Cara Ternak Burung Puyuh Agar Sukses Bagi Pemula

Cara Ternak Burung Puyuh Agar Sukses Bagi Pemula

Posted on

Cara Ternak Burung Puyuh Agar Sukses Bagi Pemula – Pada kesempatan ini Kebun.co.id akan membahas tentang Ternak Burung Puyuh. Yang mana dalam pembahasan kali ini menjelaskan cara ternak burung puyuh agar sukses bagi pemula dengan secara singkat dan jelas. Untuk lebih jelasnya silahkan simak artikel tentang ternak burung puyuh di bawah ini.

Cara Ternak Burung Puyuh Agar Sukses Bagi Pemula

Burung puyuh adalah salah satu jenis unggas darat yang mempunyai ukuran relatif kecil hingga sedang tetapi memiliki badan yang gemuk. Burung jenis ini termasuk dalam golongan keluarga Phasianidae yang terdiri dari beberapa genus. Burung jenis ini termasuk dalam jenis pemakan serangga, biji-bijian dan serangga kecil lainnya. Biasanya burung puyuh bersarang pada permukaan tanah, yang mana dapat berlari dan terbang dengan kecepatan yang tinggi dengan jarak tempuh pendek.

Klasifikasi ilmiah Burung Puyuh

  • Kerajaan: Animalia
  • Filum: Chordata
  • Kelas: Aves
  • Ordo: Galliformes
  • Famili: Phasianidae
  • Genus: Coturnix, Anurophasis, Perdicula Ophrysia

Jenis burung puyuh banyak diternak yakni Coturnix Japonica (burung puyuh jepang) yang diambil telurnya. Adapun cara budidaya burung puyuh, sebagai berikut:

Cara Beternak Burung Puyuh

Agar dapat memaksimalkan dalam ternak burung puyuh perlu adanya panduan agar dapat sukses dalam budidaya busurng puyuh. Adapun langkah-langkah dalam bududiya burung puyuh antara lain:

Pembuatan Kandang Budidaya Burung Puyuh

Untuk kandang burung puyuh anda bisa membuatnya sendiri atau membeli kandang yang sudah siap untuk dipakai yang bahannya terbuat dari kawat. Letakkan kandang pada posisi yang memperoleh sinar matahari yang cukup, tidak lembab, serta sirkulasi keluar masuknya udara lancar.

Terdapat 2 jenis bentuk kandang untuk burung puyuh yakni kandang indukan (kandang burung puyuh yang berumur 1-3 minggu) serta kandang burung puyuh dewasa (4 minggu lebih).

  • Kandang Indukan

Pada kandang indukan ditunjukkan pada burung puyuh yang masih berumur kurang dari 3 minggu. Pada kandang ini agar memebri pemanas dengan menggunakan lampu pemanas agar suhu kandang menjadi panas. Untuk mengetahui kondisi cukup tidaknya pemanas dalam kandang dapat diketahui dengan tingkah laku burung puyuh, antara lain :

  1. Kebutuhan suhu kurang akan mengakibatkan sebagain besar burung puyuh berdekatan pada lampu.
  2. Suhu terlalu panas maka mengakibatkan sebagaian besar burung puyuh menjauhi lampu.
  3. Suhu mencukupi apabila kondisi burung puyuh merata.
Baca Juga:  Cara Menanam Buncis : Tahapan, Pengolahan, Perawatan Dan Memanen

Kandang Indukan bisa berupa kotak yang diberi ventilasi pada bagian sisi dan lantai dilapisi dengan sekam. Pada kandang indukan dibuat dengan ukuran 100 x 100 cm dan tinggi 10 cm yang memuat kurang lebih 100 ekor burung puyuh.

  • Kandang Burung Puyuh Dewasa

Dalam kandang burung puyuh yang sudah dewasa anda dapat membuat dengan ukuran 50x100x35 serta srta kaki pada kandang memiliki ketinggian 50 cm yang mana bisa menampung 30-50 ekor burung puyuh. Rangka kandang dapat terbuat dari kayu kaso dengan dinding dan lantai terbuat dari kawat ram. Kandang yang terbuat dari hal tersebut akan menjaga kandang tetap bersih sebab kotoran dapat langsung jatuh ke tanah.

Lantai kandang agar dibuat agak miring agar telur dapat langsung keluar dari kandang kepenampungan telur. Pada kandang burung puyuh dewasa bisa dibuat secara bertingkat agar menghemat tempat.

Pada bagian depan diberikan tempat pakan dan minum terpisah, bisa terbuat dari bambu atau paralon.

Membedakan Jantan Dan Betina

Sebagai peternak burung puyuh, anda juga harus bisa membedakan atara burung puyuh jantan dan burung puyuh betina. Umumnya bisa dilihat dari warna bulu pada bagian dada, anus dan paruhnya.

Pada jantan memiliki wana coklat kemerahan sedangkan pada betina warna bulunya memiliki warna coklat keabuan dengan garis atau bintik berwarna putih. Pangkal paruh dari burung puyuh betina tidak mempunyai warna coklat kemerahan sedangkan pada burung puyuh jantan memilikinya. Bila melihat pada bagian anus burung jantan akan terlihat benjolan berwarna merah dan apa bila di telan akan keliar cairan busa berwarna putih, sedangkan pada betina tidak ada.

Pemberian Pakan dan Minum

Faktor yang paling penting dalam berhasil atau tidaknya saat beternak telur burung puyuh yaitu pada pakan. Apabila pemberian pakkanya tidak sesuai, baik itu dalam gizi maupun komposisinya hal ini dapat menyebabkan kegagalan dalam berternak burung puyuh.

Baca Juga:  Cara Membuat Probiotik Herbal Untuk Unggas

Ada beberapa jenis makanan yang bisa diberikan pada burung puyuh sesuai dengan umurnya. Pada awal pertumbuhan atau masa starter yaitu dibawah umur 3 minggu bisa diberikan pakan berupa mass atau tepung. Sedangkan bila sudah mengijak umur 3 minggu keatas agar diberikan pakan berbentuk butiran.

Pemberian pakan dapat dilakukan 2 kali dalam sehari yaitu pada pagi dan sore hari. Hal tersebut bertujuan agar mengefisiensikan pakan, apabila isi pakan di isi penuh kemungkinan besar akan ada banyak pakan yang akan terbauang sia-sia.

Pemberian pakan burung puyuh/hari Berdasarkan umur:

  • 1 hari – 1 minggu diberi 2 gr/ekor
  • 1 minggu – 2 minggu diberi 4 gr/ekor
  • 2 minggu – 4 minggu diberi 8 gr/ekor
  • 4 minggu – 5 minggu diberi 13 gr/ekor
  • 5 minggu – 6 minggu diberi 15 gr/ekor
  • Di atas 6 minggu diberi 17-19 gr/ekor

Kebutuhan air minum agar diberikan secara bebas, air minum dapat menggunakan air sungai, air sumur atau lainnya. Serta selalu bersihkan tempat air minum 3 kali sehari.

Perawatan Burung Puyuh Pada Masa Bertelur

Dalam perawatan burung puyuh bila sudah memasuki umur 6 minggu agar dipisahkan antara jantan dan betina. Apabila anda ingin memproduksi telur puyuh konsumsi, maka anda perlu menenpatkan burung puyuh betina dalam satu kandang supaya telur dari burung puyuh tidak mengandung benih serta tidak mudah membusuk.

Jika anda ingin menghasilkan telur tetas anda bisa mencampur antara burungpuyuh betina dan burung puyuh jantan dalam satu kandang dengan perbandingan 1 : 3.

Cara Ternak Burung Puyuh Agar Sukses Bagi Pemula

Pemanenan Telur Puyuh

Pada saat panen burung puyuh anda bisa melakukannya pada pagi hari sebelun pemberian pakan sekitar jam 6 pagi. Telur hasil pemanenan hendaknya ditempatkan pada tempat sendiri. Pisahkan ukuran telur sehingga dapat menjualnya dengan harga yang berbeda bergantung dari ukuran telur.

Demikian penjelasan tentang Cara Ternak Burung Puyuh Agar Sukses Bagi Pemula, semoga dapat bermanfaat dan menambah wawasan Anda.