kemanisannya dapat mencapai 300 kali lipat. Meskipun begitu, kalori yang ada dalam stevia sangatlah rendah. Perbandingannya yaitu hanya ada 5 kalori dan 1 gram karbohidrat dalam 2 sendok stevia di mana 2 sendok gula tebu mengandung 30 kalori plus 8 karbohidrat. Dengan takaran yang sama namun kandungan yang berbeda, stevia masih jauh lebih manis daripada gula tebu.

Nama ilmiah stevia yakni Stevia rebaudiana berasal dari Paraguay dan Brazil. Di wilayah tersebut, stevia telah dimanfaatkan untuk pemanis sejak ratusan tahun silam. Stevia juga digunakan untuk pengobatan masalah lambung semisal kolik.

Berdasarkan data 2003 untuk tingkat global, popularitas stevia masih kalah dengan gula tebu atau jagung. Gula tebus masih mendominasi produksi pemanis sampai lebih dari 83%. Alternatif pemanis lain termasuk stevia hanya digunakan sebanyak 7%. Di samping itu ada pula sugar alcohol dan starch sweeteners.

Jepang merupakan negara pertama yang memakai stevia secara komersial. Masyarakat Jepang sampai saat ini merupakan kosumen terbesar pemanis stevia. Pangsa pasar pemanis stevia mencapai angka 40% di Jepang. Hal tersebut mungkin menjadi alasan mengapa angka obesitas di Jepang cenderung rendah.

Baca Juga:  √ Panduan Cara Budidaya Timun Suri Agar Berbuah Lebat

Manfaat Stevia

Pemanis hasil olahan stevia biasanya dipakai dalam produk-produk diet rendah kalori dan diet diabetes tipe 2. Penderita diabetes memanfaatkan stevia sebagai pengganti gula tebu. Efek makanan pada penderita diabetes umumnya diukur menggunakan indeks glikemik atau glucemic index (GI). Kondisi penderita dikatakan baik jika indeks glikemiknya makin rendah. Sebagai informasi, indeks glikemik gula pasir adalah 80, kentang goreng 89, apel 39 dan stevia 0.

Selain manfaat stevia tersebut masih banyak lagi manfaat stevia lainnya seperti berikut ini.

1. Anti-kanker

Beberapa penelitian yang dilakukan bertujuan memberikan informasi untuk mencegah atau menyembuhkan penyakit kanker. Buah dan sayuran yang cukup dikonsumsi secara teratur memiliki nutrisi dan antioksidan yang bisa membantu menghambat tumbuhnya sel-sel kanker dalam tubuh. Hasil sebuah penelitian menyatakan bahwa stevia mengandung senyawa antiokasidan (quercetin, kaempferol, isoquercitrin, asam caffeic, asam klorogenat dan isisteviol). Kaempferol diketahui bisa membantu mengurangi risiko kanker pankres hingga 23%.

2. Menjaga Kecantikan Kulit

Konsumsi stevia yang dilakukan secara teratur bisa dijadikan sebagai usaha mempercantik kulit. Antioksidan yang terkandung dalam stevia mampu membantu menghilangkan noda kulit, keriput, eksim, dermatiti, ruam sampai jerawat. Antioksidan pun dipercaya mampu mencegah terjadinya penuaan dini. Daun stevia dan minyak kelapa bisa dipakai sebagai masker alami untuk mendapatkan kulit cerah dan elastis.

3. Membantu Menurunkan Berat Badan

Untuk Anda yang sedang dalam atau sedang merencanakan program diet, tentu harus memperhatikan asupan makanan dan minuman yang kaya nutrisi. Kandungan kalori dan karbohidrat stevia yang rendah bisa dimasukkan ke dalam menu diet Anda sebagai pengganti gula. Stevia tentu menjadi pilihan yang cocok dalam menurunkan berat badan. Campurkan stevia ke minuman Anda. Anda tetap bisa mendapatkan manis dari stevia tanpa khawatir dengan kalori dan karbohidrat.

4. Mencegah Osteoporosis

Stevia bisa membantu Anda untuk mendegah terjadinya osteoporosis. Kandungan nutrisi yang pada stevia membantu memaksimalkan penyerapan kalsium dalam tubuh yang bisa mencegah osteoporosis. Menambahkan stevia ke dalam teh atau kopi sebanyak 2 sampai 3 kali per hari bisa menambah kepadatan tulang serta struktur tulang.

5. Mencegah Risiko Diabetes

Pemanis alami seperti stevia sangat dianjurkan untuk dikonsumsi pengidap diabetes. Konsumsi stevia yang teratur bisa membantuk menurunkan kadar gula darah sampai 18% sebab senyawa steviosida atau senyawa rasa manis yang tinggi. Stevia mengandung zat-zat yang bisa membantu mencegah risiko diabetes tipe 2. Konsumsi makanan dan minuman dengan stevia bisa membantu produksi insulin yang mampu menurunkan kadar gula darah.

Baca Juga:  Budidaya Oyong : Kandungan, Teknik, Pemupukan, Pemeliharaan Dan Panen

6. Menjaga Kesehatan Rambut

Ekstrak stevia yang ditambahkan ke sampo yang Anda pakai bisa membantu mengurangi ketombe, mengatasi rambut kusam, kulit kepala kering, rambut kering dan tipis. Ekstrak stevia yang dipakai kan ke rambut secara teratur membantu memperkuat akar rambut, membuat rambut lebih berkilau dan meningkatkan pertumbuhan rambut.

7. Menurunkan Kolesterol

Hasil penelitian tahun 2009 yang dikutip dari Livestrong menyebutkan bahwa bubuk stevia bisa membantu dalam mengelola kolesterol. Para peserta penelitian tersebut mengonsumsi ekstrak stevia sebanyak 400 ml per hari dalam kurun waktu 1 bulan. Dari penelitian tersebut diketahui bahwa stevia berkhasiat menurutkan kolesterol jahat (LDL) dan trigliserida tanpa menimbulkan efek samping buruk. Selain itu, kadar kolesterol baik (HDL) semakin meningkat.

8. Menjaga Kestabilan Tekanan Darah

Penelitian menemukan bahwa kandungan glikosida tertentu yang terdapat dalam ekstrak stevia berguna untuk melebarkan pembuluh darah. Stevia diketahui bisa meningkatkan ekskresi natrium dan pembuangan urin. Penelitian tahun 2003 menghasilkan fakta bahwa stevia memiliki potensi untuk membantu menurunkan tekanan darah. Penelitian tersebut memperlihatkan bahwa stevia dapat bertindak sebagai kardiotonik. Tindakan kardiotonik bisa menetralisir tekanan darah serta mengatur detak jantung. Senyawa glikosida stevia mampu mencegah penyakit hipertensi, diabetes, kanker, penyakit kardiovaskular, penyalit usus hingga masalah ginjal.

9. Aman Untuk Anak

Olahan makanan dan minuman dengan kandungan stevia di dalamnya memegang peranan penting untuk mengurangi kalori pemanis yang tak diinginkan bagi anak-anak. Saat ini sudah banyak produk dengan kandungan stevia alami. Kandungan stevia alami membuat anak-anak dapat mengonsumsi makanan dan minuman manis dengan kalor yang tetap terjaga ketika beralih ke diet rendah gula. Obesitas pada anak-anak salah satunya disebabkan oleh kelebihan gula dan kalori.

Manfaat Stevia

10. Mengurangi Risiko Kanker Payudara

Senyawa stevioside yang ada dalam stevia bisa membantu untuk mengurangi jalur stres tertentu yang bisa memicu aktifnya sel-sel kanker payudara.

11. Mencegah Gigi Berlubang

Gula tebu dapat memberi makan bagi bakteri yang ada di mulut dan membuat lubang pada gigi. Stevia justru mampu mengurangi plak yang bisa membuat gigi berlubang.

12. Mencegah Timbulnya Jerawat

Stevia juga memiliki kandungan senyawa yang bisa berfungsi sebagai anti-bakteri. Jerawat yang disebabkan oleh bakteri dapat dicegah atau dikurangi dengan penggunaan stevia.

13. Melawan Infeksi Ragi

Stevia diketahui memiliki kandungan yang sifatnya antibakteri dan antijamur. Oleh sebab itu, mengonsumsi stevia bisa membantu untuk melawan infeksi ragi yang timbul.

Sekian penjelasan materi 13 Manfaat Stevia Si Pengganti Gula (Aman dan Sehat). Ternyata sangat banyak kandungan dan manfaat stevia yang baik bagi tubuh. Stevia bisa dicoba untuk mendapatkan segala kebaikannya tanpa harus menunggu terkena gejala-gejala penyakit tertentu. Semoga memberikan manfaat. Terima kasih.