√ Cara Ternak Burung Puyuh Agar Sukses Bagi Pemula

3 min read

Cara Ternak Burung Puyuh Agar Sukses Bagi Pemula

Cara Ternak Burung Puyuh Agar Sukses Bagi Pemula– Pada kesempatan ini Kebun.co.id akan membahas tentang Ternak Burung Puyuh. Yang mana dalam pembahasan kali ini menjelaskan cara ternak burung puyuh agar sukses bagi pemula dengan secara singkat dan jelas. Untuk lebih jelasnya silahkan simak artikel tentang ternak burung puyuh di bawah ini.

Cara Ternak Burung Puyuh Agar Sukses Bagi Pemula

Burung puyuh merupakan jenis burung unggas darat yang mempunyai ukuran kecil sampai sedang namun berbadan gemuk. Jenis burung ini tergolong ke dalam famili Phasianidae yang terdiri dari beberapa genus. Jenis burung puyuh termasuk jenis pemakan serangga, biji-bijian dan serangga kecil lainnya. Biasanya burung puyuh bersarang pada permukaan tanah, yang mana dapat berlari dan terbang dengan kecepatan yang tinggi dengan jarak tempuh pendek.

Klasifikasi ilmiah Burung Puyuh

  • Kerajaan: Animalia
  • Filum: Chordata
  • Kelas: Aves
  • Ordo: Galliformes
  • Famili: Phasianidae
  • Genus: Coturnix, Anurophasis, Perdicula Ophrysia

Jenis burung puyuh banyak diternak yakni Coturnix Japonica (burung puyuh jepang) yang diambil telurnya. Adapun cara budidaya burung puyuh, sebagai berikut:

Cara Beternak Burung Puyuh

Agar dapat memaksimalkan dalam ternak burung puyuh perlu adanya panduan agar dapat sukses dalam budidaya busurng puyuh. Adapun langkah-langkah dalam bududiya burung puyuh antara lain:

Pembuatan Kandang Budidaya Burung Puyuh

Dalam pembuatan kandang burung puyuh dapat Anda membuat sendiri atau membeli kandang siap pakai yang terbuat dari bahan kawat. Posisikan kandang dengan memperoleh sinar matahari yang cukup, tidak lembab dan keadaan udara yang masuk dan keluar lancar.

Terdapat 2 jenis bentuk kandang untuk burung puyuh yakni kandang indukan (kandang burung puyuh yang berumur 1-3 minggu) serta kandang burung puyuh dewasa (4 minggu lebih).

Cara Ternak Burung Puyuh Agar Sukses Bagi Pemula

  • Kandang Indukan
Baca Juga:  Cara Menanam Nanas : Budidaya, Mempersiapkan, Perawatan Dan Proses Panen

Pada kandang indukan ditunjukkan pada burung puyuh yang masih berumur kurang dari 3 minggu. Pada kandang ini agar memebri pemanas dengan menggunakan lampu pemanas agar suhu kandang menjadi panas. Untuk mengetahui kondisi cukup tidaknya pemanas dalam kandang dapat diketahui dengan tingkah laku burung puyuh, antara lain :

  • Kebutuhan suhu kurang akan mengakibatkan sebagain besar burung puyuh berdekatan pada lampu.
  • Suhu terlalu panas maka mengakibatkan sebagaian besar burung puyuh menjauhi lampu.
  • Suhu mencukupi apabila kondisi burung puyuh merata.

Kandang Indukan bisa berupa kotak yang diberi ventilasi pada bagian sisi dan lantai dilapisi dengan sekam. Pada kandang indukan dibuat dengan ukuran 100 x 100 cm dan tinggi 10 cm yang memuat kurang lebih 100 ekor burung puyuh.

  • Kandang Burung Puyuh Dewasa

Pada kandang burung puyuh dewasa dapat dibuat dengan ukuran 50x100x35 dan diberi kaki setinggi 50 cm yang mana dapat menampung 30-50 ekor burung puyuh. Rangka kandang dapat terbuat dari kayu kaso dengan dinding dan lantai terbuat dari kawat ram. Kandang yang terbuat dari hal tersebut akan menjaga kandang tetap bersih sebab kotoran dapat langsung jatuh ke tanah.

Lantai kandang agar dibuat agak miring agar telur dapat langsung keluar dari kandang kepenampungan telur. Pada kandang burung puyuh dewasa bisa dibuat secara bertingkat agar menghemat tempat.

Pada bagian depan diberikan tempat pakan dan minum terpisah, bisa terbuat dari bambu atau paralon.

Membedakan Jantan Dan Betina

Sebagai peternak burung puyuh, tentu Anda harus bisa membedakan antara burung puyuh jantan dan betina. Umumnya bisa dilihat dari warna bulu pada bagian dada, anus dan paruhnya.

Pada jantan memiliki wana coklat kemerahan sedangkan pada betina warna bulunya memiliki warna coklat keabuan dengan garis atau bintik berwarna putih. Pangkal paruh betina tidak memiliki warna coklat kemerahan sedangkan pada jantan memilikinya. Bila melihat pada bagian anus burung jantan akan terlihat benjolan berwarna merah dan apa bila di telan akan keliar cairan busa berwarna putih, sedangkan pada betina tidak ada.

Baca Juga:  √ Panduan Cara Budidaya Genjer, Klasifikasi dan Manfaatnya

Pemberian Pakan dan Minum

faktor yang paling penting berhasil tidaknya dalam beternak telur yaitu pada pakan. Dengan pemberian pakan yang tidak sesuai, baik dalam gizi atau komposisinya akan menyebabkan kegagalan dalam beternak burung puyuh.

Ada beberapa jenis makanan yang bisa diberikan pada burung puyuh sesuai dengan umurnya. Pada awal pertumbuhan atau masa starter yaitu dibawah umur 3 minggu bisa diberikan pakan berupa mass atau tepung. Sedangkan bila sudah mengijak umur 3 minggu keatas agar diberikan pakan berbentuk butiran.

Pemberian pakan dapat dilakukan 2 kali dalam sehari yaitu pada pagi dan sore hari. Hal ini bertujuan mengefisiensikan pakan, bila tempat pakan di isi penuh kemungkinan akan banyak pakan yang terbuang sia-sia.

Pemberian pakan burung puyuh/hari Berdasarkan umur:

  • 1 hari – 1 minggu diberi 2 gr/ekor
  • 1 minggu – 2 minggu diberi 4 gr/ekor
  • 2 minggu – 4 minggu diberi 8 gr/ekor
  • 4 minggu – 5 minggu diberi 13 gr/ekor
  • 5 minggu – 6 minggu diberi 15 gr/ekor
  • Di atas 6 minggu diberi 17-19 gr/ekor

Kebutuhan air minum agar diberikan secara bebas, air minum dapat menggunakan air sungai, air sumur atau lainnya. Serta selalu bersihkan tempat air minum 3 kali sehari.

Perawatan Burung Puyuh Pada Masa Bertelur

dalam perawatan burung puyuh bila sudah memasuki umur 6 minggu agar dipisahkan antara jantan dan betina. Bila ingin memproduksi telur puyuh konsumsi, maka Anda dapat menempatkan burung puyuh betina dalam satu kandang agar telur puyuh tidak mengandung benih dan tidak mudah busuk.

Bilamana Anda ingin menghasilkan telur tetas dapat mencampur antara betina dan janta dalam satu kandang dengan perbandingan 1 : 3.

Pemanenan Telur Puyuh

panen telur puyuh bisa dilakukan pada pagi sebelum diberikan pakan sekitar jam 6 pagi. Telur hasil pemanenan hendaknya ditempatkan pada tempat sendiri. Pisahkan ukuran telur sehingga dapat menjualnya dengan harga yang berbeda bergantung dari ukuran telur.

Demikian penjelasan tentang Cara Ternak Burung Puyuh Agar Sukses Bagi Pemula, semoga dapat bermanfaat dan menambah wawasan Anda.