Vertikultur : Solusi Bercocok Tanam di Lahan Sempit

Vertikultur : Solusi Bercocok Tanam di Lahan Sempit – Pada kesempatan ini Kebun.co.id akan membahas tentang Vertikultur. Yang mana dalam pembahasan ini membahas cara bercocok tanam di lahan sempit dengan menggunakan teknik vertikultur dengan secara singkat dan jelas. Untuk lebih jelasnya silahkan simak artikel berikut ini.

Vertikultur : Solusi Bercocok Tanam di Lahan Sempit

Apakah anda pernah dengar teknik menanam tanaman yang dilakukan secara vertikultur? Teknik yang mulai banyak digunakan terlebih lagi pada kalangan keluarga yang mempunyai lahan sempit dan ingin bercocok tanam. Untuk cara membuatnya juga tidak terlalu sulit kalau Anda mau mempraktekkannya sendiri.

Pengertian Vertikultur

Nama vertikultur sendiri awal mulanya dari bahasa Inggris yakni vertical dan culture. Vertical yang artinya vertikal atau tegak lurus, sedangkan kata culture artinya budidaya.

Vertikultur dapat diartikan sebagai teknik budidaya tanaman secara vertikal di ruang yang sempit. Jadi, kita akan memanfaatkan lahan yang ada untuk bercocok tanam dengan optimal.

Cocok banget nih buat Anda yang tinggal di kota-kota besar dan ingin untuk mencoba menanam tanaman. Teknik vertikultur ini tidak semua tanaman dapat ditanam dengan cara ini.

Jenis tanaman yang sering ditanam dengan menggunakan teknik ini yakni jenis tanaman semusim, atau yang memiliki umur pendek. Misalnya seperti pda sayuran, contohnya yaitu selada, selederi, kangkung, kemangi, bayam, sawi, dan jenis sayuran lainnya. Bahkan, Anda disini juga dapat menanam cabe dengan memakai teknik vertikultur ini.

Anda juga bisa untuk mencoba menanam tanaman obat keluarga yang mana dengan memakai cara ini. Tanaman hias juga masih bisa ditanam secara vertikultur.

Kelebihan Vertikultur

  • Membutuhkan lahan yang sedikit
  • Hemat air
  • Media tanamnya bisa disesuaikan dengan kondisi tempat untuk membuat vertikultur
  • Umur tanaman relatif pendek
  • Pemeliharaan tanaman juga bisa dikatakan lebih mudah
  • Dapat dilakukan oleh siapa saja
  • Dengan kelebihan-kelebihan telah dujelaskan diatas, pastilah teknik vertikultur ini dapat anda jadikan sebagai salah satu alternatif yang bisa Anda coba.

Media Yang Biasa Digunakan

Media yang sering dipakai dalam pembuatan vertikultur ada bermacam-macam, antara lain:

  1. Pipa Paralon

Disini Anda dapat memanfaatkan pipa paralon yang ukurannya besar yang digunakan untuk membuat teknik vertikultur. Disini anda cukup membuat lubang pada sisi pipa yang selanjutnu isi pipa dengan memakai media tanam. Selanjutnya berdirikan pipa paralon tersebut. Anda bisa menanam dengan tanaman yang Anda inginkan, baik itu sayuran atau tanaman obat keluarga.

  1. Botol Bekas

Teknik vetikultur yang dapat anda gunakan selanjutnya dalah botol bekas yang mana sebagai wadah media tanamnya. Caranya juga lebih mudah dibandingkan dengan menggunakan pipa paralon.

Yang mana disini Anda cukup untuk membuat lubang pada salah satu sisi botol, dan buat lubang kecil di sisi sebaliknya. Selanjutnya beri setiap ujung botol dengan yang digunakan untuk menggantung botol di tembok. Ya, botol-botol yang telah diisi dengan media tanam sudah bisa Anda tempelkan ke tembok.

Cara Membuat Vertikultur

Selanjutnya kita akan belajar untuk bagaimana cara membuat wadah untuk media tanam vertikultur.

Cara Bercocok Tanam Teknik Vertikultur di Lahan Sempit

Vertikultur Pipa Paralon

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, pipa paralon ini dipakau untuk bercocok tanam menggunakan teknik vertikultur.

Bahan dan Alat

Siapkan beberapa bahan dan alat untuk membuat media tanam vertikultur

  • Gergaji besi
  • Meteran
  • Pemanas, Disini Anda dapat memakai hair dryer atau lampu teplok
  • Pipa paralon berukuran besar
  • Kayu yang berbentuk tabung atau dapat juga memakai botol minuman ringan
  • Tanah
  • Pupuk kompos atau pupuk kandang

Apabila semua alat dan bahan sekiranya sudah siap, langkah selanjutnya adalah membuat wadah media tanam yang terbuat dari pipa paralon.

  • Buat gambar pada pipa paralon yang mana nantinya akan dibuat sebagai lubang.
  • Gergaji gambar yang telah dibuat tadi.
  • Setelah digergaji, lalau panaskan salah satu sisinya selanjutnya tekan ke bagian dalam dengan menggunakan botol saat pipa paralon masih lunak.
  • Buat dudukan dari semen supaya media tanam dapat dipindah-pindahkan.
  • Atau, disni Anda bisa saja tanam pipa paralon di atas tanah secara langsung.
  • Masukkan media tanam yang mana terdiri atas campuran tanah dan pupuk.
  • Media tanam vertikultur siap digunakan untuk menanam.

Vertikultur Botol Bekas

Vertikultur Botol Bekas

Tak hanya menggunakan pipa paralon, disini Anda juga dapat membuat teknik vertikultur dengan memanfaatkan botol bekas.

Bahan dan Alat

  • Botol plastik bekas yang ukurannya 1,5 liter
  • Tali tambang
  • Gunting atau cutter
  • Siapkan botol yang akan kita pakaai sebagai pot untuk tanaman.
  • Buat lubang yang bentuknya persegi panjang dengan lebah sekitar 3 cm.
  • Buat lubang kecil pada bagian bawah dengan diameter antara 0,5 cm.
  • Selanjutnya buat lubang sebagai tempat tali gantungan. Lubang berukuran sekitar 1 cm, selanjutnya masukkan tali lalu buat simpul pada ujung tali.
  • Masukkan media tanam ke dalam botol plastik yang sudah disulap menjadi pot.
  • Gantung pot pada tembok yang sudah Anda pilih untuk menanam berbagai tanaman.

Takhanya dengan menggunakan pipa paralon dan botol bekas, Anda juga dapat membuat media untuk vertikultur dengan menmanfaatkan bambu. Namun, bambu tentu tidak lebih awet dibandingkan dengan pipa paralon ataupun botol plastik bekas.

Demikian artikel tentang Vertikultur : Solusi Bercocok Tanam di Lahan Sempit. Semoga dapat bermanfaat dan menambah ilmu pengetahuan Anda. Selamat mencoba.